Wabup Meranti Lepas 146 Mahasiswa STAI Nurul Hidayah Kukerta
Senin, 09 Juli 2018 - 12:15:00 WIB
SULUHRIAU, Pekanbaru- Wakil Bupati Meranti Said Hasyim melepas 146 Mahasiswa STAI Nurul Hidayah angkatan XVI melaksanakan kuliah kerja nyata (kukerta) Senin (8/7/2018).
Wabub sekaligus memberikan pembekelan kepada mahasiswa sebelum turun ke lapangan mencari pengalaman dan menularkan Ilmu selama belajar di bangku kuliah, bertempat di Aula STAI Nurul Hidayah.
Mahasiswa tersebut akan melaksanakan kukerta di 16 Desa dan 8 Kecamatan di Meranti itu.
Wabub, H Said Hasyim berpesan kepada mahasiswa agar keberadaan mereka dilapangan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat, menurutnya itulah bentuk nyata dari kukerta itu sendiri.
"Keberadaan mahasiswa di Desa harus ada manfaatnya, mari kita berikan contoh yang baik kepada masyarakat, dengan cara menularkan ilmu yang diperoleh selama dibangku kuliah untuk membantu masyarakat membangun desa," ujar Wakil Bupati H. Said Hasyim
Said juga berharap mahasiswa STAI yang akan mengikuti kukerta dapat menggali semua potensi yang ada di Desa.
"Potensi yang ada di Desa sangat banyak gunakan nalar dan kemampuan Intelektual kita untuk menggali dan memanfaatkannya, semoga itu dapat menjadi pengalaman kedepan dapam bekerja dan membuka peluang kerja sendiri," paparnya.
Ia lantqs mencontohkan, salah satu potensi yang ada di Desa dan belum tergarap secara maksimal adalah perkebunan Kelapa di Meranti.
"Sejak dahulu kita hanya dapat menjual kelapa bulat tanpa bisa diolah menjadi berbagai turunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi," ucapnya lagi.
Seperti diketahui, saat ini Meranti belum memiliki industri hilir yang mampu mengolah hasil kelapa menjadi berbagai turunan, kelapa di Meranti hanya dijual bulat bulat ke Provinsi dan negara tetangga seperti Malaysia."Sabut kelapa yang dinegara lain bisa diolah dan dijual disini justru dibakar,
Sarjana banyak namun belum bisa berbuat banyak, padahal dengan segala potensi yang dimiliki dan didukung dengan letak Meranti yang strategis berada di beranda terdepan dunia harusnya kita lebih unggul," jelas Wakil Bupati lagi.
Parahnya lagi sebagin besar kebun kebun baik Sagu, Kelapa, Kopi dan lainnya di Meranti sudah tidak dimiliki pribumi asli tetapi sudah dijual kepada pengusaha kaya yang berada di Jakarta dan daerah lainnya.
"Masyarakat kini hanya menjadi buruh tani di tanah sendiri, negeri ini butuh orang kreatif yang dapat menggali dan memanfaatkan semua potensi yang ada, untuk itu saya mengajak mahasiswa untuk berkreasi manfaatkan kemampuan intelektual yang diasah selama dibangku kuliah," paparnya.
Menurutnya meskipun mahasiswa STAI fokus pada pendididkan keagamaan namun perguruan tinggi hanyalah media mengasah kreatifitas dan intelektual diri, untuk itu harus bisa juga menguasai ilmu lainnya, seperti mahasiswa IAIN di Surabaya yang merupakan salah satu orang yang ikut membangun jembatan Suramadu.
"kepada anak anak kami, pelajari kondisi yang ada dan harus bisa beradaptasi menghadapi situasi apapun disegala bidang, gunakan kemampuan nalar dan jadilah mahasiswa madiri," pungkas Wakil Bupati.
Turut mendampingi Wakil Bupati dalam kegiatan itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Meranti Rizki Hidayat, Pemilik Yayasan STAI Nurul Hidayah H. Syahril, Ketua STAI Nurul Hidayah Syukron, Ketua MUI Meranti yang juga pengajar STAI H. Mustafa dan lainnya. (Raf)
Komentar Anda :