Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Nasional
Ustadz Somad Didesak Nyanyi Indonesia Raya, Joko Widodo Bereaksi
Sabtu, 28 Juli 2018 - 14:20:34 WIB

SULUHRIAU- Permintaan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dalam rencana ceramah Ustadz Abdul Somad (UAS) di Kota Semarang mendapatkan respons beragam dari sejumlah kalangan.

Joko Widodo bahkan turut berkomentar terhadap penolakan Ustadz kondang asal Pekanbaru tersebut.

Namun Joko Widodo yang dimaksud bukanlah Presiden Indonesia saat ini. Joko Widodo yang ini tak lain adalah bakal calon Anggota Legislatif Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang belakangan viral di media sosial.

Joko Widodo menyayangkan penolakan oleh organisasi Patriot Garuda Nusantara (PGN) terhadap ceramah UAS di tiga lokasi Semarang pada 30 hingga 31 Juli 2018 mendatang. Pria yang kesehariannya akrab disapa "Jokowi" itu menilai permintaan untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dalam pengajian merupakan sesuatu yang berlebihan.

"Ustadz Somad itu kan Dosen dan PNS juga. Secara administrasi Beliau aparatur negara maka tidak perlu diragukan. Menurut saya, tidak perlu memaksakan orang lain untuk sama dan mengakui sesuatu yang sudah jelas, " kata Joko Widodo dilansir VIVA Sabtu, (28/7/2018).

Bacaleg PKS Dapil II Jawa Tengah itu menilai jika seorang aparatur sipil negara (ASN) menyimpang, negara sudah memiliki aturan tersendiri. Sebagai seorang Ustadz yang kerap mengisi ceramah di sejumlah instansi pemerintah, UAS tentunya tak perlu diragukan nasionalismenya.

"Beliau itu kan PNS dan pasti ada janji serta pakta integritas. Pasti biasa upacara bendera juga ada. Masak pengajian harus menyanyikan Indonesia Raya," katanya.

Secara pribadi Joko Widodo mengagumi sisi keilmuan Ustadz Somad. Apalagi selama ini ceramah-ceramah UAS selalu membangkitkan semangat menjawab tuntutan zaman. Ia menyamakan UAS seperti halnya ustadz kondang almarhum Zainudin MZ.

"Kalau Zainudin MZ itu di samping keilmuannya tapi sisi humornya tinggi. Nah Ustadz Somad ini pengetahuannya luas dan tinggi. Mampu menjawab kebutuhan umat, kehausan akan pengetahuan. Jadi tidak perlu dikhawatirkan kalau orang dengan pengetahuan luas, " kata bapak dari 10 anak itu.

Ormas PGN Ngotot Tolak Ceramah Ustadz Abdul Somad di Semarang
Sebagai warga yang tinggal di Kota Semarang, Joko menyayangkan pelarangan segelintir orang terhadap kehadiran UAS.

Ia justru malah khawatir hal itu akan memicu pertentangan antarkelompok masyarakat. Pun menganggap bahwa Kota Semarang dikenal sebagai kota yang sangat kondusif dan selalu menekankan keberagaman.

"Tidak perlu khawatir kalau Beliau HTI. HTI kan sudah dibekukan kecuali kalau Beliau terang-terangan mendukung HTI. Apalagi Beliau sudah bersanding dengan tokoh nasional dan mengisi pengajian pemerintah," tutur Ketua Yayasan Bina Amal Itu.

Ustadz Abdul Somad dijadwalkan mengisi ceramah di tiga lokasi pada 30 hingga 31 Juli 2018 mendatang. Pertama, Ustadz Somad itu menghadiri acara dakwah di kampus Universitas Sultan Agung pada pukul 13.00 WIB.

Malamnya ia lalu berceramah di acara Tabligh Akbar di Lapangan Leboh Raya, Pedurungan pukul 20.00 WIB. Terakhir, UAS akan mengisi kajian subuh di Majid Jatisari BSB, Mijen pukul 05.00 WIB.

Selain menolak kehadiran UAS, organisasi PGN Jateng juga menyatakan akan mengawasi ceramah ustadz kondang tersebut. Mereka menilai pengawasan pengajian UAS itu untuk memastikan tidak adanya massa HTI yang datang, termasuk memantau apakah cermah bersama UAS diisi sesi menyanyikan lagu Indonesia Raya.

"Kami siap bubarkan. Kita lihat nanti apakah Somad menyanyikan Indonesia Raya atau tidak," kata Ketua PGN Jateng Muhammad Mustofa Mahendra.

Sumber: Viva.co.id | Editor: Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat