Senin, 17 Agustus 2026 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap | Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
 
 
☰ Ekbis
Restoran Beromzet Puluhan Juta Ketahuan Pakai Gas Subsidi
Kamis, 23 Agustus 2018 - 19:22:20 WIB

SULUHRIAU- PT Pertamina menggelar sidak di sejumlah rumah makan atau restoran di Yogyakarta yang diduga menggunakan tabung gas tiga kilogram bersubsidi.

Sebab, jenis gas yang disebut juga gas melon itu seharusnya untuk warga miskin dan usaha mikro.

Hasil sidak di sebuah restoran berinisial A di Jalan Yogyakarta-Bantul menemukan belasan tabung gas melon yang digunakan untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

“Jelas ini salah sasaran dan memakan jatah rakyat miskin dan usaha mikro," kata Andar Titi Lestari, Communication and CSR Manager Jawa Tengah dan DIY, PT Pertamina Unit Pemasaran IV Jateng-DIY di sela sidak pada Kamis, 23 Agustus 2018.

Restoran A, kata Andar, merupakan restoran yang beromzet puluhan juta per hari dan tidak masuk usaha mikro, sehingga dilarang menggunakan tabung gas melon.

"Kalau dalam satu hari saja mereka menghabiskan sepuluh tabung gas melon, maka dalam satu bulan mereka menghabiskan sekitar tiga ratus tabung gas melon. Jika dihitung satu bulan kebutuhan keluarga miskin sebanyak tiga tabung gas melon, maka restoran itu telah merebut jatah tiga puluh keluarga miskin atau usaha mikro," ujarnya.


Untuk mendapatkan gas melon, kata Andar, restoran A tidak membeli dari pangkalan, namun mendapatkan setoran dari pengecer. Pengecer itulah yang memasok gas melon ke restoran A tiap hari.

Dorojatun Sumantri, Sales Executive LPG DI Yogyakarta PT Pertamina, mengatakan, restoran yang ketahuan menggunakan gas melon harus ditukar dengan tabung gas elpiji Bright. Dua tabung melon ditukar dengan satu tabung gas epiji Bright.

Menurutnya, banyak berita tentang kelangkaan gas tiga kilogram subsidi di Yogyakarta tak lepas dari praktik nakal dari pengusaha restoran yang menggunakan gas melon untuk memasak. Karena itulah jatah untuk rakyat miskin terkurangi.

"Ini baru satu restoran, dan di Yogya ini banyak restoran yang mungkin juga menggunakan gas melon secara sembunyi-sembunyi. Gas melon itu ada tulisannya, ‘hanya untuk masyarakat miskin’, tapi nekat untuk masak di restoran," ujarnya.

Selain restoran, Dorojatun juga menduga, hilangnya gas melon dari pasaran dalam waktu tertentu, karena masuk ke peternakan yang biasa digunakan untuk pemanas pada ayam yang masih kecil.

Selain memantau langsung penggunaan gas melon agar tidak salah sasaran, Pertamina juga menyosialisasikan dan membina pangkalan agar menjual gas melon ke pengecer maksimal 50 persen dan yang 50 persen dijual secara langsung.

"Kami juga minta pangkalan memberikan sosialisasi kepada pengecer yang namanya terdaftar untuk tidak menjual gas melon ke restoran, meski dapat untung besar karena itu merugikan masyarakat miskin," ujarnya.

Sumber: viva.co.id | Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  • Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    02 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    03 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    04 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    05 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    06 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    07 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    08 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    09 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    10 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    11 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    12 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    13 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    14 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    15 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    16 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    17 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    18 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    19 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    20 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    21 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    22 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat