Demo ke Kantor DPRD Riau
HMI Cabang Pekanbaru Tuntut Kapolri Usut Kekerasan pada Aktivis HMI di Bengkulu
Jumat, 21 September 2018 - 20:07:25 WIB
SULUHRIAU- Pekanbaru- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pekanbaru menggelar aksi demo di DPRD Riau, Jumat (21/9/2018).
Aksi demo HMI Cabang Pekanbaru ini menuntut agar Kapolri mengusut tuntas tindakan kekerasan oknum aparat kepolisian terhadap terhadap kader HMI Bengkulu yang terjadi Selasa 18 September 2018 lalu.
Mereka menilai tindakan represif dilakuka oknum anggota Polisi terhadap kader HMI
menciderai semangat demokrasi di negeri ini.
HMI Cabang Pekanbaru mengutuk keras cara aparat kepolisian yang melakukan kekerasan dalam menangani aksi demonstrasi aktivis HMI di Bengkulu tersebut. Ini bentuk dari solidaritas terhadap sesama aktivis HMI yang mengalami kekerasan oleh oknum kepolisian saat menggelar aksi demonstrasi di Bengkulu.
Aksi mahasiswa ini sempat pemblokade jalan dengan cara membakar Ban tepatnya didepan pintu masuk kantor DPRD Riau.
"Kita meminta kepolisian membebaskan aktivis HMI yang ditahan Polda Bengkulu" kata Ketum HMI cabang Pekanbaru Wendi Fitrah sebagaimana tertuang dalam pernyataan sikap HMI Cabang Pekanbaru di Gedung DPRD Riau.
Selanjut mahasiswa meminta Kapolri mencopot Kapolda Bengkulu karena telah dinilai gagal melakukan pengawalan penyampaian pendapat dimuka umum.
Aksi ratusan aktivis HMI Pekanbaru mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian dari Polda Riau dan Polresta Pekanbaru yang hendak masuk dan berjumpa dengan Pimpinan DPRD Riau.
Seperti diberitakan benyak media, HMI berujung Aksi kekerasan fisik dan penangkapan puluhan kader HMI Cabang Bengkulu oleh oknum kepolisian.
Berdasarkan konferensi pers yg dilakukan oleh HMI Cabang Bengkulu setelah kejadian, di informasikan, 28 orang yang ditahan di Polda Bengkulu, terdiri dari 26 kader HMI dan 2 KAHMI, 37 orang kader mengalami luka ringan dan 6 orang mengalami luka berat dan harus dilarikan ke rumah sakit terdekat. (Jan
Komentar Anda :