Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Nasional
Pengamat: Jokowi Kesal karena Berharap Menang Mutlak, Tapi...
Kamis, 25 Oktober 2018 - 10:34:46 WIB

SULUHRIAU- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku kelepasan saat melontarkan kata-kata 'politikus sontoloyo' saking kesalnya terhadap cara-cara politik kotor. Kelepasan Jokowi tersebut dinilai sebagai bentuk ketidaksamaan antara harapannya dengan kenyataan.

"Saya pikir Jokowi ini kesal karena dia berharap bisa menang mutlak. Tapi sementara ini kenyataannya tidak demikian," kata Pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median) Rico Marbun seperti dilansir detik.com Kamis (24/10/2018) malam.

"Padahal apa yang tidak beliau miliki? Kepala daerah berduyun-duyun mendukung beliau. Parpol pendukung Jokowi juga lebih besar. Tapi perlawanan grass root oposan seperti tidak ada henti," imbuhnya.

Rico menuturkan, kekesalan Jokowi seolah akumulasi dari beragam isu SARA yang terjadi selama ini.

"Kalau melihat penjelasan jokowi, dia jengkel menggunakan kata sontoloyo kepada isu SARA, hoaks, dan lain-lain. Ini semua diframing oleh beliau dalam satu framing, gerakan ganti presiden, hoax Ratna, Habib Rizieq sampai dengan aksi penolakan pembakaran bendera," tutur Rico.

"Intinya beliau kesal dengan semua gerakan itu," simpulnya.

Pengamat: Jokowi Kesal karena Berharap Menang Mutlak, Tapi... Rico Marbun (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Menurut Rico, sikap 'keras' Jokowi sudah mulai ditunjukkan sejak Jokowi membuat video latihan tinju beberapa waktu lalu. Selain itu Jokowi juga pernah mempersilakan relawan jangan takut berkelahi.

"Dulu Jokowi secara demonstratif pernah berlatih tinju. Beberapa bulan silam Jokowi mempersilahkan relawannya jangan takut untuk berkelahi. Sekarang Jokowi menyerang politisi lawannya dengan kata sontoloyo," bebernya.

Rico menambahkan, terkait apa yang diucapkan Jokowi soal politik sontoloyo, tim suksesnya diharapkan tetap tenang.

"Kalau menurut saya yang bisa dilakukan oleh elit pendukung jokowi ialah bersikap tenang dan tidak jumawa. Fokus saja sosialisasi pemenuhan janji Jokowi yang sudah dilakukan," saran Rico.

Sebelumnya Jokowi telah mengklarifikasi soal ucapannya, Jokowi mengaku karena kesal terhadap cara politik kotor itulah dia kelepasan mengeluarkan istilah 'politik sontoloyo'. Dia sendiri menegaskan tidak pernah sebelumnya mengeluarkan istilah itu.

"Inilah kenapa kemarin saya kelepasan, saya sampaikan 'politikus sontoloyo' ya itu. Jengkel saya. Saya nggak pernah pakai kata-kata seperti itu. Karena sudah jengkel ya keluar. Saya biasanya ngerem, tapi sudah jengkel ya bagaimana," kata Jokowi.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat