Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Nasional
Pengamat: Jokowi Kesal karena Berharap Menang Mutlak, Tapi...
Kamis, 25 Oktober 2018 - 10:34:46 WIB

SULUHRIAU- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku kelepasan saat melontarkan kata-kata 'politikus sontoloyo' saking kesalnya terhadap cara-cara politik kotor. Kelepasan Jokowi tersebut dinilai sebagai bentuk ketidaksamaan antara harapannya dengan kenyataan.

"Saya pikir Jokowi ini kesal karena dia berharap bisa menang mutlak. Tapi sementara ini kenyataannya tidak demikian," kata Pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median) Rico Marbun seperti dilansir detik.com Kamis (24/10/2018) malam.

"Padahal apa yang tidak beliau miliki? Kepala daerah berduyun-duyun mendukung beliau. Parpol pendukung Jokowi juga lebih besar. Tapi perlawanan grass root oposan seperti tidak ada henti," imbuhnya.

Rico menuturkan, kekesalan Jokowi seolah akumulasi dari beragam isu SARA yang terjadi selama ini.

"Kalau melihat penjelasan jokowi, dia jengkel menggunakan kata sontoloyo kepada isu SARA, hoaks, dan lain-lain. Ini semua diframing oleh beliau dalam satu framing, gerakan ganti presiden, hoax Ratna, Habib Rizieq sampai dengan aksi penolakan pembakaran bendera," tutur Rico.

"Intinya beliau kesal dengan semua gerakan itu," simpulnya.

Pengamat: Jokowi Kesal karena Berharap Menang Mutlak, Tapi... Rico Marbun (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Menurut Rico, sikap 'keras' Jokowi sudah mulai ditunjukkan sejak Jokowi membuat video latihan tinju beberapa waktu lalu. Selain itu Jokowi juga pernah mempersilakan relawan jangan takut berkelahi.

"Dulu Jokowi secara demonstratif pernah berlatih tinju. Beberapa bulan silam Jokowi mempersilahkan relawannya jangan takut untuk berkelahi. Sekarang Jokowi menyerang politisi lawannya dengan kata sontoloyo," bebernya.

Rico menambahkan, terkait apa yang diucapkan Jokowi soal politik sontoloyo, tim suksesnya diharapkan tetap tenang.

"Kalau menurut saya yang bisa dilakukan oleh elit pendukung jokowi ialah bersikap tenang dan tidak jumawa. Fokus saja sosialisasi pemenuhan janji Jokowi yang sudah dilakukan," saran Rico.

Sebelumnya Jokowi telah mengklarifikasi soal ucapannya, Jokowi mengaku karena kesal terhadap cara politik kotor itulah dia kelepasan mengeluarkan istilah 'politik sontoloyo'. Dia sendiri menegaskan tidak pernah sebelumnya mengeluarkan istilah itu.

"Inilah kenapa kemarin saya kelepasan, saya sampaikan 'politikus sontoloyo' ya itu. Jengkel saya. Saya nggak pernah pakai kata-kata seperti itu. Karena sudah jengkel ya keluar. Saya biasanya ngerem, tapi sudah jengkel ya bagaimana," kata Jokowi.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat