Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Internasional
Bela Pribumi Melayu, Rakyat Malaysia Turun ke Jalan dalam Aksi 812
Minggu, 09 Desember 2018 - 01:47:44 WIB

SULUHRIAU- Hari Sabtu, (8/12/2018, kelompok partai oposisi Malaysia, UMNO dan PAS mendukung langkah pemerintah Negeri Jiran menolak menyetujui dan meratifikasi konvensi antidiskriminasi PBB melalui unjuk rasa Aksi 812 yang dihadiri sekitar 50 ribu massa.

Mereka  menggelar Aksi 812 dalam rangka merayakan putusan pemerintah yang batal meratifikasi Konvensi Internasional tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial (ICERD). Aksi ini digelar sebagai bentuk kegembiraan atas tuntutan yang dipenuhi oleh pemerintah.

Sebelumnya, perintah Malaysia berniat untuk meratifikasi konvensi ICERD tersebut. Namun pihak oposisi yang dipimpin oleh Ahmad Zaid Hamidi dari partai UMNO, menolak ratifikasi tersebut karena khawatir berdampak pada hak istimewa mereka sebagai masyarakat pribumi.

Pemerintah pun akhirnya memutuskan membatalkan ratifikasi tersebut pada 23 November lalu. Namun, walaupun sudah dibatalkan, pihak oposisi tetap melakukan aksi sebagai bentuk merayakan keputusan pemerintah yang tak jadi meratifikasi konvensi.

Dalam pernyataannya, PM Malaysia, Dr Mahathir Mohamad mempertahankan keputusannya menolak Konvensi Internasional tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Kaum (ICERD) untuk membantu orang Melayu dan Bumiputera (Pribumi Malaysia).

Perdana menteri mengatakan orang-orang Melayu harus diberi kesempatan untuk berhasil seperti ras lain di negara yang lebih maju di berbagai bidang.

“Kalau kita tidak beri kepada orang Melayu peluang yang lebih sikit dari kaum lain, kalau kita percaya bahwa kita harus beri apa pun secara sama, maka yang sudah mahir akan lebih berhasil dan yang tidak efisien akan menjadi mundur.

“Jika kami ingin mereka mengejar orang di depan mereka, mereka harus diberi lebih banyak ruang untuk sukses, jadi kami tidak bisa menerima ICERD.

“Ia tidak memberi hak kepada kita untuk membeda-bedakan layanan bagi etnis di Malaysia sebab mereka tidak berada di taraf yang sama … dan kita tidak akan pinda Konstitusi kita,” katanya disampaikan pada Himpunan Siswa, Alumni, dan Profesional Muda bersama Karnaval Putra 2018 di Universitas Teknologi Mara (UiTM) Sabtu malam, sebagaimana dikutip laman freemalaysiatoday.com.

Kantor Perdana Menteri sebelumnya dalam sebuah pernyataan mengatakan Putrajaya akan terus mempertahankan Konstitusi Federal di mana kontrak sosial disepakati oleh perwakilan dari semua ras selama pembentukan negara.

ICERD disetujui dalam Sidang Umum PBB tahun 1965, tetapi tidak diratifikasi Malaysia hingga kini karena pemimpin Melayu khawatir itu bertentangan Pasal 153 Konstitusi Federal yang merupakan dasar bagi kebijakan afirmatif untuk melindungi orang Melayu dan Bumiputera.

Dr Mahathir mengatakan, meskipun diberikan bantuan, orang Melayu harus menerima kenyataan mereka masih tertinggal dalam berbagai aspek di negara sendiri, dibandingkan bangsa lain yang datang ke Tanah Melayu sewaktu penjajahan Inggris.

“Ketika Inggris datang, mereka berpikir orang-orang di semenanjung itu tidak mau bekerja, mereka ingin membuka tambang dan ladang karet, sehingga mereka membawa orang asing dan Malaysia menjadi negara multiras.

“Kami tahu hari ini di negara multi-rasial ini, kami menemukan Bumiputera tertinggal di belakang, menjadi orang-orang pedesaan.

“Mereka menanam, menangkap ikan. Mereka miskin, tetapi ketika menawarkan harga yang bagus untuk tanah mereka, mereka bersedia menjual tanah dan bergerak lebih jauh dari kota, ” kata Mahathir.

Berbicara di depan lebih dari 3.000 mahasiswa UiTM, Dr Mahathir mengatakan orang Melayu memiliki kecerdasan yang sama dengan ras lain, tetapi yang membedakan mereka adalah usaha.

“Kami kompeten, kami pintar, kami baik, tetapi orang-orang kompeten jika mereka tidak bekerja, mereka tidak akan berhasil. Jika kita menyadari kita tertinggal, malu mengapa kita tertinggal di negara kita sendiri, maka kita akan berusaha untuk membuat diri kita sendiri.”

Dia membandingkan saat belajar di King Edward VII Medical College di Singapura, di mana hanya 7 dari 70 siswa yang Melayu.

“Saya salah satu yang terbaik, di antara 7 siswa Melayu, tetapi di antara 70 siswa lainnya, saya jauh tertinggal dibandingkan dengan anak-anak China dan India yang merupakan kelas dengan saya.

“Mereka mendapat 6-7A, saya hanya punya 3A. Ada juga pengganggu senior saya dan katakan pada saya untuk membungkus pakaian dan mengatakan itu tidak sebanding dengan dokter. ”

Karena itu, katanya, ia belajar keras untuk lulus dan menjadi dokter.

“Saya harus bekerja lebih keras daripada orang lain. Yang lain membaca sekali, jadi saya harus membaca 10 kali. Bahkan ketika saya menjawab kertas ujian, saya bisa melihat halaman dan gambar di buku,” ujarnya.

Aksi unjuk rasa itu diikuti sekitar 50 ribu orang, termasuk dihadiri  mantan PM Najib dan istri bergabung dengan para pengunjuk rasa dari Stasiun LRT Masjid Jami. Kedatangannya disambut meriah pengunjuk rasa.

Mantan PM Malaysia, Najib Razak beserta istri. Najib turut mengenakan baju koko berwarna putih yang menjadi simbol demonstrasi, dan songkok hitam. Sedangkan Rosmah mengenakan kerudung dan baju gamis putih, dipadukan selendang hitam.

Unjuk rasa itu juga dihadiri Ketua Partai Organisasi Nasional Persatuan Melayu (UMNO), Ahmad Zahid Hamidi, yang menggantikan Najib. Selain itu pemimpin Partai Islam Se-Malaysia (PAS) juga terlihat. Namun, Na


 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat