Rabu, 19 Agustus 2026 Gerebek Rumah di Bukit Payung, Polisi Kampar Amankan 4 Pengedar Sabu | Ketua RT/RW Diberi HP, Nanti Warga Urus Surat Sistim Digitalisasi, tak Perlu Bolak-balik ke Kantor Lurah | Hadapi Potensi Bencana, BPBDPK Riau Rapatkan Barisan Damkar se-Provinsi | Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional | Gratis! Kemenkum Riau Gandeng BNI Daftarkan Hak Cipta Pelaku Kreatif dan UMKM | Perkuat Akses Keadilan, Kemenkum Riau dan Kejati Riau Bangun Sinergi Layanan Hukum bagi Masyarakat
 
 
☰ Peristiwa
Pakar AS Bicara Penyebab Peringatan Tsunami di Banten Tak Aktif
Senin, 24 Desember 2018 - 12:06:05 WIB

SULUHRIAU- Pakar tsunami dari Amerika Serikat (AS) bicara soal dugaan penyebab tsunami di Selat Sunda yang menerjang wilayah Banten hingga Lampung. Peristiwa di Selat Sunda itu disebut langka hingga menyebabkan peringatan dini tsunami menjadi tak berguna.

"Ini bukan tsunami biasa. Ini adalah tsunami vulkanik. Itu tidak naik ke tingkat yang memicu peringatan. Jadi dari sudut pandang itu, pusat peringatan tsunami pada dasarnya tidak berguna," kata Director of the University of Southern California's Tsunami Research Center, Costas Synolakis, seperti dilansir dari nbcnews, Senin (24/12/2018).

Karena kedekatan Anak Krakatau ke pantai, Synolakis menduga tsunami pada Sabtu lalu kemungkinan melanda 20 hingga 30 menit setelah aktivitas vulkanik. Dia mengatakan ini bukan pertama kalinya Anak Krakatau menyebabkan kerusakan di Indonesia.

Menurut Synolakis, pada tahun 1883, gunung berapi itu menghancurkan wilayah yang sama dengan saat ini selama masa aktivitas gunung berapi. "Itu tidak diharapkan, tetapi tidak terduga untuk terjadi letusan yang dapat menciptakan longsoran dengan cara yang sama yang dipicu 175 tahun yang lalu," tuturnya.

Pakar lainnya, Profesor Emeritus Ilmu Bumi di Northwestern University Emile Okal menduga tanah longsor di bawah air lah yang membuat gelombang.

"Gunung berapi adalah sesuatu yang hidup. Ini adalah sesuatu yang secara geologis tidak dalam kondisi stabil kapan pun. Akhirnya akan terjadi tanah longsor, dan jika berada di bawah air, akan menggusur air dan membuat gelombang," ucap pria yang telah mempelajari tsunami selama 35 tahun ini.

Okal mengatakan untuk mendeteksi tsunami dengan benar, Indonesia perlu menghabiskan sekitar satu miliar dolar AS untuk teknologi dan tenaga sepanjang waktu di sepanjang pesisirnya. Bahkan pada saat itu bukan jaminan bahwa peringatan akan datang pada waktunya.

Namun, dia tak cuma menyoroti soal penyebab tsunami itu. Okal menilai tsunami yang diduga disebabkan oleh gunung berapi ini bukan satu-satunya alasan tsunami menimbulkan banyak korban, namun ada pengaruh dari air pasang.

"Sangat buruk bahwa ini terjadi pada malam hari, tampaknya menambah jumlah korban cedera. Ini terjadi saat air pasang. Semuanya sama, bahayanya akan meningkat," tutur Okal.


Okal pun mengatakan menggelar konser musik di dekat pantai di sekitar gunung berapi yang sedang meletus bukanlah ide yang baik. Menurutnya, konser itu membuat korban semakin banyak karena ada konsentrasi massa yang cukup banyak. Sebagaimana diketahui di malam kejadian tengah dilangsungkan konser band Seventeen di Tanjung Lesung.

"Bukan ide yang baik untuk mengadakan konser rock di pantai di sekitar gunung berapi yang meletus. Itu adalah komentar yang mudah dibuat setelah fakta tetapi adalah sesuatu yang keluar dari akal sehat," kata Okal.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Gerebek Rumah di Bukit Payung, Polisi Kampar Amankan 4 Pengedar Sabu
  • Ketua RT/RW Diberi HP, Nanti Warga Urus Surat Sistim Digitalisasi, tak Perlu Bolak-balik ke Kantor Lurah
  • Hadapi Potensi Bencana, BPBDPK Riau Rapatkan Barisan Damkar se-Provinsi
  • Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional
  • Gratis! Kemenkum Riau Gandeng BNI Daftarkan Hak Cipta Pelaku Kreatif dan UMKM
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Gerebek Rumah di Bukit Payung, Polisi Kampar Amankan 4 Pengedar Sabu
    02 Ketua RT/RW Diberi HP, Nanti Warga Urus Surat Sistim Digitalisasi, tak Perlu Bolak-balik ke Kantor Lurah
    03 Hadapi Potensi Bencana, BPBDPK Riau Rapatkan Barisan Damkar se-Provinsi
    04 Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional
    05 Gratis! Kemenkum Riau Gandeng BNI Daftarkan Hak Cipta Pelaku Kreatif dan UMKM
    06 Perkuat Akses Keadilan, Kemenkum Riau dan Kejati Riau Bangun Sinergi Layanan Hukum bagi Masyarakat
    07 Perkuat Akses Hukum, Kemenkum Riau Genjot Pendampingan JDIH ke Pemda, DPRD dan Kampus
    08 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
    09 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    10 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    11 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    12 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    13 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    14 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    15 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    16 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    17 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    18 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    19 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    20 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    21 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    22 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat