Dari Diskusi LSM Pemerhati Lingkungan: Ada 25 Grup Taipan Kuasai Sawit di Indonesia
Sabtu, 02 Februari 2019 - 13:04:06 WIB
SULUHRIAU, Pekanbaru- Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Pemerhati Lingkungan menggelar diskusi "Kuasa Taipan Kelapa Sawit di Indonesia".
Diskusi yang berlangsung di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Kamis (31/2/2019) itu berlangsung cukup menarik.
Perwakilan dari Tuk Indonesia, Wiwid yang menyampaikan materi dalam diskusi tersebut menyampaikan ada 25 group Taipan terbesar dan total kekayaan group taipan mencapai Rp 186,3 triliun.
Selain perwakilan Transparansi untuk Keadilan Indonesia (Tuk Indonesia), juga dihadiri Kordinator Jikalahari, Made Ali, Perwakilan LAM Datuk Al Azhar, Anggota DPRD Riau Suhardiman Amby dan dosen Universitas Riau, Dahlan Tampuboloh serta praktisi sebagai nara sumber.
Dalam diskusi itu nara sumber juga menyampaikan, Ekspansi dalam skala yang luar biasa atas perkebunan kelapa sawit di Indonesia menciptakan masalah lingkungan dan sosial yang serius.
Wiwid juga menambahkan, sejumlah besar hutan berharga dikonversi menjadi perkebunan, habitat spesies yang dilindungi terancam punah, emisi gas rumah kaca yang signifikan disebabkan pengembangan lahan gambut dan banyak masyarakat kehilangan akses terhadap tanah yang sangat penting untuk subsisten.
"Kajian Tuk Indonesia sebanyak 25 grup bisnis terbesar kelapa sawit di Indonesia dan Taipan di belakangnya yang mendominasi kelompok usaha yang dikendalikan para Taipan tersebut serta lembaga finansial yang umumnya dari luar negeri," katanya.
29 orang Taipan yang mengendalikan 25 grup bisnis kelapa sawit di Indonesia termasuk di Riau mengantongi izin 5,1 juta hektare lahan sawit dari 10 juta hektare luas tanam kelapa sawit di Indonesia. [rri, slt]
Komentar Anda :