Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Politik
Disebut Ngigau Salahkan Jokowi Terkait Andi Arief, Begini Respons Poyuono
Selasa, 05 Maret 2019 - 10:48:11 WIB

SULUHRIAU- Jubir Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily, menyebut Waketum Gerindra Arief Poyuono sedang mengigau karena menyalahkan Presiden Jokowi atas tertangkapnya Wasekjen Partai Demokrat (PD) Andi Arief.

Poyuono menjelaskan lebih lanjut mengenai alasan Jokowi perlu disalahkan terkait penangkapan Andi Arief.

"Kenapa Joko Widodo wajib kami salahkan dalam menyikapi pengunaan narkoba yang paling makin meningkat jumlahnya di Indonesia di era pemerintahan Joko Widodo.

Penyelundupan narkoba yang berhasil masuk ke Indonesia di era Joko Widodo diperkirakan jumlahnya jauh lebih besar dibanding keberhasilan aparat membongkar kasus-kasus seperti ini, ini kata-kata seorang mantan pejabat Badan Narkotika Nasional (BNN) Benny Mamoto," kata Poyuono kepada wartawan, Selasa (5/3/2019).

Dia kemudian membeberkan mengenai rendahnya pengungkapan penyelundupan narkoba oleh aparat penegak hukum di Indonesia. Menurut dia, Indonesia menjadi sasaran dari penyelundupan jaringan narkoba internasional.

"Dari survei BNN, keberhasilan aparat penegak hukum mengungkap penyelundupan narkoba 'baru sekitar 10%'. Artinya 90 % yang beredar dan dikonsumsi jutaan masyarakat Indonesia yang jadi korban narkoba, nah ini bentuk kegagalan Joko Widodo dalam pemberantasan peredaran narkoba di Indonesia," ujar dia.

Poyuono menyebut Andi Arief sebagai korban dari peredaran narkoba. Bagi Poyuono, banyak pihak yang tidak sadar akan kegagalan pemerintah dalam memberantas peredaran narkoba di Indonesia.

"Maka korban dari peredaran narkoba yang kayak model Andi Arief hingga berjumlah jutaan. Nah kok kami bilang Andi Arief korban kegagalan Joko Widodo dalam hal pemberantasan peredaran narkoba, banyak yang tim sana enggak nyampe pikirannya ya, dimana penguna narkoba yang korban peredaran narkoba disebabkan oleh gagalnya pemerintah," imbuh dia.

"Nah itulah pemberantasan narkoba itu dalam sebuah negara merupakan tanggung jawab seorang Presiden dalam melindungi warga negara dari kerusakan kerusakan jiwa dan mental akibat narkoba," sambungnya.

Sebelumnya, Ace menepis pernyataan Poyuono yang menyalahkan Jokowi terkait penangkapan Andi Arief dalam kasus narkoba. Ace menegaskan tertangkapnya Andi Arief justru bukti pemerintah tidak tebang pilih dalam memberantas narkoba.

"Pak Arief Poyuono sedang tidak mengigau, kan? Kok Andi Arief yang mengkonsumsi narkoba, Pak Jokowi yang disalahkan. Andi Arief yang bersalah, Pak Jokowi yang disalahkan. Justru dengan ditangkapnya Andi Arief pemerintah Jokowi tak pandang bulu siapapun yang terlibat narkoba harus diadili," ungkap juru bicara TKN Jokowi, Ace Hasan Syadzily, kepada wartawan, Senin (4/3/2019).

Ace lalu menyindir kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terkait kasus ini. Dia meminta Arief untuk ngaca.

"Harusnya Pak Arief Poyuono yang ngaca diri. Bagaimana kubu Prabowo mau memberantas narkoba, lha wong tim andalannya yang suka menyerang Pak Jokowi malah digerebek kasus narkoba," kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR itu.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat