Senin, 17 Agustus 2026 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat | Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat | Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana | Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas | Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
 
 
☰ Ekbis
Peserta Tanya Kenapa Logo Uang RI ini Mirip Palu Arit
Antusias, Pedagang Ikuti Sosialiasi Pencegahan Uang Palsu Digelar Kesbangpol Pekanbaru
Selasa, 23 April 2019 - 12:12:58 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Sosialisasi pencegahan uang palsu digelar Badan Kesabngpol Pekanbaru antusias diikuti peserta yang notabene pedagang kecil menengah.

Sosialisasi diikuti 100 peserta yang digelar Selasa (23/4/2019) di aula Kantor Kesbangpol Jl Arifin Ahmad.

Badan Kesbangpol dalam sosialisasi ini menggandeng pihak Bank Indonesi (BI) Perwakilan Riau dan pihak Polresta Pekanbaru.

Acara dibuka Kaban Kesbangpol Pekanbaru, M Yusuf M.Pd didampingi Kabid Kewaspadaan Kesbangpol Inang Tati Dewi.

Sosialisasi ini diikuti pedagang kecil yang sewaktu-waktu bisa saja menjadi korban dari traksaksi jual beli dilakukan oknum pengedar uang palsu.

Saat sosialisasi ini nara sumber dari BI Perwakilan Riau Rezi Ariadi dengan memperkenalkan ciri-ciri uang palsu. Nara sumber dari BI ini menjelaskan dengan gamblang sejumlah ciri uang asli dengan pengamannya dengan mencontohkan uang pecahan Rp100.000 dan pecahan lainnya.

Ia mengatakan, uang palsu ini sangat merugikan masyarakat. Sebab itu, BI sendiri juga turut mensosialisasi uang palsu kepada masyarakat. "Sebenarnya, sangat mudah membedakan uang palsu dengan asli, apa lagi, kalau  kita tahu tipsnya," kata Rezi.

Dalam sesi tanya jawab, peserta antusias melontarkan pertanyaan soal uang palsu dan jaminan BI kepada korban yang menerima uang palau dalam transaksi jual beli.

Bahkan ada peserta yang menanyakan mengapa logo uang rupiah emisi baru, ada logo mirip palu arit? "Sampai sekarang saya belum tahu persis alasannya," kata penanya.

Selain itu, peserta juga menanyakan soal konpensasi bank atau BI, jika terdapat uang palsu saat menarik uang di ATM.

Menyikapi hal ini, nara sumber BI Rezi menjawab pertanyaan peserta menegaskan, bahwa itu bukan logo palu arit.

Logo tersebut dibuat dengan metode bernama rectoverso atau gambar saling isi. Penggunaannya bertujuan sebagai unsur pengaman uang kertas rupiah untuk melindungi uang dari pemalsuan.

Unsur pengaman rectoverso adalah teknik yang juga diterapkan pada uang kertas dari negara lain. Masyarakat sendiri dapat cukup mudah mengenalinya dengan cara diterawang.

"BI tidak mungkin berapiliasi ke organisasi terlarang. Ini lebih pada desain, bukan palu arit, tapi logo BI dinamakan desai saling isi. Itu logo BI, "kata sembari menyebutkan pertanyaan palu arit ini mengingatkan pada memori beberapa tahun lalu, soal ini pernah viral.

Mengenai konpensasi BI terhadap korban uang palsu saat transaksi jual beli, Rezi mengatakan, BI tidak mengganti rugi. Namun,akan mengklarifikasi soal kerugian warga. Sedangkan kalau terjadi saat penarikan ATM,  sejauh hal itu cepat dilaporkan ke bank bersangkutan biasanya bank akan memberikan konpenasi. "Cepat dilaporkan ke bank, jangan bawa kemana-mana dulu,"katanya.

Kalau saat didapati saat setor tunai, Rezi mengatakan, biasanya jarang terjadi, karena sudah ada antisipasi uang palsu.

Sementara itu, Kaban Kesbangpol M Yusuf dan Kabid Kewaspadaan Inang Tati Dewi mengatakan, kegiatan sosialisasi ini dengan maksud untuk pencegahan beredarnya uang palsu, terutama akan masuknya bulan ramadhan dan Idul Fitri. "Sasaran kita penyuluhan ini pedagang kecil, diikuti 200 peserta," katanya.

Acara ini ditutup Sekbanpol Meisisco. Dalam kesempatan itu Mei mengharapkan dengan ada sosialisasi ini, masyarakat tidak dengan  mudah tertipu uang palsu. [chr]



 
Berita Lainnya :
  • Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
  • Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
  • Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
  • Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
    02 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    03 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    04 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    05 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    06 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    07 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    08 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    09 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    10 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    11 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    12 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    13 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    14 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    15 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    16 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    17 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    18 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    19 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    20 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    21 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    22 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat