Rabu, 19 Agustus 2026 Gerebek Rumah di Bukit Payung, Polisi Kampar Amankan 4 Pengedar Sabu | Ketua RT/RW Diberi HP, Nanti Warga Urus Surat Sistim Digitalisasi, tak Perlu Bolak-balik ke Kantor Lurah | Hadapi Potensi Bencana, BPBDPK Riau Rapatkan Barisan Damkar se-Provinsi | Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional | Gratis! Kemenkum Riau Gandeng BNI Daftarkan Hak Cipta Pelaku Kreatif dan UMKM | Perkuat Akses Keadilan, Kemenkum Riau dan Kejati Riau Bangun Sinergi Layanan Hukum bagi Masyarakat
 
 
☰ Peristiwa
Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Bisa Turunkan KDRT
Selasa, 23 April 2019 - 17:52:58 WIB
Acara peringati hari Kartini di Pemkab Natuna

SULUHRIAU, Natuna- Kekerasan terhadap perempuan masih sangat tinggi pada masa sekarang ini, khususnya dalam rumah tangga.
Pemberdayaan ekonomi terhadap perempuan ditengarai bisa menurunkan angka kekerasan perempuan dalam rumah tangga. Karena nantinya perempuan menjadi lebih mandiri secara ekonomi bagi keluarganya.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Natuna, Hj. Kartina Riauwita, saat menyampaikan kata sambutan pada acara Peningkatan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan di Kabupaten Natuna, dalam momentum peringatan Hari Kartini tahun 2019 di Gedung Sri Serindit, Ranai, Kecamatan Bunguran Timur, pada Selasa (23/4/2019).

Kartina menjelaskan, budaya patriarki yang masih kental di tengah-tengah masyarakat, menjadikan kaum perempuan masih rentan terhadap aksi kekerasan yang dilakukan oleh kaum lelaki, sebagai kepala keluarga.

Dikatakan, ketergantungan kepada kaum laki-laki atau kepada suami dalam berumah tangga, menjadikan perempuan bungkam ketika menerima perlakuan tidak menyenangkan ataupun kekerasan.

“Mereka takut jika bercerai dengan suaminya, akan mengalami kesulitan ekonomi, terutama terhadap kelangsungan hidup kedepan bagi anak-anak mereka,” ujar Kartina.

Meski demikian, ia juga meminta agar para perempuan tetap mengutamakan tanggungjawab mereka sebagai seorang istri atau ibu rumah tangga yang baik, dengan melayani suami dan mengurus anak-anak mereka.

“Suami boleh melarang istrinya untuk bekerja, asal dirinya mampu untuk mencukupi kebutuhan bagi keluarganya. Itu semua tergantung kepada kesepakatan bersama didalam keluarga,” katanya.

Tampak Ketua GOW Natuna, Hj Raja Peni Andriani saat menyampaikan pemaparan materi kepada peserta.
Namun, lanjut Kartina, peningkatan partisipasi perempuan dalam ekonomi untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi juga sangat penting.

Untuk itu ia berharap, perempuan kiranya dapat memanfaatkan peluang pesatnya perkembangan ekonomi, termasuk ekonomi digital saat ini. Sehingga dapat menjadi akselerator peningkatan partisipasi perempuan dalam perekonomian.

Masih kata dia, bahwa pemberdayaan ekonomi perempuan diperlukan untuk mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kalau ekonomi perempuan meningkat, kesejahteraan keluarga pun pasti akan ikut meningkat. Jadi nanti perempuan tidak lagi jadi beban bagi suaminya, tapi justru jadi penguat ekonomi bagi keluarganya. Dan bisa menjadi sumberdaya manusia yang bisa diandalkan, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Natuna,” terang Kartina.

Sementara itu, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Natuna, Hj. Raja Peni Andriani, yang juga merupakan narasumber dalam kegiatan tersebut menyampaikan, bahwa perempuan harus bisa memanfaatkan perkembangan tekhnologi untuk meningkatkan ekonomi bagi keluarganya, dengan cara menciptakan peluang usaha seperti industri rumahan dan lain sebagainya.

“Kita harus bisa memanfaatkan perkembangan tekhnologi saat ini, untuk mempermudah kita dalam memasarkan produk yang kita jual,” ungkap Raja Peni.

Mantan Ketua KPPAD Natuna itu juga menekankan, agar para perempuan yang menjadi pelaku usaha, harus bisa menangkap peluang bisnis, yang bisa dikembangkan di daerahnya. Misalnya harus bisa melihat apa yang diinginkan oleh konsumen saat ini, dan harus bisa membuat produk yang kita hasilkan menarik minat pembeli.

“Kita juga harus bisa memberikan pelayanan yang prima bagi konsumen. Yang terpenting kita juga harus selalu berperilaku jujur kepada setiap konsumen. Mungkin mereka tidak tahu kalau kita bohong, tapi Allah maha tahu. Hal kecil seperti ini juga harus kita perhatikan,” ujar Raja Peni.

Raja Peni juga menyarankan, agar pelaku industri rumah tangga juga memperhatikan masalah managemen keuangan. Dari mulai pengeluaran modal maupun laba yang dihasilkan. Agar bisa menjadi bahan evaluasi bagi kelanjutan usahanya kedepan.

Kegiatan yang mengangkat tema “Dengan Momentum Hari Kartini tahun 2019, Kita Tingkatkan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Menuju Keluarga Sejahtera di Kabupaten Natuna” itu, juga dihadiri oleh Psikolog Klinis dari P2TP2A Serindit Natuna, Sumarni. Serta para peserta dari seluruh organisasi wanita yang tergabung dalam GOW Natuna, yang merupakan mitra kerja Dinsos PPPA Natuna.(nur)






 
Berita Lainnya :
  • Gerebek Rumah di Bukit Payung, Polisi Kampar Amankan 4 Pengedar Sabu
  • Ketua RT/RW Diberi HP, Nanti Warga Urus Surat Sistim Digitalisasi, tak Perlu Bolak-balik ke Kantor Lurah
  • Hadapi Potensi Bencana, BPBDPK Riau Rapatkan Barisan Damkar se-Provinsi
  • Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional
  • Gratis! Kemenkum Riau Gandeng BNI Daftarkan Hak Cipta Pelaku Kreatif dan UMKM
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Gerebek Rumah di Bukit Payung, Polisi Kampar Amankan 4 Pengedar Sabu
    02 Ketua RT/RW Diberi HP, Nanti Warga Urus Surat Sistim Digitalisasi, tak Perlu Bolak-balik ke Kantor Lurah
    03 Hadapi Potensi Bencana, BPBDPK Riau Rapatkan Barisan Damkar se-Provinsi
    04 Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional
    05 Gratis! Kemenkum Riau Gandeng BNI Daftarkan Hak Cipta Pelaku Kreatif dan UMKM
    06 Perkuat Akses Keadilan, Kemenkum Riau dan Kejati Riau Bangun Sinergi Layanan Hukum bagi Masyarakat
    07 Perkuat Akses Hukum, Kemenkum Riau Genjot Pendampingan JDIH ke Pemda, DPRD dan Kampus
    08 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
    09 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    10 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    11 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    12 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    13 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    14 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    15 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    16 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    17 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    18 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    19 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    20 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    21 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    22 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat