Rabu, 19 Agustus 2026 4 Jam Berjuang Berjibaku di Lahan Gambut, Tim Gabungan Padamkan Kebakaran di Rimbo Panjang | Patroli Malam hingga Dini Hari, Polres Kampar Amankan Titik Rawan di Kota Bangkinang | Gerebek Rumah di Bukit Payung, Polisi Kampar Amankan 4 Pengedar Sabu | Ketua RT/RW Diberi HP, Nanti Warga Urus Surat Sistim Digitalisasi, tak Perlu Bolak-balik ke Kantor Lurah | Hadapi Potensi Bencana, BPBDPK Riau Rapatkan Barisan Damkar se-Provinsi | Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional
 
 
☰ Peristiwa
Hewan Ini Dulu Ditangkap Karena Menerkam Manusia di Inhil
Dipasangi Kalung GPS, Harimau Bonita-Atan Bintang Segera Dilepasliarkan
Senin, 29 Juli 2019 - 10:20:07 WIB
Harimau Bonita (Foto: Dok. BKSDA/dtc)

SULUHRIAU- Harimau liar Sumatera yakni Bonita dan Atan Bintang akan dipasangkan kalung GPS Collar di pusat rehabilitasi harimau sumatera di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar). Selanjutnya dua puncak predator ini akan dilepasliarkan ke Riau.

"Hari ini akan dilakukan pemasangan GPS Collar terhadap dua harimau tersebut. Dengan pemasangan GPS Collar diharapkan keduanya akan segera dilepasliarkan di Riau," kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono kepada detikcom, Senin (29/7/2019).

Haryono menjelaskan, kedua harimau liar ini akan dilepaskan di Riau yang habitatnya ada kemiripan dari lokasi awal penangkapan.

"Akan dilepasliarkan ke habitat yang mendekati kemiripan, atau kesamaan dengan habitat aslinya. Yaitu lokasinya di hutan bergambut atau rawa-rawa," kata Haryono.

Setelah GPS Collar dipasang, sambung Haryono, akan dilakukan penyesuaian selama 2 x 24 jam setelah pemantauan secara teknis efektifitas signal yang akan dikeluarkan GPS tersebut.

"Sebagaimana diketahui, sejak awal kita tidak akan membagi informasi ke publik di mananya itu tidak akan beritahukan. Hal ini tentunya terkait untuk keselamatan harimau sumatera itu sendiri," kata Haryono.

Sebagaimana diketahui, harimau Bonita dievakuasi dari habitatnya di Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil pada April 2018 lalu. Harimau betina yang diberi nama Bonita ini sempat ramai dibicarakan dunia internasional karena membunuh 2 warga setempat.

Keanehan lainnya, Bonita ini menjadi perhatian pemerhati harimau di dunia karena sifatnya meniru kucing yang tidak risih berada di lingkungan manusia. Bonita sempat disebut-sebut ingin dimanja.

Untuk menangkap Bonita pasca menerkam dua warga, membutuhkan waktu selama 3 bulan lamanya. Tim BBBKSDA bersama TNI/Polri dan masyarakat tak kenal lelah untuk mencarinya sampai akhirnya tertangkap.

Selanjutnya harimau jantan Atan Bintang dievakuasi pada November 2018 lalu karena terjebak di bawah rumah toko di Pasar Pulau Burung Kecamatan Pulau Burung juga berada di Kabupaten Inhil.

Pasca dievakuasi, kedua satwa liar ini dikirim ke Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya milik Yayasan Arsari Djojohadikusumo (PR-HSD) yang bekerjasama dengan Kementerian LHK. Kedua harimau liar ini hasil pemeriksaan medis dinyatakan sehata dan segera akan dilepasliarkan.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri






 
Berita Lainnya :
  • 4 Jam Berjuang Berjibaku di Lahan Gambut, Tim Gabungan Padamkan Kebakaran di Rimbo Panjang
  • Patroli Malam hingga Dini Hari, Polres Kampar Amankan Titik Rawan di Kota Bangkinang
  • Gerebek Rumah di Bukit Payung, Polisi Kampar Amankan 4 Pengedar Sabu
  • Ketua RT/RW Diberi HP, Nanti Warga Urus Surat Sistim Digitalisasi, tak Perlu Bolak-balik ke Kantor Lurah
  • Hadapi Potensi Bencana, BPBDPK Riau Rapatkan Barisan Damkar se-Provinsi
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 4 Jam Berjuang Berjibaku di Lahan Gambut, Tim Gabungan Padamkan Kebakaran di Rimbo Panjang
    02 Patroli Malam hingga Dini Hari, Polres Kampar Amankan Titik Rawan di Kota Bangkinang
    03 Gerebek Rumah di Bukit Payung, Polisi Kampar Amankan 4 Pengedar Sabu
    04 Ketua RT/RW Diberi HP, Nanti Warga Urus Surat Sistim Digitalisasi, tak Perlu Bolak-balik ke Kantor Lurah
    05 Hadapi Potensi Bencana, BPBDPK Riau Rapatkan Barisan Damkar se-Provinsi
    06 Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional
    07 Gratis! Kemenkum Riau Gandeng BNI Daftarkan Hak Cipta Pelaku Kreatif dan UMKM
    08 Perkuat Akses Keadilan, Kemenkum Riau dan Kejati Riau Bangun Sinergi Layanan Hukum bagi Masyarakat
    09 Perkuat Akses Hukum, Kemenkum Riau Genjot Pendampingan JDIH ke Pemda, DPRD dan Kampus
    10 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
    11 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    12 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    13 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    14 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    15 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    16 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    17 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    18 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    19 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    20 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    21 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    22 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat