Senin, 17 Agustus 2026 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap | Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
 
 
☰ Peristiwa
Geger Temuan Harta Karun Peninggalan Kerajaan Sriwijaya
Minggu, 06 Oktober 2019 - 10:40:04 WIB

SULUHRIAU- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, mengungkap sebuah fakta mengejutkan.

Sebab, ada sebuah harta karun yang diduga peninggalan Kerajaan Sriwijaya tersimpan di area lahan yang terbakar.

Banyak masyarakat mendapati benda-benda berharga. Salah satu Denny (29), warga OKI yang menjadi pemburu harta karun. Ia mengaku pencarian harta karun itu sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu, dan terus berlangsung hingga kini.

Untuk sekarang, salah satu lokasi yang banyak didatangi warga OKI ialah lahan gambut konsesi milik perusahaan PT Bumi Mekar Hijau di wilayah Pesisir Timur OKI, yang pada 2015 pernah terbakar.

"Ini sebenarnya bukan hal baru. Awalnya itu saat memasuki musim kemarau panjang di 2015. Di saat area lahan gambut kering dan terbakar, kami mendapati ada barang-barang berharga peninggalan zaman dulu, seperti emas dan cincin," kata Denny, seperti dikutip dari VIVA.co.id.

Dia menceritakan, mulanya warga mendapati harta karun kala membantu Satuan Tugas kebakaran hutan dan lahan memadamkan api di lahan yang terbakar. Ketika itu ada warga yang bercerita menemukan emas dan benda berharga.

Warga yang penasaran kemudian berbondong-bondong mendatangi lokasi tempat ditemukannya harta karun, termasuk juga Denny. Pencarian warga pun tidak sia-sia, dan mendapati benda berharga serupa.

"Biasanya kan area tempat ditemukannya emas itu terendam air, tapi saat kemarau panjang, airnya tidak ada dan terjadi kebakaran. Waktu itu kita bantu padamkan api, namun ternyata ada warga temukan emas dan barang-barang berharga. Kami jadinya ikut mencari, dan alhamdulillah dapat," ujarnya.

Ia mengatakan, dari hasil pencariannya, didapati cincin emas sekitar lima gram dengan batu delima berada di tengah cincin. "Harganya berkisar Rp3 juta, tapi ada yang nawar Rp35 juta. Tidak kami jual, masih disimpan," kata Denny.


Bahkan ada warga lain yang mendapatkan emas juga dan dijual seharga Rp60 juta. Sejak saat itu hingga sekarang masih banyak warga yang cari harta karun di lokasi tersebut. Namun khusus pada musim kemarau saja, saat lahan gambut mengering.

"Kami semua yang mencari harta karun ini sepakat, boleh mencari asal tidak melakukan hal-hal yang dapat memicu kebakaran lahan. Karena dampaknya nanti parah," ujarnya.

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten OKI, Adiyanto mengatakan, fenomena pencarian harta karun di wilayah OKI memang bukan hal baru.

"Sudah beberapa tahun belakangan ini. Mereka mencari saat musim kemarau. Bahkan warga membuat tenda-tenda di sekitar lokasi pencarian," ucapnya.

Karena tidak ada payung hukum terkait penemuan benda berharga itu, Pemkab OKI pun tidak bisa berbuat banyak. Pemkab tidak bisa melarang, dan hanya dapat memberikan imbauan kepada masyarakat untuk melapor bila ada temuan.

Sumber: viva.co.id
Edior : Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  • Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    02 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    03 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    04 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    05 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    06 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    07 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    08 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    09 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    10 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    11 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    12 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    13 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    14 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    15 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    16 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    17 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    18 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    19 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    20 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    21 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    22 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat