Senin, 17 Agustus 2026 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat | Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana | Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas | Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap | Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
 
 
☰ Sosial Budaya
Kiprah Rohana Kudus, Wartawati yang Jadi Pahlawan Nasional
Jumat, 08 November 2019 - 13:31:10 WIB

SULUHRIAU- Nama Rohana Kudus termasuk legenda dalam dunia pers terutama untuk dunia jurnalistik yang memperjuangkan hak-hak perempuan.

Rohana adalah perempuan cerdas yang lahir di Koto Gadang, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Sejak kecil Rohana tak pernah mengenyam pendidikan formal.

Tapi tingkat intelegensi, ketegasan dan kegigihannya berjuang untuk perempuan diakui oleh dunia internasional di zaman kolonial Belanda. Rohana merupakan sosok yang gigih, berwawasan, dan kaya akan ide-ide cemerlang untuk mewujudkan cita-citanya untuk kaum perempuan. Salah satu media perjuangan Rohana adalah Soenting Melajoe. Koran yang ia dirikan bersama Mahyuddin Datuk Sutan Maharaja.

Rohana lahir dari pasangan Mohamad Rasjad Maharadja dan Kiam. Ayahnya Rasjad bekerja untuk pemerintah kolonial di kantor kejaksaan. Sosok ayahnya yang berpendidikan inilah yang menjadi modal bagi Rohana sejak kecil untuk tumbuh menjadi perempuan yang cerdas.

Rohana lahir di Koto Gadang pada tahun 1884. Sampai berusia 17 tahun, Rohana yang sudah ditinggal ibu kandungnya, Kiam, sejak kecil selalu ikut ayahnya yang dinas di luar Koto Gadang tepatnya di Simpang Tanang Tolu, Kabupaten Pasaman.

Di zaman itu, pendidikan menjadi suatu hal yang mahal. Apalagi untuk anak perempuan. Tapi Rasjad tak mau Rohana lahir dan tumbuh sebagai perempuan bodoh. Sejak balita, Rasjad mengajarkan Rohana membaca huruf latin dan Arab. Di mana ia selalu memberikan bahan-bahan bacaan kepada Rohana. Ketika baru berusia tujuh tahun, Rohana sudah menjadi pusat perhatian bagi teman-teman bermainnya karena ia pandai membacakan cerita.

Ketika Rohana sudah berusia 17 tahun, ia harus tingggal dengan sanak familinya di Koto Gadang karena ayahnya mulai dinas di Kota Medan Sumatra Utara.

Sebagai anak perempuan pertama dari enam bersaudara, Rohana menjadi sosok yang mandiri. Rohana remaja masih membiasakan diri untuk menarik perhatian dengan menawarkan cerita-cerita kepada anak-anak perempuan yang bahkan lebih tua dari dirinya. Di masa pertumbuhan sejak kecil sampai remaja, Rohana sudah mulai kritis terhadap kondisi perempuan di Koto Gadang.

“Rohana cilik tumbuh menjadi remaja putri cantik dengan cakrawala berpikir luas. Ia semakin paham kondisi perempuan di negerinya,” tulis Fitriyanti dalam buku Wartawan Perempuan Pertama Indonesia Rohana Kudus.

Rohana yang juga mendapatkan ilmu agama dari pengajian-pengajian Islam sejak kecil membuatnya  paham kalau sebenarnya agama Islam tidak pernah membenarkan pengekangan terhadap kaum perempuan. Karena itulah, tekad Rohana untuk memperjuangkan hak kaum perempuan di Koto Gadang dan Sumbar secara umumnya semakin bulat.

Roehana miris melihat perempuan di Minangkabau di zaman itu tidak boleh bebas keluar rumah seperti kaum laki-laki. Perempuan yang masih gadis hanya diizinkan belajar untuk urusan keperempuanan seperti memasak, menjahit, dan berdandan. Nantinya nasib mereka akan ditentukan oleh ninik mamak untuk dijodohkan dengan orang-orang di Koto Gadang.

Jadilah perempuan Koto Gadang yang dikenal berparas cantik, tapi identik dengan kebodohan. Perempuan di daerah itu dulu hanya jadi pemuas nafsu laki-laki terpandang dan pejabat-pejabat Belanda. Bagi kaum perempuan yang dari kalangan menengah ke bawah lebih miris.

Perempuan yang tak dilirik orang terpandang dan pejabat Belanda harus turut turun ke sawah dan ladang menjadi buruh kasar dengan upah yang rendah. Awalnya Rohana memperjuangkan kaum perempuan dengan mengajarkan keterampilan menjahit dan menenun disamping mengajarkan baca tulis dan ilmu pengetahuan lainnya. Rohana mewadahi perempuan Koto Gadang  di Sekolah Kerajinan Amai Setia (KAS) yang ia dirikan atas dukungan suaminya, Abdul Kuddus.

Bisnis kain tenun yang dijalankan Rohana di KAS mendapatkan respon yang baik dari pemerintah kolonial Belanda. Jadinya hasil kerajinan KAS menempus pasar Eropa.

Sementara untuk mendirikan Soenting Melajoe, Rohana mendapatkan jaringan internasional karena bisnis kain tenun. Dari situ ia semakin banyak mendapatkn lebih banyak lagi informasi tentang kemajuan kaum perempuan di Eropa. Ibarat meminum air laut, dahaga Roehana akan ilmu dan perjuangan tak pernah lepas. Setelah berdiskusi dengan suaminya Abdul Kuddus yang juga aktivis pergerakan, Rohana terpikir untuk mendirikan surat kabar. Tujuannya untuk menginpisrasi kaum perempuan di Sumbar dan Indonesia agar tak mau kalah dengan kaum laki-laki untuk menjadi insan terpelajar.

Keinginan Rohana untuk mendirikan surat kabar mendapat dukungan dari pimpinan Warta Berita Mahyuddin Datuk Sutan Maharajo. Surat kabar yangdidirikan Rohana bersama Dt. St Maharajo bernama Soenting Melajoe. Koran ini pertama kali terbit pada 10 Juli 1912. Sutan Maharajo menjadi pemimpin umum, Roehana menjadi pemimpin redaksi dan Zahara Ratna Djuita yang merupakan putri Dt Sutan Maharajo menjadi editor.

Setiap pekan, Rohana menulis minimal dua tulisan tentang pandangan terhadap kaum perempuan. Tulisan-tulisan Rohana menginspirasi kaum perempuan dari Minangkabau dan daerah lain untuk turut menyumbangkan tulisan. Pada awalnya Soenting Melajoe hanya memuat konten tentang perempuan. Tapi pada perkembangannya, surat kabar itu juga membuat isu-isu umum seperti politik, ekonomi dan kriminal.

“Tulisan Rohana menembus batas jarak, status sosial, agama, suku bangsa dan negara. Wawasannya semakin luas. Ia bahkan sampai mendorong agar kaum perempuan terjun untuk organisasi pergerakan dan percaturan politik," tulis Fitriyanti.

Wartawan senior Uni Zulfiani Lubis termasuk orang yang mengagumi sosok Rohana Kudus. Dia mengatakan Roehana adalah sosok yang komplet. Pintar, punya keberanian, dan tetap menjaga kodrat sebagai perempuan.

Uni menyebut Jasa Rohana Kudus sangat besar bagi kemajuan kaum perempuan di zaman kolonial sampai masa pergerakan. Tulisan-tulisan Rohana begitu tajam dan kritis terhadap diskriminasi terhadap kaum perempuan.

Uni berpandangan kalau kecerdasan Rohana didukung oleh budaya literasi tulis menulis yang memang populer di Sumatra Barat di abad ke 20. Sehingga Rohana mudah mendapatkan bahan bacaan setiap hari walaupun ia tak pernah mendapatkan penddikan formal.

“Kiprahnya lengkap. Tak hanya di dunia jurnalistik. Ia juga pandai dalam berwira usaha, paham dunia pendidikan. Padahal dia belajarnya autodidak,” kata Uni kepada.

Wartawan senior yang telah mendapatkan beberapa journalism fellowships termasuk dari East West Center, Hawaii University dan Eisenhower Fellowships di AS tahun 2011 itu berharap semangat berjuang seperti Rohana Kudus ini terus berlanjut sampai zaman sekarang. Jurnalis khususnya yang perempuan kata Uni jangan hanya jadi jurnalis pelapor berita. Tapi menjadi jurnalis yang dapat memperjuangkan seuatu sesuai dengan keilmuan yang mereka dalami di dunia pemberitaan.

Sayangnya sekarang ini kata Uni jurnalis perempuan sering mentok dalam berkarir dan berjuang di dunia jurnalistik karena harus membagi fokus untuk menjadi ibu rumah tangga. Misalnya kata Uni jurnalis perempuan konsern berjuang untuk advokasi kekerasan pada perempuan dan anak, lingkungan dan lain-lain. “Sebenarnya bisa kok life yang seimbang dengan karir. Memang butuh stamina lebih,” ujar Uni.

Sumber: Republika.co.id
Editor: khairul





 
Berita Lainnya :
  • Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
  • Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
  • Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  • Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    02 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    03 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    04 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    05 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    06 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    07 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    08 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    09 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    10 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    11 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    12 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    13 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    14 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    15 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    16 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    17 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    18 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    19 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    20 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    21 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    22 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat