Rabu, 19 Agustus 2026 4 Jam Berjuang Berjibaku di Lahan Gambut, Tim Gabungan Padamkan Kebakaran di Rimbo Panjang | Patroli Malam hingga Dini Hari, Polres Kampar Amankan Titik Rawan di Kota Bangkinang | Gerebek Rumah di Bukit Payung, Polisi Kampar Amankan 4 Pengedar Sabu | Ketua RT/RW Diberi HP, Nanti Warga Urus Surat Sistim Digitalisasi, tak Perlu Bolak-balik ke Kantor Lurah | Hadapi Potensi Bencana, BPBDPK Riau Rapatkan Barisan Damkar se-Provinsi | Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional
 
 
☰ Peristiwa
Melalui FGD, Polres Rohul Ajak Warga Berperan Antisipasi Paham Radikalisme
Kamis, 21 November 2019 - 17:52:04 WIB

SULUHRIAU, Rohul- Polres Rokan Hulu (Rohul), ajak seluruh elemen masyarakat agar ikut berperan mengantisipasi paham radikalisme di daerahnya.

Kapolres Rohul AKBP Dasmin Ginting SIK, menyampaikan hal itu saat memberikan amanat di Forum Group Discussion (FGD), tema "Meningkatkan Kesadaran Hukum Masyarakat Guna Menolak Paham Radikalisme, Anti Pancasila, Terorisme dan Intoleransi", di Convention Hall Masjid Agung Islamic Center Pasir Paangaraian, Selasa (20/11/2019).

Kapolres Rohul AKBP Dasmin Ginting, melalui Kasat Binmas Polres Rohul AKP Hermawan mengatakan, giat FGD sehari diikuti para Camat, Kepala Desa, lurah, Kapolsek, Kanit Binmas, Bhabinkamtibmas, serta para Tokoh Masyarakat‎ se Rohul, yang dibuka Kapolres Rohul‎.

AKP Hermawan mengaku, pihaknya menghadirkan dua narasumber yakni Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Rohul Drs H Syahrudin M.Sy, dan pimpinan Pondok Pesantren Babussalam Kecamatan Tandun H Ahmad Suhada.

‎Di FGD tersebut kata AKP Hermawan, dibahas berbagai hal tentang radikalisme,‎ kebangsaan, empat pilar yang dipaparkan langsung oleh Kapolres Rohul AKBP Dasmin Ginting, dan lainnya

Katanya, Kepolisian belum bisa mengatakan, ada tidaknya paham radikal di wilayah hukumnya. Namun jelasnya, Satuan Binmas Polres Rohul‎ terus mengimbau masyarakat melalui berbagai kegiatan untuk mengantisipasi paham dilarang di Indonesia ini, termasuk salah satu contohnya melalui FGD.

Hermawan berharap, seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Rohul ikut menjaga keutuhan NKRI, dan tidak terpengaruh dengan pemahaman-pemahaman anti Pancasila.

"Mari bersama kita jaga persatuan dan kesatuan bangsa ini,"‎ harap AKP Hermawan, Kamis (21/11/2019).

Kakan Kemenag Rohul Syahrudin mengatakan, bahwa secara langsung dan laporan resmi, Kemenag belum menemukan ada gerakan paham radikal di daerah berjuluk Negeri Seribu Suluk.

Dalam mengantisipasi munculnya paham radikalisme, Kemenag‎ dengan program terbarunya yang dirancang oleh Menteri Agama Fachrul Razi, menerapkan ‎lima prioritas aksi, pertama soal deradikalisasi yaitu mengantisipasi paham radikal seperti melakukan pendekatan dengan kelompok-kelompok umat beragama.

"Melalui pendekatan itu nanti bisa mengantisipasi berbagai paham, terutama yang menjurus radikalisme," jelas Syahrudin.

Jelasnya, paham radikalisme biasanya terselubung, atau tidak dilakukan terangan-terangan dalam menyebarkan‎ pahamnya, sehingga dibentuk kelompok-kelompok tertentu untuk menyebarkannya.

"Sehingga kita sampaikan ke masyarakat, kalau ada kelompok-kelompok pengajian yang tertutup dengan orang lain, misalnya dia mengadakan pengajian tapi ditutup pintu‎nya semuanya ini perlu dicurigai, karena Islam itu harus disyiarkan, harus dipahami oleh semua orang, tak boleh disembunyi-sembunyikan," imbaunya.

Syahrudin juga mengu‎ngkapkan, bahwa penyebab munculnya paham radikalisme sebagian besar karena pemahaman agama yang setengah-setengah, dan bukan belajar dari ahlinya, ditambah lagi beban ekonomi dan beban politik, sehingga paham terselubung ini bisa berkembang.

"Dia hanya percaya dengan seseorang yang langsung diserap oleh fikirannya, sehingga terjadi pencucian otak."

"Setelah ada pencucian otak, dia tidak mau lagi menerima yang lain‎, bahkan gurunya itu sudah dianggapnya seperti nabi, apa yang diperintahkan oleh gurunya itu dia sudah tahan mati dia akan menjalankannya," ujarnya.

Syahrudin juga menerangkan, pemahaman radikal‎ juga diindikasi karena seseorang yang tidak banyak membaca kitab‎ (buku), padahal dalam Islam harus dipelajari banyak buku.

"Kata beberapa ulama kalau belum baca seratus kitab jangan coba-coba membuat dokrin. Jadi ini yang belum dilakukan, tiba-tiba dia sudah konsumsi sebuah ajaran, lalu dipelihara ajaran tersebut dalam dirinya lalu apa yang diperintahkan oleh yang mengajarkannya maka dia lakukan," ungkap Syahrudin, dan mengaku paham radikal hanya tidak terfokus pada satu agama saja.

Syahrudin juga menambahkan, upaya mengantisipasi paham radilisme ini, Kemenag Rohul berdayakan sekira 130 penyuluh agama yang ada di setiap desa dan mereka telah diberikan materi dan Diklat bagaimana cara mencegah radikalisme. (rls,jan)





 
Berita Lainnya :
  • 4 Jam Berjuang Berjibaku di Lahan Gambut, Tim Gabungan Padamkan Kebakaran di Rimbo Panjang
  • Patroli Malam hingga Dini Hari, Polres Kampar Amankan Titik Rawan di Kota Bangkinang
  • Gerebek Rumah di Bukit Payung, Polisi Kampar Amankan 4 Pengedar Sabu
  • Ketua RT/RW Diberi HP, Nanti Warga Urus Surat Sistim Digitalisasi, tak Perlu Bolak-balik ke Kantor Lurah
  • Hadapi Potensi Bencana, BPBDPK Riau Rapatkan Barisan Damkar se-Provinsi
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 4 Jam Berjuang Berjibaku di Lahan Gambut, Tim Gabungan Padamkan Kebakaran di Rimbo Panjang
    02 Patroli Malam hingga Dini Hari, Polres Kampar Amankan Titik Rawan di Kota Bangkinang
    03 Gerebek Rumah di Bukit Payung, Polisi Kampar Amankan 4 Pengedar Sabu
    04 Ketua RT/RW Diberi HP, Nanti Warga Urus Surat Sistim Digitalisasi, tak Perlu Bolak-balik ke Kantor Lurah
    05 Hadapi Potensi Bencana, BPBDPK Riau Rapatkan Barisan Damkar se-Provinsi
    06 Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional
    07 Gratis! Kemenkum Riau Gandeng BNI Daftarkan Hak Cipta Pelaku Kreatif dan UMKM
    08 Perkuat Akses Keadilan, Kemenkum Riau dan Kejati Riau Bangun Sinergi Layanan Hukum bagi Masyarakat
    09 Perkuat Akses Hukum, Kemenkum Riau Genjot Pendampingan JDIH ke Pemda, DPRD dan Kampus
    10 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
    11 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    12 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    13 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    14 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    15 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    16 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    17 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    18 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    19 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    20 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    21 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    22 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat