Rabu, 19 Agustus 2026 Gerebek Rumah di Bukit Payung, Polisi Kampar Amankan 4 Pengedar Sabu | Ketua RT/RW Diberi HP, Nanti Warga Urus Surat Sistim Digitalisasi, tak Perlu Bolak-balik ke Kantor Lurah | Hadapi Potensi Bencana, BPBDPK Riau Rapatkan Barisan Damkar se-Provinsi | Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional | Gratis! Kemenkum Riau Gandeng BNI Daftarkan Hak Cipta Pelaku Kreatif dan UMKM | Perkuat Akses Keadilan, Kemenkum Riau dan Kejati Riau Bangun Sinergi Layanan Hukum bagi Masyarakat
 
 
☰ Peristiwa
12 Persen Balita di Kabupaten Meranti Alami Stunting
Sabtu, 29 Februari 2020 - 12:37:16 WIB

SULUHRIAU, Meranti- Dari data dinas kesehatan, sebanyak 12 persen atau 1.170 dari total balita di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau mengalami stunting (masalah pertumbuhan). Ini tersebar di 24 desa dan 6 kecamatan Se-Kabupaten Meranti.

Masalah Stunting merupakan masalah krusial Nasional dan menjadi salah satu atensi Presiden yang harus segera dituntaskan segera tak terkecuali di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Tingginya angka Stunting di Meranti telah membuat Meranti menjadi Locus (Lokasi) penuntasan masalah Stunting di Provinsi Riau bersama Kabupaten Rokan Hilir dan Pelalawan.

Menyikapi hal itu, Kabupaten Meranti langsung bergerak cepat dengan membentuk Tim Satgas yang terdiri dari seluruh OPD / Dinas terkait, pihak Desa, serta Kader Posyandu untuk melakukan pendataan dan penanganan.

Pemkab. Meranti menyadari untuk mengatasi masalah gagal tumbuh pada Balita akibat kurang gizi kronis tersebut tidak dapat dilakukan sendiri tapi harus melibatkan semua pihak terkait.

Untuk itu Pemkab Meranti disamping terus melakukan koordinasi antar OPD, Kecamatan dan Desa juga melibatkan Pemerintah Provinsi Riau menangani masalah ini.

Jumat (28/2/2020) Pemkab menggelar rakor yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kepulauan Meranti H. Said Hasyim yang dihadiri oleh Kasi Kesehatan Gizi dan Keluarga Dinas Kesehatan Provinsi Riau dr. Neng Kasmiati selaku ketua rombongan, dan Pimpinan OPD dilingkungan Pemkab. Meranti.

Dalam Rakor tersebut seperti dijelaskan Wakil Bupati Kepulauan Meranti, H. Said Hasyim, masalah Stunting tak terlepas dari pola pikir dan prilaku masyarakat yang dipengaruhi oleh kualitas Sumber Daya Manusia.

Oleh karena itu untuk mengatasi Stunting hal utama yang harus dilakukan adalah membangun Jiwa dan Raga masyarakat.

Masalah Stunting menurut Wabup adalah seperti gunung Es yang hanya terlihat dipermukaan pada dasarnya banyak masalah yang terjadi dibawahnya yang menyebabkan stunting seperti kurang terbangunnya jiwa dan raga masyarakat.

"Karena sebelum Jiwa dan Raga masyarakat terbagun dengan baik, segala pembangunan yang dilakukan hanya bersifat semu dan tidak berarti apa-apa. Jika pembangunan Jiwa dan Raga berhasil maka otomatis akan mendorong suksesnya Pembangunan lainnya dan akan membawa bangsa ini menjadi bangsa yang besar," jelas Wabup.

Dihadapan seluruh pejabat yang hadir Wabup mengaku kualitas SDM di Meranti sangat terbatasa untuk mengatasinya Wabup mengajak para pengelola kegiatan di OPD merobah pola fikir jangan hanya menjalankan kegiatan fisik yang berorientasi proyek tapi juga memikirkan masalah pembangunan Jiwa dan Raga masyarakat melalui kegiatan pemberdayaan.

"Mari robau pola pikir jangan hanya berorientasi proyek, habis proyek habis semua yang penting adalah bagaimana membangun Jiwa dan Raga dengan membina masyarakat," ujar Wabup.

Selajutnya Wabup menekankan semua dinas bertanggungjawab dalam menuntaskan stunting caranya dengan memprogramkan kegiatan yang berorientasi pemberdayaan masyarakat agar bisa mandiri, dengan meningkatnya ekonomi dan kesejahteraan masyarakat diyakini akan berdampak pada peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) gizi, kesehatan, serta kualitas pendidikan masyarakat.

Sekedar informasi, Dari hasil pendataan pihak Dinas Kesehatan saat ini sebanyak 1170 Balita atau berkisar 12 persen, jumlah itu masih di bawah rata-rata Nasional yang mencapai 30,8 persen. Penderita Stunting yang tertinggi berada di Desa Tj. Dahrul Takzim Kecamatan Tebing Tebing Tinggi Barat dengan jumlah balita penderita mencapai 30 persen.

Lebih jauh ditegaskan Wabup kunci penuntasan Stunting ada pada kesadaran masyarakat dan perubahan perilaku. Untuk perlu juga dilakukan sosialisasi kepada tiap keluarga tentang bagaimana mengatur gizi anak dan menjaga lingkungan tempat tinggal yang bersih.

Pencegahan stunting merupakan investasi pembangunan sumber daya manusia dalam jangka panjang. Jika tidak segera situntaskan akan menjadi beban dan akan berdampak pada gagalnya pembangunan daerah.

Wabup menekankan pencegahan stunting adalah kerja besar yang harus didukung oleh semua pihak khususnya OPD, Kecamatan dan Desa yang ada di Meranti begitu juga pihak swasta.

Dengan ditunjuknya Meranti menjadi Locus Stunting di Indonesia karena Letak Meranti yang sangat strategis didaerah perbatasan, sangat menguntungkan bagi daerah karena akan mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Pusat.

Dari informasi Dinas Kesehatan Meranti  Untuk mendukung program penuntasan Stunting ini, Pemerintah Pusat telah menganggarkan dana Miliaran rupiah untuk dikucurkan ditahun 2020 ini, dana tersebut akan dititipkan dibeberapa OPD terkait salah satunya Dinas Kesehatan Meranti.

Untuk Dinas Kesehatan saja ditahun 2020 akan mendapat kucuran Dana sebesar 1,5 Miliar, belum lagi OPD terkait lainnya. (hpm, jan)



 
Berita Lainnya :
  • Gerebek Rumah di Bukit Payung, Polisi Kampar Amankan 4 Pengedar Sabu
  • Ketua RT/RW Diberi HP, Nanti Warga Urus Surat Sistim Digitalisasi, tak Perlu Bolak-balik ke Kantor Lurah
  • Hadapi Potensi Bencana, BPBDPK Riau Rapatkan Barisan Damkar se-Provinsi
  • Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional
  • Gratis! Kemenkum Riau Gandeng BNI Daftarkan Hak Cipta Pelaku Kreatif dan UMKM
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Gerebek Rumah di Bukit Payung, Polisi Kampar Amankan 4 Pengedar Sabu
    02 Ketua RT/RW Diberi HP, Nanti Warga Urus Surat Sistim Digitalisasi, tak Perlu Bolak-balik ke Kantor Lurah
    03 Hadapi Potensi Bencana, BPBDPK Riau Rapatkan Barisan Damkar se-Provinsi
    04 Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional
    05 Gratis! Kemenkum Riau Gandeng BNI Daftarkan Hak Cipta Pelaku Kreatif dan UMKM
    06 Perkuat Akses Keadilan, Kemenkum Riau dan Kejati Riau Bangun Sinergi Layanan Hukum bagi Masyarakat
    07 Perkuat Akses Hukum, Kemenkum Riau Genjot Pendampingan JDIH ke Pemda, DPRD dan Kampus
    08 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
    09 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    10 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    11 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    12 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    13 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    14 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    15 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    16 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    17 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    18 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    19 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    20 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    21 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    22 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat