Senin, 17 Agustus 2026 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap | Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
 
 
☰ Peristiwa
Wabup Minta OPD Buat Terobosan Pengentasan Kemiskinan di Meranti
Selasa, 03 Maret 2020 - 05:39:23 WIB

SULUHRIAU, Meranti- Wakil Bupati Kepulauan Meranti H Said Hasyim, meminta OPD untuk membuat terobosan dalam percepatan pengentasan kemiskinan di daerah tersebut.

Hal itu ditegaskannya saat acara Focus Group Discussion (FGD) Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2020, di Ballroom, Hotel Grand Meramti, Selatpanjang, Senin (2/3/2020).

Dikatakan, Kepala OPD, Camat dan Kades Se-Meranti harus memiliki sebuah trobosan. Tidak perlu banyak program, cukup satu atau dua program saja namun fokus dan memberikan manfaat besar kepada masyarakat.

"Buat apa banyak program tapi tidak fokus akhirnya habis begitu saja tanpa memberikan efek manfaat yang signifikan terhadap ekonomi dan kesejahteraan maayarakat," ujar Wabup.

Saat ini sesuai dengan arahan dari Presiden, fokus pembangunan saat ini bukan hanya pada masalah fisik tapi yang lebih utama adalah pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), yang dilanjutkan dengan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Seperti yang selalu ditekankan Wabup Said Hasyim, pada dasarnya tujuan dari pembangunan adalah dalam rangka membangun jiwa dan raga masyarakat menuju masyarakat yang adil dan sejahtera. Namun kenyataan saat ini semua pihak belum terlalu fokus dalam upaya membangun jiwa dan raga masyarakat.

Pembangunan jiwa dan raga harus dimulai sejak dini dengan cara memberikan asupan gizi yang cukup kepada anak, dilanjutkan dengan pendidikan yang bermutu agar anak-anak Meranti tumbuh menjadi generasi emas yang mampu membangun Meranti lebih baik lagi dimasa yang akan datang.

Jika pembangunan jiwa dan raga ini sukses otomatis akan dikuti dengan suksesnya pembangunan fisik infrastuktur dan lainya tapi jika pembangunan jiwa dan raga gagal maka segala pembangunan yang dilakukan tidak akan memberikan dampak signifikan.

Untuk masalah pembangunan jiwa dan raga masyarakat ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri tapi perlu sinergitas dan kerjasama mulai dari Pemerntahan Desa, Kecamatan, hingga Kabupaten melalui OPD terkait.

Dari hasil pengamatan Wabup ditiap Desa dengan melihat potensi yang ada sangat tidak mungkin masyarakat Meranti hidup miskin. Meranti memilki tanah yang subur dengan hasil perkebunan yang cukup memuaskan. Namun jika dihitung dari angka pendapatan dan data kesehatan, sebanyak 27 persen lebih penduduk Meranti masuk kategori miskin dengan angka Stunting yang cukup besar.

Intinya masyarakat butuh bimbingan dari Desa, Kecamatan hingga Dinas terkait melalui program-program pemberdayaan masyarakat. Agar lebih tepat sasaran Wabup meminta salam penyusunan program jangan hanya dilakukan dibelakang meja tapi harus turun secara terus menerus kelapangan agar mengetahui secara detil kebutuhan masyarakat.

Kepala Bappeda Meranti, Dr. Makmun Murod, angka kemiskinan di Meranti 27 persen lebih masih yang tertinggi di Provinsi Riau. Untuk itu diperlukan perhatian serius dari dari semua OPD, dunia usaha serta akademisi untuk bersama-sama mengatasi kemiskinan di Meranti.

"Dengan kondisi kemiskinan kita yang cukup tinggi sudah sangat mendesak dilakukannya penyusunan strategi jitu dengan mengolah data secara cepat dan akurat," ujar Morod.

Saat ini seperti dijelaskan Murod dalam rangka sinergitas penanganan kemiskinan antar semua OPD sesuai dengan fungsinya masing-masing, Bappeda Meranti tengan membangun sebuah Aplikasi bekerjasama dengan AMIK Selatpanjang.

"Semoga dengan Aplikasi yang mudah digunakan ini dapat mengintegrasikan semua program di OPD dalam upaya menekan angka kemiskinan, jadi tidak ada lagi oenggunaan aplikasi sendiri-sendiri yang hanya akan kenimbulkan perbedaan data," jelasnya lagi.

Selain penerapan sistem Aplikasi juga diperlukan Tim yang solid dan kuat yang dapat mengawal  upaya pengentasan kemiskinan ini baik dari Pemerintah Daerah, Sektor Swasta maupun Institusi Pendidikan.

"Dengan begitu upaya menekan angka kemiskinan dapat dilakukan secara masif dan optimal," pungkas Murod. (hpm,jan)




 
Berita Lainnya :
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  • Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    02 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    03 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    04 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    05 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    06 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    07 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    08 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    09 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    10 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    11 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    12 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    13 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    14 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    15 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    16 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    17 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    18 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    19 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    20 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    21 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    22 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat