Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Kesehatan
WHO Tetapkan Virus Corona Pandemi Global, Kurs Rupiah Melemah
Kamis, 12 Maret 2020 - 10:28:29 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berlanjut pada perdagangan pagi ini, Kamis (12/3/2020), di tengah meningkatnya kekhawatiran seputar wabah penyakit virus corona (Covid-19).

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah bergerak menyentuh level Rp14.404 per dolar AS dengan pelemahan 30 poin atau 0,21 persen pada pukul 08.32 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Rabu (11/3/2020), nilai tukar rupiah berakhir di level Rp14.374 per dolar AS dengan pelemahan 22 poin atau 0,15 persen.

Nilai tukar rupiah di pasar spot mulai melanjutkan pelemahannya pada Kamis dengan dibuka terdepresiasi 10 poin atau 0,07 persen di level Rp14.384 per dolar AS. Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di level 14.384 – 14.404.

Sejalan dengan pergerakan nilai tukar rupiah Kamis pagi ini, mata uang lainnya di Asia mayoritas tampak melemah, dipimpin won Korea Selatan dan peso Filipina yang masing-masing terdepresiasi 0,6 persen dan 0,57 persen terhadap dolar AS.

Sebaliknya, nilai tukar yen, aset safe haven yang kerap diburu investor kala dilanda kekhawatiran, menguat tajam 1,07 persen ke level 103,43 yen per dolar AS pada pukul 08.40 WIB.

Sementara itu, indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, terpantau melemah 0,35 persen atau 0,340 poin ke level 96,167, setelah naik 0,10 persen dan berakhir di posisi 96,507 pada perdagangan Rabu (11/3).

Hingga Kamis (12/3) pagi WIB, jumlah korban jiwa virus corona terus menanjak mencapai total lebih dari 4.600 jiwa, dengan total lebih dari 126.000 kasus di seluruh dunia, seperti dikutip dari worldometers.

Italia berada di tempat kedua negara dengan total korban jiwa terbanyak setelah China. Posisi Italia diikuti Iran dengan sebanyak 354 jiwa, Korea Selatan sebanyak 60 orang, dan Prancis serta Spanyol yang masing-masing mencatat total 48 dan 44 korban jiwa hingga Kamis pagi.

Semakin banyak pula negara yang terjangkit virus mematikan ini dengan mencapai total 124 negara atau lebih dari separuh total jumlah negara di dunia.

Di Indonesia, pemerintah mengumumkan data terbaru jumlah pasien terkait infeksi virus Corona. Jumlah pasien yang terkonfirmasi bertambah 7 orang, sehingga total pasien terkonfirmasi mencapai 34 orang.

Selain itu, Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona atau COVID-19 Achmad Yurianto di Istana Presiden, pada Rabu (11/3/2020), mengonfirmasi satu pasien virus corona telah meninggal dunia.       

“Rupiah dapat tetap lesu dengan adanya perkembangan negatif termasuk lonjakan kasus penularan virus corona,” ujar Yanxi Tan, ahli strategi valas di Malayan Banking Bhd., seperti dikutip Bloomberg.

Sependapat dengan Tan, Analis valas ANZ, Irene Cheung, mengatakan sentimen di pasar akan tetap lemah di tengah penyebaran virus corona secara global.

Pada Rabu (11/3), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan bahwa penyakit virus corona COVID-19 secara resmi menjadi pandemi. Ini adalah pertama kalinya WHO menyebut wabah pandemi sejak "flu babi" H1N1 pada 2009.

Status pandemi diumumkan setelah dinaikkan dari status epidemi ketika virus Corona telah menginfeksi 125.000 orang dan membunuh 4.5000 lebih di seluruh dunia. COVID-19, yang bermula di Wuhan pada Desember tahun lalu, telah menyebar secara global di seluruh benua kecuali antartika.

"Kami belum pernah melihat pandemi yang dipicu oleh virus Corona. Dan kami belum pernah melihat pandemi yang dapat dikendalikan pada saat yang sama," Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan Rabu, dilansir CNN dikutip tempo.com 12 Maret 2020.

"Menggambarkan situasi sebagai pandemi tidak mengubah penilaian WHO terhadap ancaman yang ditimbulkan oleh virus Corona ini. Itu tidak mengubah apa yang dilakukan WHO, dan itu tidak mengubah apa yang seharusnya dilakukan oleh suatu negara," lanjutnya.

Apa sebetulnya yang dimaksud dengan pandemi?


Dikutip dari Sky News, WHO mendefinisikan pandemi sebagai wabah patogen baru yang menyebar dengan mudah dari orang ke orang di seluruh dunia.

Sebagian besar dunia telah menyaksikan COVID-19 menyebar dengan cepat di dalam dan di antara negara-negara selama beberapa minggu terakhir, dengan sekitar sepertiga kasus sekarang di luar Cina, di mana wabah dimulai.

Deklarasi resmi pandemi berarti penyakit ini telah mencapai titik kritis di mana virus menyebar pada skala geografis yang jauh lebih luas dan menyapu populasi dengan lebih cepat.

Pandemi sendiri berasal dari kata Yunani "pan", yang berarti semua, dan "demo", yang berarti orang, pada dasarnya mengatakan itu tumbuh di beberapa negara secara bersamaan.

Untuk mengklasifikasikan sebagai pandemi, suatu penyakit juga harus menular. Ada banyak penyakit yang menyebar secara global (seperti kanker) yang tidak menular, artinya kanker tidak dapat disebut pandemi.

Pandemi tidak merujuk pada peningkatan potensi atau kematian suatu penyakit, tetapi semata-mata pertumbuhan penyebarannya.

Penyebaran yang lebih luas memang meningkatkan kemungkinan kematian, tetapi status pandemi tidak secara resmi berarti lebih banyak orang tiba-tiba meninggal karena COVID-19, penyakit yang disebabkan oleh virus Corona.

Waktu deklarasi ini juga tidak hitam dan putih, dengan ambang batas yang berbeda di antara para ahli epidemiologi.

Epidemi merujuk pada penyebaran penyakit di komunitas atau wilayah yang jelas melebihi prakiraan normal atau sekelompok wabah di sejumlah negara. Begitu penyebaran ini menjadi semakin global dan di luar kendali, maka penyakit menjadi pandemi.

Pada tahun 2009, wabah flu babi H1N1 disebut sebagai pandemi tetapi ternyata bersifat ringan, yang mengarah pada kritik setelah perusahaan farmasi bergegas mengembangkan vaksin dan obat-obatan.

Penting untuk dicatat bahwa virus Corona lebih mematikan daripada flu babi, yang menginfeksi antara 700 juta dan 1,4 miliar orang di seluruh dunia tetapi hanya memiliki tingkat kematian 0,02%.

Direktur jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan lembaganya tidak mengubah sarannya tentang apa yang harus dilakukan oleh negara.

Namun, ia mengatakan negara-negara harus meningkatkan upaya mereka dengan memastikan mereka mendeteksi, menguji, merawat, mengisolasi, melacak, dan memobilisasi rakyat mereka.

Dia menambahkan bahwa individu harus menganggap pentingnya kebersihan pribadi yang kuat dengan serius, sambil tetap mendapatkan informasi terbaru dari pejabat terkait virus Corona atau COVID-19.

Sumber: Marketbinis.com, tempo.com
Editor: Jandri






 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat