Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Internasional
Intelijen AS Tuduh China Tutupi Data Kematian Virus Corona Sebenarnya
Sabtu, 04 April 2020 - 09:48:16 WIB

SULUHRIAU- Para pejabat intelijen AS dalam sebuah laporan khusus yang ditujukan kepada pemerintah, menuduh Cina telah menutupi tingkat penyebaran Covid-19 dan angka kematian yang sebenarnya. Pemerintahan Trump dikejutkan dengan meroketnya angka infeksi dan kematian akibat virus corona di Amerika Serikat, yang kini merupakan tertinggi di dunia.

Seperti dilansir detik.com, Bloomberg News mengutip tiga pejabat AS yang menuntut agar namanya dirahasiakan, yang mengatakan bahwa angka infeksi dan kematian yang dilaporkan Cina tidak lengkap. Tetapi tidak ada rincian lebih lanjut tentang temuan intelijen itu.

Cina membantah laporan intelijen AS itu. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Hua Chunying mengatakan, negaranya telah secara "terbuka dan transparan" melaporkan luasnya wabah corona, dan balik menuduh Washington sedang berusaha "mengalihkan kesalahan."

Skeptisisme terhadap Cina maupun Gedung Putih

Sejauh ini, Cina telah melaporkan sekitar 82.000 kasus infeksi dan 3.300 kematian Covid-19. Sekarang, angka infeksi dan kematian di Amerika Serikat sudah jauh lebih tinggi daripada di Cina.

Sampai Kamis (2/4), AS telah mencatat lebih dari 240 ribu angka infeksi virus corona dan lebih dari 8000 angka kematian, demikian menurut data dari Universitas Johns Hopkins.

Sebelumnya, beberapa ahli kesehatan memang sudah menyatakan keraguan terhadap catatan infeksi dan angka kematian Covid-19 di Cina. Ketua Asosiasi Medis Dunia yang berpusat di Prancis, Dr. Frank Ulrich Montgomery menyebut angka dari Cina "tidak kredibel".

Tetapi dia mengakui bahwa negara-negara lain juga bekerja dengan angka-angka yang tidak pasti, karena data yang lebih baik sering tidak tersedia, atau karena tes corona sering tidak tepat.

Presiden Donald Trump hari Rabu (1/4) mengatakan dia belum membaca laporan intelijen terbaru itu, tetapi menyebut angka-angka Cina memang "tampak terlalu sedikit".

Politisasi angka infeksi dan kematian

Masalahnya, pemerintahan Trump awalnya menganggap enteng cepatnya penyebaran Covid-19 di negaranya, bahkan sempat menyebutnya sebagai "virus Cina". Namun belakangan dan membuat AS menjadi pusat pandemi terbaru, setelah Cina, Italia dan Spanyol.

Awal pekan ini, penasehat kesehatan pemerintahan Trump Deborah Birx mengatakan, Cina kemungkinan melaporkan angka-angka yang terlalu kecil, "setelah apa yang kita lihat terjadi pada Italia dan melihat apa yang terjadi pada Spanyol."

Wakil Presiden AS Mike Pence juga menuduh Cina sudah lebih dulu mengetahui angka-angka dramatis, sebelum melaporkan tentang wabah itu bulan Desember tahun lalu kepada dunia.

Sementara Senator Ben Sasse dari Partai Republik mengatakan bahwa „Partai Komunis (Cina) sudah berbohong".

"Klaim bahwa Amerika Serikat memiliki lebih banyak kematian karena virus corona daripada Cina adalah salah," kata Ben Sasse dalam sebuah pernyataan. "Partai Komunis Cina telah berbohong, berbohong, dan akan terus berbohong tentang virus corona," tambahnya. (afp, rtr)








 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat