Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Internasional
Kekurangan Dokter, India Andalkan Dukun untuk Hadapi Covid-19
Kamis, 02 Juli 2020 - 21:28:43 WIB
Foto int

SULUHRIAU â€“ Pemerintah India mulai kewalahan menghadapi pandemi virus Corona karena minimnya dokter. Bahkan, mereka mulai merangkul penyedia layanan kesehatan informal alias dukun untuk menjangkau warganya di daerah pedesaan yang terpencil.

Mengutip BBC pada Kamis 2 Juli 2020, salah satu dukun di Benggala Barat, Mohammed Nizamuddin, lebih dipercaya oleh warga untuk mengobati penyakit mereka ketimbang berkonsultasi dengan dokter berlisensi.

Sebenarnya, penyedia layanan kesehatan informal ini terampil mengobati warga, meski tak pernah sekolah kedokteran.

Kendati begitu, mereka tak bekerja asal-asalan. Biasanya para dukun ini pernah bekerja selama 10 tahun atau lebih bersama dokter berkualitas sebelum pulang ke desa dan membuka kliniknya sendiri.

Bukannya dimusuhi, pemerintah mulai merangkul dukun-dukun ini dan memanfaatkan kepopulerannya untuk memberi pengarahan pada masyarakat. Sebab, kepercayaan masyarakat desa pada orang-orang seperti Nizamuddin lebih tinggi daripada dengan dokter yang memiliki ijazah dari universitas terkemuka.

Penyedia layanan kesehatan informal ini biasanya membekali diri dengan pil, suntikan dasar, nebuliser, kain kasa dan perban. Klinik sederhana yang mereka buat bisa berfungsi sebagai unit gawat darurat (UGD) dadakan.

Selain membuat tusukan dan menjahit luka, dokter yang bukan tenaga kesehatan formal ini juga menyediakan perawatan medis dan merujuk pasien. Mereka beroperasi seperti non-physician clinicians di Afrika.

Beberapa negara bagian seperti Benggala Barat telah mengambil langkah untuk melatih ribuan penyedia kesehatan informal semacam itu. Sejak pandemi, tugas para dokter tanpa lisensi ini bertambah dengan mendata pasien yang menunjukkan gejala COVID-19.

Para dukun ini ditugaskan untuk memasukkan data detail pada aplikasi pengawasan COVID-19 di ponselnya. Lalu, informasi ini diteruskan ke pejabat kesehatan di ibu kota Kolkata, sekitar 200 km dari Benggala Barat.

India adalah negara yang telah menghabiskan 1,28 persen dari pendapatan domestik bruto (PDB) untuk kesehatan masyarakat, salah satu yang terendah di dunia. Hal ini juga yang jadi alasan mengapa penyedia jasa kesehatan informal berkembang di India. Selain itu, terlalu sedikit dokter berlisensi yang mau bekerja di desa.

Menurut penelitian profesor ekonomi di Universitas Georgetown, Jishnu Das, 68 persen dari semua penyedia layanan kesehatan informal di desa adalah tenaga kesehatan tanpa kualifikasi. Akan tetapi, peran kunci yang mereka mainkan sangat diakui.

Sejak pandemi virus Corona, penyedia layanan kesehatan informal memainkan peran penting dalam pengawasan masyarakat, melaporkan demam dan kasus influenza, dan bahkan membawa orang ke pusat pengujian. (vvc, bbc)




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat