Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Internasional
Ngaku Nabi, Pria Ini Ditembak Seseorang Saat Diadili di Pengadilan
Jumat, 31 Juli 2020 - 22:08:08 WIB
Ilustrasi
TERKAIT:
 
 

SULUHRIAU â€“ Seorang warga negara Amerika Serikat (AS) yang diadili atas tuduhan penistaan agama di Pakistan tewas ditembak saat muncul di pengadilan. Tahir Ahmed Naseem menghadapi dakwaan karena dituduh mengaku sebagai nabi.

Pria berusia 47 tahun itu ,meninggal pada Rabu (29/7/2020) di kota barat laut Peshawar setelah seorang anggota masyarakat berjalan ke ruang sidang dan menembaknya di depan hakim. Pelaku penembakan ditangkap di tempat kejadian.

Naseem diadili atas tuduhan penistaan agama setelah dituduh mengaku sebagai nabi, kejahatan yang dapat diganjar dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup berdasarkan hukum pidana Pakistan.

Dalam sebuah pernyataan, Departemen Luar Negeri AS mengatakan para pejabat "terkejut, sedih, dan marah" dengan kematian Naseem. Pernyataan itu mengatakan bahwa Naseem telah "dibujuk ke Pakistan dari rumahnya di Illinois oleh orang-orang yang kemudian menggunakan hukum penistaan agama Pakistan untuk menjebaknya".

Pernyataan itu tidak menawarkan detail lebih lanjut. Naseem telah menerima bantuan konsuler sejak penangkapannya pada 2018.

"Kami menyampaikan belasungkawa kami kepada keluarga Tahir Naseem, warga Amerika yang tewas hari ini di dalam ruang sidang di Pakistan," kata Biro Negara Urusan Selatan dan Tengah di Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan terpisah sebagaimana dilansir CNN dan dikutip dari okezone.com, Jumat (31/7/2020).

"Kami mendesak Pakistan untuk mengambil tindakan segera dan mengejar reformasi yang akan mencegah tragedi memalukan seperti itu terjadi lagi."

Menurut juru bicara kepolisian Peshawar, tersangka pembunuh mengatakan kepada Naseem bahwa ia adalah "musuh agama" dan pantas dibunuh sebelum melepaskan tembakan.

Polisi sedang menyelidiki bagaimana tersangka bisa memasuki ruang sidang dengan senjata yang diisi peluru. Petugas keamanan biasanya ditempatkan di luar gedung pengadilan dan petugas polisi menjaga ruang pengadilan individu.

Senjata sulit diperoleh di Pakistan, warga sipil tidak dapat membeli senjata atau membawa senjata tanpa lisensi yang valid. Anggota masyarakat juga biasanya tidak diizinkan masuk ke ruang pengadilan setempat, seperti di mana Naseem ditembak. (***)



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat