Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Nasional
Setelah KAMI Muncul KITA
Menerka perbedaan KAMI dan KITA, Pengamat Sebut Begini
Jumat, 21 Agustus 2020 - 22:53:37 WIB
Deklarasi KITA

SULUHRIAU- Deklarasi KAMI secara langsung menumbuhkan pesaing bernama KITA yang menjadi gerakan moral berisi tokoh yang mendukung Jokowi-Ma’ruf.

Perbedaan KAMI dan KITA bahkan memiliki nilai landasan pembentukan yang berbeda satu sama lainnya, meski keduanya didukung banyak tokoh.

Persaingan dua gerakan antara Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dengan Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) dinilai salah satu pengamat memiliki perbedaan yang cukup mencolok, secara tegas perbedaan KAMI dan KITA sangat jelas.

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Future Studies (Infus) Gde Siriana Yusuf seperti dikutip Rmol, perbedaan yang paling mencolok yakni KITA terbentuk bukan dari sense of crisis yang dimiliki KAMI dan menjadi dasar terbentuknya koalisi tersebut.

Gde menyebut sense of crisis disini merupakan kepekaan dalam menangani ancaman krisis akibat virus corona baru (covid-19) yang terjadi di Indonesia. Dimana beberapa fakta yang diungkapkan beberapa tokoh KAMI merupakan bagian dari permasalahan yang diungkapkan tokoh KAMI.

“Respon kelompok-kelompok pro rezim menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki sense of crisis atas fakta yang sedang berjalan saat ini, dan tidak peduli tentang masa depan Indonesia,” ujar Gde, Jumat 21 Agustus 2020.

Dengan telak Gde menyebut KITA tidak dibangun atas dasar sense of critic tersebut, sedangkan KAMI memang dibentuk dan berisi tokoh-tokoh non pendukung pemerintah. Kegelisahan para tokoh KAMI terhadap kondisi bangsa itulah yang akhirnya melahirkan koalisi.

Karenanya menurut Gde tak jarang jika banyak kalangan yang menilai KAMI disebut memiliki rencana pemakzulaan terhadap pemerintahan saat ini khususnya Joko Widodo. Namun diyakinkan Gde, bahwa KAMI disebut tidak memiliki rencana tersebut.

Kegelisahan dan kepedulian banyak tokoh di KAMI yang membuat gerakan tersebut secara keras memberikan kritikan kepada pemerintah khususnya Presiden Jokowi yang tengah menjabat saat ini. Kondisi negara yang cukup berat menjadi landasan kritikan yang muncul dari para tokoh KAMI.

“KAMI jauh dari perbuatan makar, karena ini (gerakan) merupakan respon kegelisahan dan keprihatinan tokoh-tokoh masyarakat atas situasi negara dalam berbagai tatanan ekonomi, politik, hukum, sosial budaya dan lain-lain,” ungkap Gde Siriana.

Dampak dari tajamnya kritikan tersebut, membuat Gde berkesimpulan bahwa gerakan KITA secara tidak langsung telah menjadi kepanjangan tangan pemerintah yang belum bisa membawa harapan besar untuk merubah kondisi krisis yang terjadi saat ini akibat pandemi.

“Mereka masih asyik saja menjadi tangan-tangan rezim dalam melakukan retorika politik, sementara Negara harus diselamtkan segera dan rakyat butuh kondisi ekonomi yang memberi harapan peningkatan kesejahteraan,” ungkap Gde.

Orientasi gerakan KITA

Meski dianggap berseberangan oleh sejumlah pihak, namun Koordinator KITA, Maman Imanulhaq menegaskan kalau mereka bukan berdiri sebagai gerakan tandingan KAMI.

KITA yang lahir dari relawan Jokowi berorientasi untuk koalisi independen yang berupaya menyemai, mengembangkan dan melestarikan Tanah Air Indonesia sebagai bagian dari diri, identitas dan masa depan bersama.

 â€œKITA bergerak dalam politik kesadaran yang berusaha membangun masyarakat yang terbayang (imagined community) Indonesia yang kreatif dan berkelanjutan” jelasnya.

Kendati begitu, pihaknya mengaku sangat menghargai deklarasi KAMI yang belum lama ini disampaikan di Tugu Proklamasi dengan melibatkan banyak sekali tokoh bangsa. (hops.id)



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat