Selasa, 18 Agustus 2026 Hadapi Potensi Bencana, BPBDPK Riau Rapatkan Barisan Damkar se-Provinsi | Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional | Gratis! Kemenkum Riau Gandeng BNI Daftarkan Hak Cipta Pelaku Kreatif dan UMKM | Perkuat Akses Keadilan, Kemenkum Riau dan Kejati Riau Bangun Sinergi Layanan Hukum bagi Masyarakat | Perkuat Akses Hukum, Kemenkum Riau Genjot Pendampingan JDIH ke Pemda, DPRD dan Kampus | Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
 
 
☰ Peristiwa
Pemkab Meranti Ikuti Webinar Eksistensi Wilayah Perbatasan dengan Mendagri dan Menkopolhukam
Kamis, 17 September 2020 - 11:43:38 WIB
Asisten II Sekdakab Meranti H. Asroruddin, mengikuti Webinar Wilayah Perbatasan bersama Mendagri Tito Karnavian dan Menkopolhukam Mahfud MD. (Foto: Humas)

SULUHRIAU, Meranti- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dalam hal ini Bupati Drs. Irwan M.Si yang diwakili okeh Asisten II Sekdakab Meranti H. Asroruddin, mengikuti Webinar Wilayah Perbatasan bersama Mendagri Tito Karnavian dan Menkopolhukam Mahfud MD.

Kegiatan dalam rangka meningkatkan sinergitas yang baik antara Pemda dan Pemerintah Pusat dalam menjaga Wilayah Perbatasan Indonesia ini ditaja oleh Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI, Kamis (17/92020).

Webinar tersebut dipimpin dan diikuti oleh Menko Polhukam Mahfud MD, Mendagri Jend. Pol Purn Tito Karnavian, Menkominfo Joni G. Plate, Menteri PUPR RI Basuki, Sekretaris BNPB Dr. Suhajar Diantoro, 15 Gubernur dan 54 Bupati/Walikota didaerah perbatasan Indonesia, serta OPD terkait.

Sementara Pemkab. Meranti dihadiri oleh Bupati Drs. Irwan M.Si yang diwakili oleh Asisten II Sekdakab. Meranti H. Asroruddin, Kabag Perbatasan Sekda Meranti M. Nazar, Kabag Ortal Bayu Widodo, Camat Rangsang H. Arifuddin, Camat Pulau Merbau Atan Ibrahim, Sekretaris Dinas Perhubungan Meranti Umayah, Kasubag Perbatasan Yusril Lubis, Bagian Humas dan Protokol Meranti dan pejabat lainnya.

Seperti dijelaskan Sekretaris BNPB Dr. Suhajar Diantoro, kegiatan ini bertujuan  agar tercipta sinergitas yang baik antara daerah dan pemerintah pusat khususnya BNPB dalam menjaga kawasan batas negara sebagai Garda Terdepan NKRI.

Melalui pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, pelabuhan serta Infrastruktur Telekomunikasi (TIK) yang bermanfaat bagi masyarakat, dengan begitu masyarakat yang tinggal didaerah terpencil dapat merasakan hadirnya negara.

Ditegaskan Menkopolhukam Mahfud MD ada 3 Isu Pokok yang menjadi pesan Presiden RI Joko Widodo untuk menjadi perhatian yakni 1. Menjaga Teritori tidak ada sejengkal tanahpun di Repbublik Indonesia yang diambil bangsa lain, 2. Menjaga keutuhan RI sesuai Ideologi Pancasila, 3. Menjaga Kesejahteraan Masyarakat dengan mengesa pembangunan fisik diwilayah perbatasan.

Saat ini dikatakan Mahfud, Akibat Pandemi Covid-19, membuat pembangunan didaerah perbatasan menjadi terkendala namun demikian ia berharap semua fasilitas yang tersedia dan telah dibangun negara dapat dimanfaatkan agar kehidupan sosial ekonomi masyarakat tetap hidup.

Masalah penyebaran Covid-19 ini menurut Mahfud harus menjadi prioritas Pemerintah Daerah diwilayah Perbatasan dengan memperketat penerapkan protokol kesehatan dipintu-pintu masuk negara.

"Untuk mengatasi Covid-19 yang paling efektif adalah dengan menggunakan Vaksin namun sebelum Vaksin ini ditemukanya diminta kepada Pemerintah Daerah diwilayah perbatasan untuk memperketat wilayah perbatasan dengan menerapkan Protokol Kesehatan (Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan)," ujar Mahfud.

Mahfud berharap dengan menjaga dan membangun daerah perbatasan membuat Indonesia menjadi Aman, berdaulat, serta berdaya saing, dan kehidupan berjalan baik.

"Membangun daerah perbatasan ini hemdaknya bukan sekedar misi dan visi tapi juga harus diwujudkan dalam menyongsong masa depan Indonesia yang lebih baik," Harap Menkopolhukam.

Sementara itu, Mendagri Tito Carnavian mengatakan, Pemerintah Pusat sangat konsen menjaga teritorial dan memperhatikan pembangunan daerah perbatasan terutama terluar, terdepan, tertinggal (3T).

"Hal ini sesuai dengan Nawa Cita Presiden Joko Widodo yang ingin memulai pembangunan dari pinggiran, daerah perbatasan Indonesia," jelasnya.

Namun menurut Tito, menjaga teritorial  negara Indonesia bukan hal yang mudah karena Indonesia memiliki laut terpanjang didunia dengan 17 ribu lebih pulau dan 3 Time Zone.

"Dengan 60 persen wilayah lautan sangat rentan terjadinya pencaplokan dari negara lain, belum lagi tantangan lain seperti Ilegal Fishing, Ilegal Entri dan Ilegal Out serta Peredaran Narkona," ujar Tito.

Untuk itu Tito berharap agar eksistensi Indonesia khususnya didaerah perbatasan tetap terjaga diminta kepada Pemerintah Daerah dapat memanfaatkan dan menjaga semua bangunan fisik yang telah dibangun oleh Pemerintah Pusat.

Menyikapi semua intruksi Pusat yang dipaparkan dalam kegiatan Webinar tersebut, dikatakan Asisten II Sekdakab. Meranti H. Asroruddin, Pemerintah Kepulauan Meranti siap melaksanakan semua petunjuk dari pemerintah Pusat.

Satu hal yang diminta Pemkab. Meranti agar Nawacita Presiden RI benar-benar diwujudkan di Meranti yang merupakan daerah terluar, terdepan dan terdepan NKRI ini agar masyarakat benar-benar merasakan negara hadir di Kabupaten termuda di Riau ini. (hpm)




 
Berita Lainnya :
  • Hadapi Potensi Bencana, BPBDPK Riau Rapatkan Barisan Damkar se-Provinsi
  • Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional
  • Gratis! Kemenkum Riau Gandeng BNI Daftarkan Hak Cipta Pelaku Kreatif dan UMKM
  • Perkuat Akses Keadilan, Kemenkum Riau dan Kejati Riau Bangun Sinergi Layanan Hukum bagi Masyarakat
  • Perkuat Akses Hukum, Kemenkum Riau Genjot Pendampingan JDIH ke Pemda, DPRD dan Kampus
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Hadapi Potensi Bencana, BPBDPK Riau Rapatkan Barisan Damkar se-Provinsi
    02 Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional
    03 Gratis! Kemenkum Riau Gandeng BNI Daftarkan Hak Cipta Pelaku Kreatif dan UMKM
    04 Perkuat Akses Keadilan, Kemenkum Riau dan Kejati Riau Bangun Sinergi Layanan Hukum bagi Masyarakat
    05 Perkuat Akses Hukum, Kemenkum Riau Genjot Pendampingan JDIH ke Pemda, DPRD dan Kampus
    06 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
    07 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    08 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    09 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    10 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    11 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    12 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    13 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    14 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    15 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    16 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    17 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    18 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    19 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    20 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    21 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    22 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat