Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Kesehatan
Doni Monardo Sebut Covid-19 Bak Malaikat Pencabut Nyawa bagi Kelompok Rentan
Sabtu, 19 September 2020 - 13:48:11 WIB

SULUHRIAU- Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo kembali menegaskan bahwa Covid-19 ibarat malaikat pencabut nyawa bagi kelompok rentan. Terutama masyarakat yang berusia lebih dari 47 tahun yang disertai dengan penyakit penyerta (komorbid).

“Setelah sekian bulan kita semakin tahu bahwa Covid ini sangat membahayakan. Covid ibarat malaikat pencabut nyawa bagi kelompok rentan. Saya ulangi lagi, ibarat malaikat pencabut nyawa bagi kelompok rentan. Saya tidak akan pernah bosan menyebutkan kalimat ini,” ungkap Doni dalam Webinar Nasional ‘Dokterku Sayang, Dokterku Berjuang’ secara virtual, Sabtu (19/9/2020).

BACA JUGA: Mengejutkan! 7 Persen Pasien Corona Wisma Atlet Ternyata Tidak Pernah Keluar Rumah

Kenapa? Doni menjelaskan faktanya mereka yang masih muda, mereka yang masih berusia di bawah 46 tahun dan tidak ada komorbid, hampir 100% sembuh dari Covid-19. “Kalau boleh saya katakan 100% itu sembuh, sembuh. Ada yang sembuhnya 7 hari, dua minggu, paling lama satu bulan sembuh. Karena banyak sekali prajurit TNI dan Polri yang terpapar Covid karena mereka masih muda, mereka apa namanya tidak ada penyakit penyerta akhirnya sembuh.”

“Tetapi apa yang terjadi, mereka yang punya komorbid diatas 47 tahun adalah korban terbanyak, 85%. Bahkan di Jawa Timur yang disampaikan oleh ibu Gubernur Jawa Timur 91,9% yang wafat itu adalah penderita komorbid. Dan yang tertinggi adalah diabet,” kata Doni.

Namun, Doni mengatakan bahwa dari perkembangan data di beberapa provinsi, tidak semua provinsi angka kematian tertinggi itu adalah karena komorbid diabet.

“Sulawesi Selatan kalau tidak salah dan Kalimantan Selatan itu adalah hipertensi. Data ini penting sekali, data penting sekali. Dari data lah saya bisa tahu bahwa mereka yang menjadi korban terbanyak adalah usia yang sudah di atas 40 tahun dan memiliki penyakit penyerta.”

Dia mengatakan telah menyampaikan kepada sejumlah pimpinan di daerah untuk bisa melindungi kelompok rentan. “Saya sudah menyampaikan kepada sejumlah pimpinan dari berbagai macam kementerian dan lembaga, kita selamatkan mereka jangan berikan mereka aktivitas keluar, mereka di rumah saja.”

“Tetapi juga bukan berarti di rumah akan aman kalau di rumah itu ada orang-orang yang atau keluarga yang secara rutin mengikuti aktivitas di luar rumah, ketika kembali bisa jadi menjadi carrier, menjadi pembawa virus Covid, bisa menulari juga,” tambahnya.

Ketika strategi bisa melindungi kelompok rentan ini berhasil, kata Doni, maka angka kematian akan bisa ditekan.

“Karena sekarang kita sudah masuk di angka 9 ribu sekian, dalam waktu yang tidak lama mungkin kalau kita tidak bisa menahannya maka akan menembus angka psikologis 10 ribu dan ini angka yang sangat besar.

Demikian juga yang terpapar sudah cukup banyak ya sekitar 250 ribu orang. Secara global kita semua mendekati angka psikologi mendekati satu juta jiwa,” jelasnya dilansir okezone.com. ***




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat