Selasa, 18 Agustus 2026 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat | Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat | Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana | Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas | Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
 
 
☰ Hukrim
Kabar Petani Ubi yang Dianiaya Security PT MCP, Humas PT AA Beri Penjelasan
Jumat, 23 Oktober 2020 - 19:30:22 WIB

TERKAIT:

PEKANBARU, Pekanbaru-Berita di beberapa media online tentang warga Sebanga petani ubi diduga dianiaya oleh security PT Arara Abadi (AA) cukup menghebohkan.

Dimintai klarifikasinya manajer Humas PT AA, M Herwansyah didampingi staf Humas Alfian,  menjelaskan peristiwa yang terjadi pada 7 Oktober 2020, tidak sesuai dengan kenyataan dan fakta yang sebenarnya terjadi.

Diceritakannya kejadian yang mengakibatkan satu orang security PT MCP kontraktor PT AA, Sahala Hasiloan (27) tewas akibat tusukan benda tajam  yang diduga dilakukan oleh Victor Nainggolan dibagian perut, bermula saat security PT MCP melakukan tugas rutin patroli di wilayah konsesi PT AA.

Kejadian ini berawal dari security PT MCP melakukan pengamanan tenaga kerja kegiatan tanam  eucaliptus dan pemupukan di areal HTI PT Arara Abadi, Pada hari Rabu (7/10/20) sekira pukul 08.00 WIB di KM 38 Dalam,  Desa Tasik Serai Kecamatan Talang Muandau Kabupaten Bengkalis.
    
Pada areal yang sudah ditanam dan dipupuk tersebut, sebagian tanaman tidak ada lagi di lokasi dan telah ditanami ubi oleh orang yang tak dikenal (OTK). Lalu team security membersihkan tanaman ubi tersebut agar dapat kembali ditanami eucaliptus.
    
Sekira pukul 15.00 WIB datang dua orang diketahui bernama Nainggolan dan Manurung lalu mengaku memiliki lahan tersebut dan terjadi perdebatan dengan team security PT MCP sekira pukul 15.30 WIB. Namun belum berujung pada kontak fisik dan perbedebatan usai lalu Nainggolan dan  Manurung serta security PT MCP meninggalkan lokasi perdebatan.
    
Sekira pukul 18.30 WIB, team security melaksanakan aplusan jaga malam, selanjutnya anggota security PT MCP Saul Sinaga dan Pisli melakukan pengecheckan terhadap tanaman yang baru ditanam dan ditemukan tanaman yang baru ditanam juga sudah dicabut dan tidak ada lagi diareal tersebut.
    
Pada saat itu datang sekitar 8 orang menghampiri Saul Sinaga dan Pisli, dua orang security ini mendapat ancaman kekerasan seperti parang panjang ditempelkan diperut Pisli dari salah seorang yang tidak dikenal tersebut "kau mau mati mengecheck areal ini" kata orang tersebut.

Lalu kemudian anggota security PT MCP Saul Sinaga menelephone Danton security PT MCP, Roy Martin Siregar dan mengatakan si Pisli sudah diancam, parang sudah ditempelkan ke perut Pisli, kalo ada security datang lagi kesini pasti jatuh korban". Mendapat informasi tersebut, Roy Marten menelephon Site Manager Security PT MCP Simsoni dan menyampaikan
anggota Pisli dan Saul Sinaga diancam dengan parang dan disandera di lokasi tanaman yang telah dicabut oleh sekelompok orang.

Sekira pukul 20.00 WIB team security PT MCP berangkat dari Distrik Duri 2 KM 38 Desa Tasik Serai menuju ke areal Konsesi HTI PT Arara Abadi yang dicabut tanamannya dan yang diklaim oleh kelompok Nainggolan.
 
Sesampai di lokasi tersebut team security menuju ke sebuah pondok yang ada berdiri di areal Konsesi HTI PT Arara Abadi. Setiba di podok tersebut team security PT MCP menemui sekelompok orang yang berjumlah delapan orang yang sudah berkumpul dan memegang parang.
    
Lalu Site Manager Security PT MCP Simsoni menanyakan kepada orang tersebut siapa yang mengancam security tadi dengan parang ?blalu ada suara teriakan dari kelompok orang tersebut dan terjadi bentrok antara security PT MCP dengan kelompok orang yang berjumlah delapan orang tersebut.
    
Saat terjadi bentrok, salah seorang dari kelompok orang tersebut diketahui bernama  Victor Nainggolan menyerang Simsoni dengan menggunakan pisau, lalu security lainnya, Vincen ingin menangkap pisau tersebut namun tidak berhasil malah tangan Vincen terluka akibat pisau tersebut. Disaat bersaman Victor terjatuh dengan tangan masih menggengam sebilah pisau ditangan kanannya.
    
Kemudian security, Sahala Hasiloan Sianturi ingin menangkap Victor  yang sedang terbaring ditanah, seketika itu juga Victor langsung menusukan pisau ke arah perut Sahala Hasiloan dan iapun terjatuh ke tanah bersimbah darah.
 
Mengetahui korban terluka Victor kemudian melarikan diri diikuti dengan kelompok orang yang tidak dikenal lainnya.

Oleh rekan-rekan sesama security, Sahala dilarikan ke Puskesmas Serai Wangi, Kecamatan Talang Mandau, namun sesampai di Puskesmas Serai Wangi keadaan korban kritis banyak mengeluarkan darah dan nyawanya tidak dapat diselamatkan.

" Pelaku penusukan serta satu orang rekannya sudah diamankan ke Polsek Pinggir dan sudah diproses untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," katanya. (rls)



 
Berita Lainnya :
  • Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
  • Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
  • Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
  • Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
    02 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    03 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    04 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    05 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    06 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    07 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    08 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    09 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    10 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    11 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    12 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    13 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    14 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    15 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    16 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    17 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    18 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    19 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    20 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    21 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    22 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat