Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Sosial Budaya
Ini Sikap Tegas Imam Besar Al-Azhar di Depan Menlu Prancis
Senin, 09 November 2020 - 10:20:55 WIB
Sikap Tegas Imam Al-Azhar di Depan Menlu Prancis (Fhoto: Al Ahram)

SULUHRIAU- Imam Besar Al-Azhar, Ahmed El-Tayyeb menyatakan, penolakan atas tindakan menghina Nabi Muhammad dan bersumpah untuk menuntut pelaku di pengadilan internasional. Hal tersebut disampaikan Imam Besar Al-Azhar dalam sebuah pernyataan.

Pernyataannya datang dalam pertemuan Ahad (8/11/2020) dengan Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian mengunjungi Mesir untuk membantu mengurangi ketegangan akibat komentar Presiden Prancis, Emmanuel Macron tentang Islam.

Adapun Macron membela hak untuk menggambar kartun tentang Nabi Muhammad, dengan mengatakan, Prancis tidak akan meninggalkan kartun tersebut. Selain itu, beberapa kampanye diluncurkan di dunia Islam, terutama di media sosial, menyerukan boikot produk Prancis sebagai tanggapannya.

"Jika Anda mempertimbangkan untuk menghina Nabi kami, perdamaian atas dia, kebebasan berbicara, kami dengan tegas menolaknya", sebut bunyi pernyataan itu, dilansir dari laman Ahram Online pada Senin (9/11/2020).

"Saya orang pertama yang memprotes kebebasan berbicara ketika kebebasan ini melanggar agama apa pun, tidak hanya Islam," kata Imam Besar.

"Eropa berutang budi kepada nabi kami Muhammad dan agama kami, karena cahaya yang telah diperkenalkan agama ini kepada seluruh umat manusia. Kami menolak menyebut terorisme 'Islami'," kata El-Tayyeb.

Dia menambahkan, setiap orang harus segera berhenti menggunakan istilah ini. Sebab hal tersebut menyakiti perasaan umat Islam di seluruh dunia, dan bertentangan dengan kebenaran yang diketahui oleh semua orang.

El-Tayyeb menegaskan, Muslim di seluruh dunia menolak terorisme yang bertindak di bawah kedok agama. Dia menekankan, Islam dan nabi tidak ada hubungannya dengan terorisme.

"Al-Azhar mewakili suara hampir dua miliar Muslim, dan saya katakan teroris tidak mewakili kami dan kami tidak bertanggung jawab atas tindakan mereka. Saya mengumumkan itu di semua forum internasional, di Paris, London, Jenewa, Amerika Serikat, Roma, Negara-negara Asia dan di mana-mana," kata dia.

"Saat kami mengatakan ini, kami tidak mengatakannya sebagai permintaan maaf. Islam di atas permintaan maaf," lanjutnya.

"Saya dan serban Al-Azhar ini membawa mawar di Bataclan Square, di Paris, dan menyatakan penolakan terhadap segala bentuk terorisme. Pelanggaran tersedia di antara pengikut semua agama dan di bawah semua sistem. Jika kami mengatakan, Kristen tidak bertanggung jawab atas insiden Selandia Baru, kami juga harus mengatakan, Islam tidak bertanggung jawab atas terorisme orang-orang yang berperang atas namanya," paparnya.

Imam Besar juga merujuk pada peran pendidikan dan ideologis Al-Azhar sepanjang waktu dalam menghadapi terorisme. Dia mengatakan, itu membuat kurikulum baru, yang menegaskan bahwa teroris adalah penjahat dan bahwa Islam tidak bertanggung jawab atas tindakan mereka.

Di samping itu, El-Tayyeb memuji pernyataan Le Drian selama krisis yang dipicu oleh pernyataan kontroversial Marcon. Dia mengatakan bahwa ucapan Le Drian mewakili suara kebijaksanaan.

Dalam sambutan pers, Le Drian menegaskan rasa hormat Prancis yang dalam terhadap Islam, termasuk perannya dalam budaya, sejarah, dan ilmu pengetahuan Prancis, serta peran Imam Besar El-Tayyeb Al-Azhar dalam menyerukan toleransi dan moderasi.

Le Drian mengungkapkan, Muslim di Prancis merupakan bagian integral dari masyarakat Prancis, dan dapat menjalankan ritual mereka di bawah perlindungan negara.

Menurut Le Drian, satu-satunya pertempuran yang harus dilakukan bersama dengan mitra di Mesir adalah melawan terorisme dan ekstremisme dan mereka yang mendistorsi agama untuk tujuan politik. Dia mengatakan, negaranya membedakan antara Islam dan ekstremis itu, menegaskan bahwa Muslim adalah korban utama terorisme.

"Dengan lembaga besar seperti Al-Azhar, kita harus melawan kombinasi kebencian dan delusi agama ekstremis," kata dia.

Sebelumnya, Prancis tengah mencari cara memperbaiki kembali hubungan dengan negara-negara Muslim yang renggang akibat pernyataan Presiden Emmanuel Macron. Prancis berencana mengirimkan duta khusus untuk menyampaikan pandangan-pandangan Macron pada dunia Muslim.

"Prancis mencari cara menunjuk duta besar khusus untuk menjelaskan pemikiran Presiden Emmanuel Macron tentang sekularisme dan kebebasan berekspresi," tulis The Guardian seperti dilansir Sputniknews  pada Kamis (5/11/2020).

Utusan khusus Prancis itu ditugaskan untuk membantu mencegah sentimen anti Prancis menyebar lebih luas di mana telah terlihat di beberapa negara mayoritas Muslim dalam beberapa pekan terakhir.

Sumber: Republika.co.id
Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat