Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Kesehatan
Akan Pergi ke Kepri
Dua Bulan Bersandar di Pekanbaru, Akibat Kendala Teknis RSA Nusa Waluya II Batal Beroperasi
Jumat, 13 November 2020 - 08:56:55 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Rumah Sakit Apung (RSA) Nusa Waluya II yang bersandar di tepi Sei Siak Pekanbaru sejak dua bulan lalu, akhirnya batal beroperasi. Rencananya RSA ini sudah beroperasi November ini.

Koordinator RSA Nusa Waluya II, dr Stephanie, menyebut adanya pembatalan operasional ini karena RSA mengalami kendala teknis. Kapal itu tidak bisa melayani pasien karena terjadi kerusakan pada satu mesin penggerak utama kapal.

Atas kerusakan itu menyebabkan operasional layanan kesehatan di kapal itu tidak bisa berjalan. Mereka pun bakal membawa RSA ke luar Kota Pekanbaru.

"Kendala teknis ini yang membut kami akhirnya memutuskan bahwa tidak dapat dilakukan operasional di Kota Pekanbaru," jelasnya Kamis, (12/11/2020).

RAS menunda pelayanan kesehatan di Pekanbaru hingga batas waktu yang belum ditentukan. Apabila ada kesempatan lebih lanjut maka tim bakal mengevaluasi dan kembali ke Pekanbaru di kemudian hari.

"Kami akan bawa RSA ke luar kota, untuk sementara menunda pelayanan kesehatan di Pekanbaru. Lalu mengevaluasi mesin, agar memaksimalkan layanan kesehatan di kemudian hari," katanya.

RSA Nusa Waluya II bakal menjalani perbaikan selepas meninggalkan Sungai Siak. Kapal tongkang ini bakal jalani perbaikan di sekitar Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Menurut Stephanie lokasi tersebut jadi tujuan berikutnya karena banyak lokasi perbaikan kapal.

"Kami rencanakan dalam dua pekan, RSA Nusa Waluya II akan berangkat meninggalkan Pekanbaru menuju lokasi perbaikan," katanya.

 Minta Maaf

Wakil Ketua Pelaksana Harian doctorShare, Tutuk Utomo Nurady memohon maaf kepada masyarakat.

Pasalnya, karena terjadi kendala teknis di luar perencanaan, pelayanan kesehatan bagi masyarakat batal terlaksana.

"Kami evaluasi lebih lanjut nantinya kondisi operasional kapal. Ini semua di luar perkiraan kami," ucapnya.

Ia mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah mendukung rencana operasional RSA Nusa Waluya II.

Menurut Tutuk, ada sejumlah daerah yang masuk dalam perencaan tim. Ia menyebut RSA seharusnya menjalani perbaikan di galangan kapal pada Maret 2021 mendatang.

Sebelumnya, RSA Nusa Waluya ini datang ke Pekanbaru pada 18 September 2020 yang lalu. Rencananya ketika itu, RS bergerak ini akan melayani pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga Pekanbaru.

bahkan tenta-tenda pelayanan sudah dibangun untuk pelayanan kesehatan masyarakat. RSA menawarkan pengobatan gratis kepada warga Pekanbaru. [san]






 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat