Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Politik
Empat Faksi Partai Demokrat Pro-Moeldoko Vs AHY
Selasa, 02 Februari 2021 - 17:00:57 WIB
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono di kantor DPP Partai Demokrat , Jakarta, Senin (1/2/2021). [Foto: rol]

SULUHRIAU- Tokoh-tokoh senior Partai Demokrat hari ini menggelar keterangan pers merespons isu upaya pengambilalihan pucuk kepemimpinan partai yang kini dipimpin oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Dalam keterangan pers ini terungkap adanya empat faksi di tubuh Partai Demokrat yang mengakui mendorong Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko menggantikan AHY.

Mantan Wakil Sekjen (wasekjen) Partai Demokrat Yus Sudarso menegaskan, bahwa keinginan kader mengganti kepemimpinan Agus Yudhoyono Harimurti Yudhoyono (AHY) dari posisi ketua umum Partai Demokrat berasal dari internal partai. Yus mengungkapkan setidaknya ada empat faksi yang mendorong agar Mantan Panglima TNI Moeldoko menggantikan AHY.

"Di pertemuan ini saya amati dan tahu ada setidaknya empat faksi," kata Yus dalam konferensi pers di Kuningan, Jakarta, Selasa (2/2).  

Faksi pertama yaitu faksi ketua umum pertama Partai Demokrat Subur Budi Santoso. Salah satu tokoh yang hadir yang mewakil faksi Subur Budi Santoso yaitu Hengky Luntungan. Faksi kedua yaitu faksi dari ketua umum Partai Demokrat hasil kongres 2005 di Bali, Hadi Utomo.

"Kebetulan saya koordinator tim Hadi Utomo - Marzuki Ali," ujarnya.

Faksi ketiga yaitu faksi Anas Urbaningrum hasil dari kongres Partai Demokrat di Bandung 2010 lalu. Keempat yaitu faksi Marzuki Alie, yang dihadiri oleh Syofwatilah Mohzaib yang juga eks Wasekjen Partai Demokrat.

"Tanpa ada rekayasa kawan-kawan ini bertemu dalam satu titik pemikiran bagaimana Partai Demokrat ke depan, ini adalah sepenuhnya bagian dari internal partai," ucapnya.

Yus menganggap tidak ada salahnya para pendiri ketika itu memilih Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan mengantarkan SBY menjadi Presiden pada 2004. Begitu juga keinginan para pendiri saat ini yang menginginkan agar Moeldoko memimpin Partai Demokrat.

"Apa salahnya Pak Moeldoko? tidak seubahnya seperti senior-senior kami sebelumnya menjemput SBY," tuturnya.

"Agar bukan menjadi misteri lagi, sebenarnya pergerakan yang dimaksud bukan pergerakan tetapi mengalir seperti air dari daerah tentu kepada kanal-kanal faksi yang ada itu," imbuhnya.

Salah seorang pendiri Partai Demokrat, Ahmad Mubarok mengatakan, wajar jika ada desakan dari kader agar AHY diganti dari posisi ketua umum saat ini. Jika AHY bisa menghadapi persoalan tersebut secara politik maka hal tersebut dinilai menjadi pembelajaran yang sangat baik bagi AHY.

"Saya kira teman-teman inginnya menyelamatkan partai karena partai yang dulu didirikan ini mudah-mudahan Pemilu 2024 kembali eksis jadi apa yang telah terjadi proses seperti ini itu suatu proses yang wajar di dalam politik," kata Mubarok.

Sumber: Republika.co.id
Editor: Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat