Selasa, 18 Agustus 2026 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat | Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat | Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana | Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas | Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
 
 
☰ Sosial Budaya
Melihat Bung Karno Lewat Surat Cinta Romantis yang Ditulis untuk Istri-istrinya
Minggu, 21 Februari 2021 - 08:58:01 WIB
Bung Karno (foto: Istimewa)

SULUHRIAU- Bung Karno dikenal piawai dalam merangkai kata. Surat-surat cinta Bung Karno pada istri-istrinya membuktikan sisi romantis Bung Karno.

Rayuannya yang dituangkan di surat cinta yang berlembar-lembar membuat wanita yang diincarnya bertekuk lutut. Berikut cuplikan surat cinta sang proklamator.

Ratna Sari Dewi

Naoko Nemoto atau Ratna Sari Dewi, wanita berkebangsaan Jepang yang dinikahi Sukarno. Ia lahir di Tokyo, 6 Februari 1940, Ratna menikah dengan Bung Karno pada usia 19 tahun.

Ia bertemu Bung Karno di Imperial Hotel, Tokyo. Sebelum menjadi istri Soekarno, Dewi adalah seorang geisha.

“Jika saya mati, kuburlah saya di bawah pohon yang rindang. Saya memiliki seorang istri, yang saya cintai dengan segenap jiwa saya. Namanya Ratna Sari Dewi. Jika dia meninggal, kubur dia di kuburanku. Aku ingin dia selalu bersamaku,” surat yang ditulis Bung Karno tanggal 6 Juni 1962.

Bung Karno kepada Ratna juga pernah menulis surat, “Jadilah sumber kegembiraan bagi saya. Kebahagiaan saya, sumber kekuatan saya, jadilah sumber inspirasi," ujar Roso Daras penulis buku "Sukarno Sejarah yang Tercecer".

Surat lain menceritakan saat Bung Karno sedang sidang kabinet, "Secara fisik, saya ada di sini dalam sebuah pertemuan kabinet, tapi hati saya bersamamu," tulisnya.

Dalam wawancaranya dengan Japan.co, Ratna mengatakan masih menyimpan surat-surat Soekarno yang dialamatkan padanya.

"Saya memiliki 500 surat yang kini disimpan dengan baik di sebuah bank," kata Dewi.

Fatmawati

Berikut surat cinta Bung Karno kepada Fatmawati. "Kamu adalah cahaya di mataku. Kamu yang akan mengizinkanku melanjutkan perjuangan beratku."

"Dari ribuan perawan di dunia. Aku memuliakanmu sebagai dewi. Aku memujamu dengan nyanyian yang mulia, bunga dan sebanyak kemenyan hatiku".

Fatmawati adalah putri seorang tokoh Muhammadiyah di Bengkulu yang menikah dengan Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1943.

Hartini

“Tuhan telah mempertemukan kita Tien, dan aku mencintaimu. Ini adalah takdir."

Ia juga menerima telegram dari Bung Karno, sebaris untaian kalimat yang indah. "Saat pertama kali melihatmu, hatiku bergetar. Mungkin Anda juga merasakan hal yang sama."

Cerita itu tertuang di buku biografi "Srihana-Srihani Hartini Sukarno:". Bung Karno sangat terkesan dengan kecantikan Hartini. Ia juga mengaku jatuh cinta pada Hartini pada pandangan pertama.

“Tien, saya tidak bisa bekerja tanpamu. Padahal kamu istri kedua saya, kamu tetap istri sah saya. Sekalipun tidak tinggal di Istana Negara, Anda tetap menjadi ratu. Anda akan menjadi ratu tanpa mahkota di Istana Bogor,” tulis Bung Karno.

"Haryatie Soekarno, The Hiden Story, hari hari bersama Bung Karno" memuat surat-surat cinta Bung Karno pada Haryatie

Roso Daras juga mencuplik surat cinta itu dalam tulisannya. Surat cinta ini ditulis 31 Agustus 1963, ditujukan kepada Hariyatie, yang dinikahinya 21 Mei 1963. Hariyatie masih tinggal di rumah Jl Madiun, Menteng – Jakarta Pusa.

Surat itu terdiri atas dua lembar. Pada sisi kertas ditulis miring, Bung Karno menulis “Bali saka hotel, ora bisa turu, njur nulis layang iki” (Pulang dari hotel, tidak bisa tidur, lantas menulis surat ini). Surat kepada Harijatie banyak dituang dalam bahasa Jawa.

Yatie adikku wong ayu,

Iki lho arloji sing berkarat kae. Kulinakna nganggo, mengko sawise sesasi rak weruh endi sing kok pilih: sing ireng, apa sing dek mau kae, apa karo-karone? Dus: mengko sesasi engkas matura aku (Dadi: senajan karo-karone kok senengi, aku ya seneng wae).

Masa ora aku seneng! Lha wong sing mundut wanodya pelenging atiku kok! Aja maneh sekadar arloji, lha mbok apa-apa wae ya bakal tak wenehke.

Tie, layang-layangku ki simpenen ya! Karben dadi gambaran cintaku marang kowe kang bisa diwaca-waca maneh (kita baca bersama-sama) ing tembe jen aku wus arep pindah-omah sacedake telaga biru sing tak ceritake dek anu kae.

Kae lho, telaga biru ing nduwur, sak nduwure angkasa. Coba tutupen mripatmu saiki, telaga kuwi rak katon ing tjipta! Yen ing pinggir telaga mau katon ana wong lanang ngagem jubah putih (dudu mori lho, nanging kain kang sinulam soroting surya), ya kuwi aku, — aku, ngenteni kowe. Sebab saka pangiraku, aku sing bakal ndisiki tindak menyang kono, — aku, ndisiki kowe!

Lha kae, kembang semboja ing saknduwure pasareanku kae, — petiken kembang iku, ambunen, gandane rak gandaku. Dudu ganda kembang, nanging sawijining ganda kang ginawe saka rasa-cintaku. Sebab, oyote kemboja mau mlebu ing dadaku ing kuburan.

Masmu

(tanda tangan Soekarno)

Terjemahannya :

Yatie, adikku yang ayu,

Ini lho, arloji bertahta emas itu. Biasakan memakai, nanti setelah sebulan kamu akan tahu mana yang hendak dipilih, yang hitam atau yang satunya, atau keduanya? Jadi, nanti sebulan lagi, bilanglah (walaupun suka keduanya, aku senang juga).

Masakan aku tidak senang, lha yang meminta saja wanita jantung hatiku! Jangankan sekadar arloji, minta apa pun akan aku beri.

Tie, surat-suratku ini tolong disimpan ya! Supaya menjadi gambaran cintaku kepadamu, yang bisa dibaca-baca lagi (kita baca bersama-sama) pada suatu saat nanti, kala aku mau pindah-rumah di dekat telaga biru yang saya ceritakan ketika itu.

Itu lho, telaga di atas, di atasnya angkasa. Coba kau pejamkan matamu sekarang, maka kau akan bisa membayangkan telaga itu! Kalau di tepian telaga tadi tampak lelaki berjubah putih (bukan kain kafan lho… tetapi kain yang bersulamkan pancaran sinar matahari), ya itu aku, –aku, menunggumu. Sebab dari perkiraanku, aku yang bakal mendahului pergi ke sana, aku mendahuluimu!

Lha itu, kembang kamboja di atas nisanku, petiklah kembang itu, ciumilah, maka kamu akan rasakan aroma tubuhku. Bukan aroma bunga, tetapi sebuah aroma yang tercipta dari rasa-cintaku. Sebab, akar kamboja itu menusuk menembus dadaku, di dalam kuburan sana.

Masmu

(tanda tangan Soekarno)

Sumber: okezone.com
Updetor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
  • Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
  • Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
  • Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
    02 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    03 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    04 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    05 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    06 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    07 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    08 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    09 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    10 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    11 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    12 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    13 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    14 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    15 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    16 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    17 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    18 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    19 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    20 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    21 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    22 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat