Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Internasional
Kekuasaan 12 Tahun Netanyahu Jadi PM Israel Akhirnya Tamat!
Minggu, 13 Juni 2021 - 20:44:09 WIB
Nyetanyahu

SULUHRIAU- Kekuasaan 12 tahun perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan berakhir pada Minggu ketika parlemen memberikan suara untuk pemerintahan baru, mengantarkan pemerintahan yang berjanji akan menyembuhkan sebuah negara yang terpecah akibat kepergian pemimpin terlama negara tersebut.

Netanyahu, 71, politisi Israel paling dominan di generasinya, gagal membentuk pemerintahan setelah pemilu Israel 23 Maret, yang keempat dalam dua tahun.

Kabinet baru, yang akan dilantik setelah mosi tidak percaya Knesset (parlemen) diperkirakan menang, akan dirancang bersama oleh pemimpin oposisi tengah Yair Lapid dan ultra nasionalis Naftali Bennett.

Bennett, jutawan teknologi mandiri, akan menjabat sebagai perdana menteri selama dua tahun sebelum Lapid, mantan host TV kenamaan, mengambil alih. Mereka akan memimpin pemerintahan yang terdiri atas partai-partai dari semua spketrum politik, termasuk untuk yang pertama kalinya mewakili 21 persen minoritas Arab.

Mereka sebagian besar berencana menghindari langkah-langkah sweeping pada isu-isu internasional seperti kebijakan terhadap Palestina selagi berfokus pada reformasi dalam negeri.

Dengan sedikit atau tidak adanya prospek terhadap penyelesaian konflik dengan Israel, banyak rakyat Palestina tidak akan tergugah oleh perubahan pemerintahan tersebut, mengatakan Bennett sepertinya akan mengejar agenda sayap kanan yang sama seperti Netanyahu.

Selamat Tinggal BIBI?

Di panggung internasional, dengan kefasihan berbahasa Inggris dan suara bariton yang menggelegar, Netanyahu yang telegenik menjadi wajah Israel. Menjabat sebagai perdana menteri untuk pertama kalinya pada 1990an, dan sejak 2009 sukses melanjutkan empat kali masa jabatan, ia menjadi sosok yang terpolarisasi, baik di dalam maupun di luar negeri.

Kerap dipanggil dengan sebutan Bibi, Netanyahu dicintai oleh para pendukung garis kerasnya dan dibenci oleh para krittikus. Sidang korupsinya yang sedang berlangsung, tuduhan yang dibantah oleh Netanhyahu, hanya memperparah perbedaan.

Para penentangnya telah lama mencela apa yang dianggap sebagai retorika pemecah Netanyahu, taktik politik licik dan penaklukan kepentingan negara untuk kelangsungan hidup politiknya sendiri. Sejumlah pihak menjulukinya "Menteri Kejahatan" dan menuding drrinya tidak becus menangani kriris COVID-19 dan ekonomi negaranya.

Perayaan dari para penentangnya untuk menandai kisah akhir era Netanyahu dimulai sejak Sabtu malam di depan kediaman resminya di Yerusalem, tempat digelarnya aksi protes mingguan terhadap pemimpin sayap kanan selama setahun terakhir, di mana terdapat spanduk hitam yang bertuliskan: Selama Tinggal, Bibi, Selamat Tinggal".

Akan tetapi sebagian besar dan basis pemilih loyal Netanyahu, kepergian "Raja Bibi" seperti yang disebutkan segelintir orang, kemungkinan sulit untuk diterima. Pendukungnya geram atas apa yang mereka lihat saat negara itu mendepak seorang pemimpin yang berdedikasi untuk keamanan dan benteng melawan tekanan internasional untuk setiap langkah yang dapat mengarah ke negara Palestina, bahkan saat ia mempromosikan kesepakatan diplomatik dengan Uni Emirat Arab, Bahrain, Maroko dan Sudan.

Namun, tak ada satupun dari langkah itu atau peran yang ia lakonkan dalam mengamankan vaksin COVID-19 untuk kampanye vaksinasi negara tersebut, cukup memberikan suara kepada partai Likud Netanyahu untuk mengamankan masa jabatan keenamnya.

Benett secara khusus menuai kemarahan dari dalam kubu sayap kanan lantaran melanggar janji kampanye dengan bergabung bersama Lapid. Ia membenarkan langkah itu dengan mengatakan pemilu yang lain, yang kemungkinan akan digelar jika tidak ada pemerintah yang dibentuk, yang bakal menjadi bencana bagi Israel.

Baik dirinya maupun Lapid mengaku mereka ingin menjembatani perpecahan politik dan menyatukan warga Israel di bawah pemerintahan yang akan bekerja keras untuk seluruh warga negaranya.

Kabinet mereka menghadapi tantangan diplomatik, keamanan dan keuangan yang sangat berat: Iran, gencatan senjata yang lemah dengan milisi Palestina di Gaza, penyelidikan kejahatan perang oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) serta pemulihan ekonomi pascapandemi COVID-19.

Selain itu, partai koalisi campur aduk mereka hanya menguasai mayoritas tipis di parlemen, 61 dari 120 kursi Knesset, dan masih harus bersaing dengan Netanyahu - yang yakin akan menjadi kepala oposisi yang agresif. Dan tidak ada yang mengesampingkan kembalinya Netanyahu.

Sumber: Okezone.com
Editor: Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat