Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Internasional
Kekuasaan 12 Tahun Netanyahu Jadi PM Israel Akhirnya Tamat!
Minggu, 13 Juni 2021 - 20:44:09 WIB
Nyetanyahu

SULUHRIAU- Kekuasaan 12 tahun perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan berakhir pada Minggu ketika parlemen memberikan suara untuk pemerintahan baru, mengantarkan pemerintahan yang berjanji akan menyembuhkan sebuah negara yang terpecah akibat kepergian pemimpin terlama negara tersebut.

Netanyahu, 71, politisi Israel paling dominan di generasinya, gagal membentuk pemerintahan setelah pemilu Israel 23 Maret, yang keempat dalam dua tahun.

Kabinet baru, yang akan dilantik setelah mosi tidak percaya Knesset (parlemen) diperkirakan menang, akan dirancang bersama oleh pemimpin oposisi tengah Yair Lapid dan ultra nasionalis Naftali Bennett.

Bennett, jutawan teknologi mandiri, akan menjabat sebagai perdana menteri selama dua tahun sebelum Lapid, mantan host TV kenamaan, mengambil alih. Mereka akan memimpin pemerintahan yang terdiri atas partai-partai dari semua spketrum politik, termasuk untuk yang pertama kalinya mewakili 21 persen minoritas Arab.

Mereka sebagian besar berencana menghindari langkah-langkah sweeping pada isu-isu internasional seperti kebijakan terhadap Palestina selagi berfokus pada reformasi dalam negeri.

Dengan sedikit atau tidak adanya prospek terhadap penyelesaian konflik dengan Israel, banyak rakyat Palestina tidak akan tergugah oleh perubahan pemerintahan tersebut, mengatakan Bennett sepertinya akan mengejar agenda sayap kanan yang sama seperti Netanyahu.

Selamat Tinggal BIBI?

Di panggung internasional, dengan kefasihan berbahasa Inggris dan suara bariton yang menggelegar, Netanyahu yang telegenik menjadi wajah Israel. Menjabat sebagai perdana menteri untuk pertama kalinya pada 1990an, dan sejak 2009 sukses melanjutkan empat kali masa jabatan, ia menjadi sosok yang terpolarisasi, baik di dalam maupun di luar negeri.

Kerap dipanggil dengan sebutan Bibi, Netanyahu dicintai oleh para pendukung garis kerasnya dan dibenci oleh para krittikus. Sidang korupsinya yang sedang berlangsung, tuduhan yang dibantah oleh Netanhyahu, hanya memperparah perbedaan.

Para penentangnya telah lama mencela apa yang dianggap sebagai retorika pemecah Netanyahu, taktik politik licik dan penaklukan kepentingan negara untuk kelangsungan hidup politiknya sendiri. Sejumlah pihak menjulukinya "Menteri Kejahatan" dan menuding drrinya tidak becus menangani kriris COVID-19 dan ekonomi negaranya.

Perayaan dari para penentangnya untuk menandai kisah akhir era Netanyahu dimulai sejak Sabtu malam di depan kediaman resminya di Yerusalem, tempat digelarnya aksi protes mingguan terhadap pemimpin sayap kanan selama setahun terakhir, di mana terdapat spanduk hitam yang bertuliskan: Selama Tinggal, Bibi, Selamat Tinggal".

Akan tetapi sebagian besar dan basis pemilih loyal Netanyahu, kepergian "Raja Bibi" seperti yang disebutkan segelintir orang, kemungkinan sulit untuk diterima. Pendukungnya geram atas apa yang mereka lihat saat negara itu mendepak seorang pemimpin yang berdedikasi untuk keamanan dan benteng melawan tekanan internasional untuk setiap langkah yang dapat mengarah ke negara Palestina, bahkan saat ia mempromosikan kesepakatan diplomatik dengan Uni Emirat Arab, Bahrain, Maroko dan Sudan.

Namun, tak ada satupun dari langkah itu atau peran yang ia lakonkan dalam mengamankan vaksin COVID-19 untuk kampanye vaksinasi negara tersebut, cukup memberikan suara kepada partai Likud Netanyahu untuk mengamankan masa jabatan keenamnya.

Benett secara khusus menuai kemarahan dari dalam kubu sayap kanan lantaran melanggar janji kampanye dengan bergabung bersama Lapid. Ia membenarkan langkah itu dengan mengatakan pemilu yang lain, yang kemungkinan akan digelar jika tidak ada pemerintah yang dibentuk, yang bakal menjadi bencana bagi Israel.

Baik dirinya maupun Lapid mengaku mereka ingin menjembatani perpecahan politik dan menyatukan warga Israel di bawah pemerintahan yang akan bekerja keras untuk seluruh warga negaranya.

Kabinet mereka menghadapi tantangan diplomatik, keamanan dan keuangan yang sangat berat: Iran, gencatan senjata yang lemah dengan milisi Palestina di Gaza, penyelidikan kejahatan perang oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) serta pemulihan ekonomi pascapandemi COVID-19.

Selain itu, partai koalisi campur aduk mereka hanya menguasai mayoritas tipis di parlemen, 61 dari 120 kursi Knesset, dan masih harus bersaing dengan Netanyahu - yang yakin akan menjadi kepala oposisi yang agresif. Dan tidak ada yang mengesampingkan kembalinya Netanyahu.

Sumber: Okezone.com
Editor: Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat