Senin, 26 Juli 2021
Wako Pekanbaru Keluarkan Imbauan PNS Sumbang Gaji untuk Bantu Warga Terdampak PPKM Level 4 | Senang dengan Riau, Investor Asal New Zealand Ingin Berinvestasi di "Bumi Lancang Kuning" | Agung Nugroho Terpilih Aklamasi Nahkodai IMI Riau Periode Ketiga | Terapkan PPKM Level 4, Lima Pintu Masuk Kota Pekanbaru Disekat Hingga 8 Agustus | Presiden Jokowi Putuskan Lanjutkan Penerapan PPKM Level 4 hingga 2 Agustus 2021 | Sempat Padam, Karhutla di Kubu Rohil Muncul Lagi, Petugas Kembali Lakukan Pemadaman
 
Advertorial
Advertorial Pemkab Natuna
Tumbuhkan Minat Membaca, Disdik Natuna Dukung Komunitas Masyarakat Kembangkan "Rumah Baca Desa"

Advertorial - - Senin, 14/06/2021 - 16:15:02 WIB

SULUHRIAU, Natuna- Saat ini rumah Baca Desa atau lebih lazim disebut Taman Bacaan Masyarakat (TBM) mulai tumbuh di Kabupaten Natuna. Hal ini disambut baik Pemerintahan setempat melalui Dinas Pendidikan Pendidikan (Disdik) Kabupaten Natuna.

Pihak Disdik Natuna terus mendorong dan selalu mendukung apa yang dilakukan komunitas-komunitas masyarakat dalam meliterasi minat baca melalui rumah baca desa tersebut.

Kadisdik Kabupaten Natuna, Suherman, SH, kepada suluhriau.com, Senin (14/06/2021) mengatakan, program dilakukan tersebut sebuah berguna bagi setiap orang per orang atau sekelompok masyarakat di desa atau di wilayah untuk memenuhi hasrat rasa ingin tahun dan menambah ilmu pengetahuannya.

Manfaat Rumah Baca dapat untuk meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat secara mandiri dalam menambah pengetahuan ataupun wawasan dalam rangka merealisasikan budaya baca bagi masyarakat, serta bermanfaat sebagai media pengembangan budaya baca masyarakat demi tercapainya masyarakat literasi.

Dengan demikian, apa yang kita harapkan, walaupun belum sesempurna sebagaimana mestinya, namun sudah memenuhi harapan dari sebuah Rumah Baca tersebut yaitu tumbuhnya minat, kecintaan, dan kegemaran membaca untuk memperkaya dan mampu menumbuhkan kegiatan belajar mandiri untuk menambah wawasan tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Mungkin gambar duduk, buku dan dalam ruangan
Aktivitas di Salah Satu rumah Baca

"Rumah Baca Desa atau lebih lazim disebut Taman Bacaan Masyarakat  adalah sebuah lembaga atau unit layanan berbagai kebutuhan bahan bacaan yang dibutuhkan dan berguna," katanya.

Dimana Rumah Baca Desa itu berada dan didirikan atau dibentuk oleh sekelompok masyarakat atau komunitas yang punya perhatian terhadap keberlangsungan literasi khususnya bagi masyarakat dan anak-anak dalam mengembangkan budaya baca.

Lebih lanjut Suherman mengatakan, bahwa Rumah Baca atau Taman Baca Masyarakat paling tidak mempunyai fungsi sebagai sarana pembelajaran bagi masyarakat dan anak-anak untuk belajar mandiri, dan sebagai penunjang kurikulum program Pendidikan Luar Sekolah, khususnya program keaksaraan.

"Rumah Baca juga harus berfungsi sebagai sumber informasi yang bersumber dari buku dan bahan bacaan Iainnya yang sesuai  dengan kebutuhan warga dalam belajar," ujarnya.

Sumber Rujukan

Selain itu, kata Suherman, juga harus mampu sebagai sumber rujukan yang menyediakan bahan referensi bagi pembelajaran dan kegiatan Iainnya maupun sebagai sumber hiburan yang menyediakan bahan-bahan bacaan yang sifatnya bebas, santai dan menyenangkan untuk memanfaatkan waktu senggang dalam memperoleh pengetahuan atau informasi baru yang menarik dan bermanfaat.

Ditempat terpisah, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Natuna, Tasrif Amran, ketika ditemui di ruang kerjanya Kantor Bupati Natuna, Senin (14/06/2021) mengatakan, sangat mendukung Rumah Baca yang belakangan ini mulai marak di desa-desa wilayah Kabupaten Natuna.

Dikatakannya, manfaat Rumah Baca ini dapat untuk meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat secara mandiri dalam menambah pengetahuan ataupun wawasan dalam rangka merealisasikan budaya baca bagi masyarakat, serta bermanfaat sebagai media pengembangan budaya baca masyarakat demi tercapainya masyarakat literasi.

Mungkin gambar satu orang atau lebih dan orang duduk
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Natuna, Tasrif Amran,

"Dengan demikian, apa yang kita harapkan, walaupun belum sesempurna sebagaimana mestinya, namun sudah memenuhi harapan dari sebuah Rumah Baca tersebut yaitu tumbuhnya minat, kecintaan, dan kegemaran membaca untuk memperkaya dan mampu menumbuhkan kegiatan belajar mandiri untuk menambah wawasan tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi," pungkasnya.

Tasrif sangat mengapresiasi dan mendukung taman bacaan yang dapat memajukan desa desa di Kabupaten Natuna. Ia mengharapkan bahwa nantinya setiap Desa di Natuna dapat memiliki perpustakaan desa.

“Dengan adanya taman baca tersebut, saya harap khususnya anak-anak di Kabupaten Natuna, budaya membacanya meningkat. Karena sama-sama kita ketahui bahwa membaca adalah gudang ilmu. Semakin banyak membaca maka akan semakin berilmu,” ujarnya.

Ia yakin apabila kebiasaan membaca di masyarakat Natuna ini semakin bertambah, maka Natuna  akan semakin maju ke arah yang lebih baik. Tetapi apabila budaya membaca tidak diterapkan, akan menuju ke arah sebaliknya.

“Malas membaca, malas buka buku kita akan termomokan dengan kondisi keadaan. Yang dalam artinya sumber daya manusia menjadi tidak berkualitas kedepannya, "imbuhnya. (Adv/Zul)



 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved