Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Internasional
Ketakutan dengan Taliban, 400 Tentara Pasukan Khusus Afghanistan Bersembunyi
Kamis, 09 September 2021 - 12:13:14 WIB
Pasukan khusus Afghanistan (reuter)

SULUHRIAU- Ketakutan dengan Taliban , sekitar 400 tentara pasukan khusus Afghanistan yang dilatih Inggris memilih bersembunyi.

Mereka telah memohon kepada London untuk dievakuasi.

Keberadaan ratusan tentara pasukan khusus Afghanistan yang digulingkan itu diungkap Rafi Hottak, 35, seorang mantan penerjemah untuk pasukan khusus Inggris di Afghanistan.

Hottak sekarang tinggal di Birmingham. Dia sedang menyusun daftar nama komando elite yang membutuhkan bantuan.

Dia berencana untuk menyajikan daftar tersebut kepada pemerintah Inggris dalam upaya untuk menekan para menteri untuk bertindak.

"Mereka telah melayani pemerintah Inggris selama 20 tahun, mereka layak mendapatkan kehidupan tanpa takut dibunuh," katanya, seperti dikutip Sky News, Kamis (9/9/2021).

Beberapa kelompok militer spesialis Afghanistan yang paling elite, dilatih oleh pasukan khusus Inggris, AS, dan negara-negara sekutu NATO lainnya, dikenal dengan tiga digit.

Salah satunya—Commando Force (CF) 333—diyakini telah dibentuk oleh pasukan khusus Inggris hampir dua dekade lalu.

Anggotanya yang sangat terampil bertempur di seluruh Afghanistan, didukung oleh rekan-rekan Inggris mereka, sampai pasukan Inggris, AS, dan pasukan asing lainnya hengkang.

Rafi mengatakan mereka memainkan peran penting dalam operasi melawan target teroris dan Taliban—membantu menjaga jalan-jalan di Inggris tetap aman, serta meningkatkan keamanan di negara mereka sendiri.

"Pasukan khusus ini adalah garis depan melawan semua kelompok teroris itu," kata Rafi.

"Meninggalkan mereka, saya melihatnya sebagai kegagalan pemerintah Inggris, pengkhianatan terhadap para prajurit pemberani ini. Mereka layak menjalani kehidupan yang bermartabat dan aman."

Rafi sendiri terpaksa melarikan diri dari Afghanistan dan mencari suaka di Inggris pada 2011 setelah menerima ancaman dari Taliban karena pekerjaannya dengan militer Inggris.

Ayah dari tiga anak ini telah dilatih sebagai akuntan dan memulai bisnisnya sendiri.

Tapi pekerjaan hariannya telah mengambil kursi belakang sejak jatuhnya Kabul. Sekarang, Rafi bekerja dari pagi hingga larut malam, setiap hari, menjangkau kontak di Afghanistan dan menyusun daftarnya.

Selain sekitar 400 personel pasukan khusus Afghanistan, dia juga telah mengumpulkan nama-nama setidaknya 200 mantan penerjemah dan staf lain yang bekerja langsung untuk militer Inggris atau misi diplomatik Inggris di Afghanistan, yang juga menginginkan kehidupan baru di Inggris.

Pemerintah membuat skema untuk memberikan hak kepada mantan karyawan untuk pindah ke Inggris. Banyak yang diselamatkan melalui kebijakan penerbangan evakuasi.

Sumber: Sindonews.com
Editor: Jandr
i




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat