Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Internasional
Ketakutan dengan Taliban, 400 Tentara Pasukan Khusus Afghanistan Bersembunyi
Kamis, 09 September 2021 - 12:13:14 WIB
Pasukan khusus Afghanistan (reuter)

SULUHRIAU- Ketakutan dengan Taliban , sekitar 400 tentara pasukan khusus Afghanistan yang dilatih Inggris memilih bersembunyi.

Mereka telah memohon kepada London untuk dievakuasi.

Keberadaan ratusan tentara pasukan khusus Afghanistan yang digulingkan itu diungkap Rafi Hottak, 35, seorang mantan penerjemah untuk pasukan khusus Inggris di Afghanistan.

Hottak sekarang tinggal di Birmingham. Dia sedang menyusun daftar nama komando elite yang membutuhkan bantuan.

Dia berencana untuk menyajikan daftar tersebut kepada pemerintah Inggris dalam upaya untuk menekan para menteri untuk bertindak.

"Mereka telah melayani pemerintah Inggris selama 20 tahun, mereka layak mendapatkan kehidupan tanpa takut dibunuh," katanya, seperti dikutip Sky News, Kamis (9/9/2021).

Beberapa kelompok militer spesialis Afghanistan yang paling elite, dilatih oleh pasukan khusus Inggris, AS, dan negara-negara sekutu NATO lainnya, dikenal dengan tiga digit.

Salah satunya—Commando Force (CF) 333—diyakini telah dibentuk oleh pasukan khusus Inggris hampir dua dekade lalu.

Anggotanya yang sangat terampil bertempur di seluruh Afghanistan, didukung oleh rekan-rekan Inggris mereka, sampai pasukan Inggris, AS, dan pasukan asing lainnya hengkang.

Rafi mengatakan mereka memainkan peran penting dalam operasi melawan target teroris dan Taliban—membantu menjaga jalan-jalan di Inggris tetap aman, serta meningkatkan keamanan di negara mereka sendiri.

"Pasukan khusus ini adalah garis depan melawan semua kelompok teroris itu," kata Rafi.

"Meninggalkan mereka, saya melihatnya sebagai kegagalan pemerintah Inggris, pengkhianatan terhadap para prajurit pemberani ini. Mereka layak menjalani kehidupan yang bermartabat dan aman."

Rafi sendiri terpaksa melarikan diri dari Afghanistan dan mencari suaka di Inggris pada 2011 setelah menerima ancaman dari Taliban karena pekerjaannya dengan militer Inggris.

Ayah dari tiga anak ini telah dilatih sebagai akuntan dan memulai bisnisnya sendiri.

Tapi pekerjaan hariannya telah mengambil kursi belakang sejak jatuhnya Kabul. Sekarang, Rafi bekerja dari pagi hingga larut malam, setiap hari, menjangkau kontak di Afghanistan dan menyusun daftarnya.

Selain sekitar 400 personel pasukan khusus Afghanistan, dia juga telah mengumpulkan nama-nama setidaknya 200 mantan penerjemah dan staf lain yang bekerja langsung untuk militer Inggris atau misi diplomatik Inggris di Afghanistan, yang juga menginginkan kehidupan baru di Inggris.

Pemerintah membuat skema untuk memberikan hak kepada mantan karyawan untuk pindah ke Inggris. Banyak yang diselamatkan melalui kebijakan penerbangan evakuasi.

Sumber: Sindonews.com
Editor: Jandr
i




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat