Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Ekbis
Rantai Pasok Global Kian Memburuk, Harga Barang Bakal Makin Mahal
Rabu, 13 Oktober 2021 - 09:27:02 WIB

SULUHRIAU- Kondisi rantai pasok global saat ini sedang berada di bawah tekanan ekstrem. Bila kondisi rantai pasok kian memburuk, hal ini dapat membuat harga-harga naik sehingga memperlambat pemulihan ekonomi global.

Melansir CNN, Rabu (13/10/2021), analis dari Moody's Analytics memperingatkan bahwa gangguan kondisi rantai pasok global ini bisa jadi lebih buruk sebelum adanya pemulihan ekonomi.

"Ketika pemulihan ekonomi global terus meningkat, yang semakin jelas adalah bagaimana hal itu akan terhalang oleh gangguan rantai pasok yang sekarang muncul di setiap sudut," tulis Moody's dalam sebuah laporan.

Selain itu, saat ini terdapat banyak faktor yang kian memperburuk kondisi rantai pasok global seperti tidak adanya izin vaksin global, aturan pembatasan yang berbeda-beda di tiap negara, hingga tingginya permintaan (demand) masyarakat.

"Pengendalian perbatasan dan pembatasan mobilitas, tidak tersedianya izin vaksin global, dan adanya peningkatan permintaan dari masyarakat yang terjebak di rumah telah menghantam dunia, di mana produksi global akan terhambat karena pengiriman tidak dilakukan tepat waktu, biaya dan harga akan naik dan akibatnya, pertumbuhan PDB di seluruh dunia tidak akan sekuat itu," tulis Moody's.

Sayangnya, kondisi ini nampaknya masih akan terus berlanjut. Moody's memperingatkan kalau ke depannya akan ada 'awan gelap' karena beberapa faktor yang membuat pemulihan kendala pasokan menjadi sangat menantang.

Salah satunya adalah karena setiap negara memiliki caranya masing-masing dalam memerangi Covid-19. Sebagai contoh, China menargetkan nol kasus sementara Amerika Serikat lebih bersedia hidup dengan Covid-19 sebagai penyakit endemik.

Hal ini dapat menjadi faktor penting sebab dengan adanya perbedaan cara atau pandangan dalam menghadapi covid, maka setiap pemerintah dapat membuat aturan dan peraturan yang berbeda-beda terkait masalah pembatasan.

"Ini menghadirkan tantangan serius untuk menyelaraskan aturan dan peraturan di mana pekerja transportasi masuk dan keluar dari pelabuhan dan hub di seluruh dunia," tulis para analis. [dtF]





 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat