Senin, 29 November 2021
Dengar Pengaduan Ratusan Petani Sawit Kopsa M Pangkalan Baru, Ini Tanggapan Erick Thohir | Dukung Program Riau Keren, Gubri Berharap Jadikan Peluang Ekonomi Kreatif | Gubri-Bupati Pelalawan Hadiri Puncak Jambore HUT PGRI Ke-76 dan Hari Guru Nasional 2021 | KSPI Nilai Airlangga Sebar Propaganda Pascaputusan MK | Menteri BUMN Erick Tohir Silaturrahmi ke LAM Riau, Janji Bantu UMKM dan Siap Berkolaborasi | Modal Usaha Ditambah Rp25 Miliar Gubri Minta PT Jamkrida Riau Tingkatkan Deviden
 
Nusantara
Harimau Muncul di Perkebunan, Warga Ramai-ramai Merekam dari Jarak Dekat

Nusantara - - Kamis, 21/10/2021 - 20:06:24 WIB

SULUHRIAU-  Warga Desa Simpang, Kecamatan Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan ramai ramai merekam  kemunculan harimau yang melintas di perkebunan warga.

Aksi itu dilakukan warga dari jarak yang cukup dekat. Dari video yang beredar, tampak harimau tersebut tidak bereaksi sedikit pun. Hewan yang dilindungi itu justru tetap berjalan untuk masuk ke kawasan hutan.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Agus Arianto mengatakan, peristiwa itu bermula saat petani di sana sedang bekerja. Saat itu mereka melihat seekor harimau berjalan melintas di hadapan mereka.

Lantas warga yang berada di sana ramai-ramai merekam dan melakukan pengusiran, agar harimau tersebut jauh dari warga.

"Itu kejadiannya pada saat masyarakat ingin mengambil kelapa sawit, kemudian muncul harimau di kawasan itu. Mereka berupaya untuk mengusir tapi harimau itu tidak merespons," kata Agus saat dikonfirmasi, Kamis, (21/10/2021).

Namun aksi itu sangat berisiko, pihak BKSDA Aceh berharap warga tidak mengulang aksi serupa. Apalagi harimau tersebut bisa saja bereaksi dengan menyerang warga jika merasa terganggu.

"Kita lihat itu berisiko juga karena udah terlalu dekat dengan keberadaan harimau," ujarnya.

Pihaknya juga sudah menurunkan tim untuk melakukan pengusiran harimau tersebut agar kembali ke habitatnya. Kemudian BKSDA sudah memasang kamera di berbagai titik untuk memantau harimau tersebut.

Warga di sana juga diberikan edukasi untuk tidak mengganggu, apalagi memburu satwa dilindungi itu.

"Kita sudah berikan pemahaman juga ke masyarakat untuk membatasi aktivitasnya, tidak mengambil langkah-langkah yang dapat mencelakakan diri sendiri," katanya.

Sumber: Viva.co.id
Editor: Jandri



 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved