Selasa, 18 Agustus 2026 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat | Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat | Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana | Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas | Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
 
 
☰ Sosial Budaya
4 Ritual Pesugihan dengan Tumbal Nyawa, dari Buto Ijo sampai Gunung Kawi
Senin, 20 Desember 2021 - 06:38:42 WIB

SULUHRIAU- Banyak hal yang mendorong seseorang untuk memperkaya diri. Tentu ada usaha yang harus dilakukan.

Sayangnya, ada sebagian orang yang mengambil jalan pintas demi mendapatkan kekayaan. Salah satunya dengan melakukan ritual pesugihan.

Ritual gaib untuk mendatangkan kekayaan ini nyatanya membahayakan, bahkan sampai harus mengorbankan nyawa orang lain untuk dijadikan tumbal. Berikut beberapa ritual pesugihan dengan tumbal nyawa:

1. Perjanjian Nyi Blorong

Siluman ular yang konon tinggal di Laut Selatan ini sering kali dijadikan sebagai sarana pesugihan. Untuk mendapatkan kekayaan, seseorang harus melakukan perjanjian yang dibuat dengan melakukan ritual khusus.

Pelaku pesugihan diharuskan untuk menyiapkan sesajen dan kamar khusus untuk melakukan ritual ini. Setelah perjanjian dibuat, sisik ular yang berupa emas akan rontok dan membuat pelaku kaya seketika. Namun, kabarnya perjanjian ini akan berujung pada tumbal nyawa dari seseorang yang meminta pesugihan kepadanya. Pelaku pesugihan pun harus menyerahkan diri sebagai budak di kerajaan Laut Selatan.

2. Pesugihan Buto Ijo dan Tuyul

Jenis pesugihan ini dilakukan dengan cara memelihara makhluk halus. Sebelum memelihara, pelaku pesugihan harus membuat perjanjian dengan makhluk halus tersebut.

Isi perjanjiannya bermacam-macam, tetapi biasanya makhluk halus tersebut akan meminta tumbal berupa nyawa manusia. Tumbal nyawa ini bisa berupa orang terdekat pelaku pesugihan maupun orang tidak dikenal.

3. Pesugihan Popok Wewe

Sama seperti pesugihan sebelumnya, jenis pesugihan ini juga dilakukan dengan cara memelihara makhluk gaib. Masyarakat Jawa percaya bahwa pesugihan jenis ini dapat mendatangkan harta berlimpah. Popok wewe sendiri merupakan hantu seperti genderuwo wanita yang tinggal di sekitar sungai atau pohon randu alas.

Orang yang mendapat kain atau pakaian bekas makhluk gaib ini dipercaya akan memperoleh kekayaan. Namun, ada harga yang harus dibayarkan untuk itu. Tumbal berupa nyawa anggota keluarga harus siap diserahkan agar dapat menikmati kekayaan tersebut.

4. Gunung Kawi

Gunung yang berada di Jawa Timur ini dipercaya sebagai tempat yang tepat untuk melakukan pesugihan. Banyak orang datang untuk bersemedi guna memohon kelancaran usaha dan kekayaan. Orang-orang ini akan bersemedi di bawah pohon Dewandaru selama 3 hari 3 malam. Jika kejatuhan daun atau buahnya, orang tersebut dipercaya akan dapat keberuntungan.

Namun, tidak jarang juga gunung ini meminta tumbal berupa nyawa keluarga atau kerabat dekat si pelaku pesugihan.

Editor: Jandri I Sumber: okezone.com



 
Berita Lainnya :
  • Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
  • Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
  • Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
  • Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
    02 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    03 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    04 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    05 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    06 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    07 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    08 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    09 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    10 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    11 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    12 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    13 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    14 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    15 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    16 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    17 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    18 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    19 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    20 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    21 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    22 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat