Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Kesehatan
Distankan Lakukan Pengawasan, Belum Ditemukan Kasus Sapi Penyakit LSD di Pekanbaru
Jumat, 11 Maret 2022 - 22:11:04 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Menyusul Riau masuk dalam wabah penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) sapi. Di Pekanbaru sejuh ini belum ditemukan kasus sapi terserang virus LSD.

Hal itu ditegaskan Kepala Bidang (Kabid) Dinas Pertanian dan Peternakan (Distankan) Pekanbaru, Herlandra, saat dikonfirmasi melalui ponsel Jumat (11/3/2022).

"Sejauh ini di Pekanbaru belum ada kasus sapi terserang virus LSD jika dilihat dari gejala klinis, seperti bentol-bentol atau benjol-benjol pada kulit sapi," ujar Herlandra.

Sebagai antisipasi, Herlandra mengatakan, pihak Distankan Pekanbaru instens melakukan pengawasan ke sentra-sentra peternakan sapi, baik pada kelompok petani maupun pribadi.

Dikatakan, virus LSD bisa menyerang semua jenis sapi, apakah itu sapi, bali, sapi peranakan ongol (PO), Brahman Cros, sapi madura bahkan juga kerbau.

Diakui, virus LSD ini baru pertama di Indonesia dan tepatnya di Riau dengan ditemukan ratusan sapi yang terjangkit virus ini.

Sesuai dengan arahan dan kebijakan dan Kementerian pusat dan pihak-pihak terkait seperti Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) maka antisipasi dilakukan dengan melakukan vaksin terhadap sapi yang sudah terjangkit dan maupun yang belum.

"Kemarin itukan Pusat Veteriner Farma Surabaya merupakan Unit Pelaksana Teknis Bidang Kesehatan Hewan di bawah Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan turun mengambil sampel dara sapi terserang virus LSD untuk meneliti dan membuat vaksin pencegah penyakit ini," kata Herlandra.

Dikatakan, saat ini di Indonesia belum ada vaksin virus LSD itu. Namun demikian, pemerintah pusat akan melakukan pengadaan vaksin ini.

Herlandra berharap daerah yang belum terkena kasus virus LSD seperti Pekanbaru juga dapat, dan Distankan sudah mengusulkan. "Vaksin ini harus dilakukan sekali setahun setelah vaksin pertama," kata mantan Kasi Keswan dan Kesmavet Distankan Pekanbaru ini.

Ia mengingatkan peternak untuk selaku menjaga kebersihan kandang, jangan sampai ada agas, lalat dan lainnya yang membawa penyebaran virus LSD dari sapi yang telah terjangkit. "Kalau kandang bersih, hewan akan sehat," katanya.

Sebab, jika virus ini menjangkiti sapi peternak, maka secara ekonomi akan sangat berpengaruh, konsumen akan enggan membeli sapi yang kulitnya tidak mulus atau bentol-bentol. Apalagi jika nanti untuk kebutuhan hewan kurban.

Seperti diberitakan, saat ini ada 7 daerah yang ditemukan LSD, diantaranya Indragiri Hulu (Inhu) sebanyak 114 ekor sapi, Pelalawan 25 ekor, Kampar 8 ekor, Dumai 20 ekor, Bengkalis 12 ekor, Indragiri Hilir (Inhil) 13 ekor, dan Siak 50 ekor. Sapi yang sakit terkena penyakit itu ada 242 ekor, dimana 3 ekor di antaranya mati.

"Setelah dilakukan penelitian terhadap sampel darah sapi yang terkena LSD, untuk pencegahan akan dilakukan vaksin terhadap 100 ribu sapi di Riau," kata Kadis PKH Riau Herman, Kamis (10/3/2022). [sr3]





 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat