Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Kesehatan
Distankan Lakukan Pengawasan, Belum Ditemukan Kasus Sapi Penyakit LSD di Pekanbaru
Jumat, 11 Maret 2022 - 22:11:04 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Menyusul Riau masuk dalam wabah penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) sapi. Di Pekanbaru sejuh ini belum ditemukan kasus sapi terserang virus LSD.

Hal itu ditegaskan Kepala Bidang (Kabid) Dinas Pertanian dan Peternakan (Distankan) Pekanbaru, Herlandra, saat dikonfirmasi melalui ponsel Jumat (11/3/2022).

"Sejauh ini di Pekanbaru belum ada kasus sapi terserang virus LSD jika dilihat dari gejala klinis, seperti bentol-bentol atau benjol-benjol pada kulit sapi," ujar Herlandra.

Sebagai antisipasi, Herlandra mengatakan, pihak Distankan Pekanbaru instens melakukan pengawasan ke sentra-sentra peternakan sapi, baik pada kelompok petani maupun pribadi.

Dikatakan, virus LSD bisa menyerang semua jenis sapi, apakah itu sapi, bali, sapi peranakan ongol (PO), Brahman Cros, sapi madura bahkan juga kerbau.

Diakui, virus LSD ini baru pertama di Indonesia dan tepatnya di Riau dengan ditemukan ratusan sapi yang terjangkit virus ini.

Sesuai dengan arahan dan kebijakan dan Kementerian pusat dan pihak-pihak terkait seperti Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) maka antisipasi dilakukan dengan melakukan vaksin terhadap sapi yang sudah terjangkit dan maupun yang belum.

"Kemarin itukan Pusat Veteriner Farma Surabaya merupakan Unit Pelaksana Teknis Bidang Kesehatan Hewan di bawah Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan turun mengambil sampel dara sapi terserang virus LSD untuk meneliti dan membuat vaksin pencegah penyakit ini," kata Herlandra.

Dikatakan, saat ini di Indonesia belum ada vaksin virus LSD itu. Namun demikian, pemerintah pusat akan melakukan pengadaan vaksin ini.

Herlandra berharap daerah yang belum terkena kasus virus LSD seperti Pekanbaru juga dapat, dan Distankan sudah mengusulkan. "Vaksin ini harus dilakukan sekali setahun setelah vaksin pertama," kata mantan Kasi Keswan dan Kesmavet Distankan Pekanbaru ini.

Ia mengingatkan peternak untuk selaku menjaga kebersihan kandang, jangan sampai ada agas, lalat dan lainnya yang membawa penyebaran virus LSD dari sapi yang telah terjangkit. "Kalau kandang bersih, hewan akan sehat," katanya.

Sebab, jika virus ini menjangkiti sapi peternak, maka secara ekonomi akan sangat berpengaruh, konsumen akan enggan membeli sapi yang kulitnya tidak mulus atau bentol-bentol. Apalagi jika nanti untuk kebutuhan hewan kurban.

Seperti diberitakan, saat ini ada 7 daerah yang ditemukan LSD, diantaranya Indragiri Hulu (Inhu) sebanyak 114 ekor sapi, Pelalawan 25 ekor, Kampar 8 ekor, Dumai 20 ekor, Bengkalis 12 ekor, Indragiri Hilir (Inhil) 13 ekor, dan Siak 50 ekor. Sapi yang sakit terkena penyakit itu ada 242 ekor, dimana 3 ekor di antaranya mati.

"Setelah dilakukan penelitian terhadap sampel darah sapi yang terkena LSD, untuk pencegahan akan dilakukan vaksin terhadap 100 ribu sapi di Riau," kata Kadis PKH Riau Herman, Kamis (10/3/2022). [sr3]





 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat