Kamis, 07 Juli 2022
Jaksa Agung RI ST Burhanuddin Minta SMSI Kawal Kinerja Jaksa | Gubernur Ansar Ahmad akan Shalat Idul Adha 1443 H di Masjid Agung Baitul Ma’mur Pulau Terempa | Lapas Kelas IIB Teluk Kuantan Mulai Buka Kunjungan untuk Umum | Jemaah Haji Pekanbaru Bersiap untuk Laksanakan Tarwiyah | Mie Sedaap Cup Ditolak Masuk Taiwan Gara-gara Kelebihan Residu Pestisida | Warga Temukan 43 Kg Kokain Tercecer di Pinggir Pantai Anambas Kepri
 
Internasional
Buntut Penghinaan Nabi, Kepolisian India Tingkatkan Penangkapan

Internasional - - Senin, 13/06/2022 - 14:09:23 WIB
Polisi India menahan aktivis All India Majlis-e-Ittehadul Muslimeen protes di New Delhi, India, 09 Juni 2022. (Foto: EPA-EFE)
TERKAIT:
   
 

SULUHRIAU-- Kepolisian Kashmir menangkap seorang remaja yang mengunggah video mengancam akan memenggal kepala juru bicara partai penguasa Bharatiya Janata Party (BJP) yang menghina Nabi Muhammad. Video yang beredar di Youtube itu mendapat perhatian pihak berwenang.

Kepolisian India menambah upaya untuk menahan gejolak sosial yang menyebar di seluruh negeri. Muslim India turun ke jalan untuk memprotes pernyataan anti-Islam dua anggota partai nasionalis Hindu BJP.

Pada awal bulan ini BJP menangguhkan keanggotaan juru bicaranya Nupur Sharma dan memecat pejabat partai lainnya Naveen Kumar Jindal atas pernyataan kontroversial mereka tentang Nabi Muhammad. Komentar itu memicu amarah sejumlah negara mayoritas muslim, memicu tantangan diplomatik terberat pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi.

Pernyataan Sharma dan Jindal menjadi topik populer di Twitter. Kelompok muslim India mendesak agar dua politisi itu ditangkap. Sementara kelompok Hindu garis keras memuji mereka sebagai pemberani dan nasionalis.

Negara-negara seperti Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman dan Iran yang merupakan mitra dagang penting India sudah mengajukan protes melalui jalur diplomatik dan media sosial. Mereka meminta India menyampaikan permintaan maaf.

Pada pekan lalu Kementerian Luar Negeri India mencicit di Twitter pernyataan Sharma dan Jindal tidak mencerminkan pandangan pemerintah. Terjadi bentrokan di berbagai tempat di India. Sejumlah komunitas muslim menilai komentar itu merupakan tekanan terbaru BJP pada kelompok minoritas.

Muslim India turun ke jalan untuk menuntut hak-hak dasar mereka seperti kebebasan beribadah dan mengenakan hijab di dalam kelas. Pekan lalu dua orang remaja tewas ketika pengunjuk rasa bentrok dengan polisi di timur Kota Ranchi.

Kerusuhan sporadis terjadi di utara Negara Bagian Uttar Pradesh. Memaksa polisi menangkap 300 orang lebih. Di timur Negara Bagian Bengal Barat polisi memberlakukan undang-undang darurat yang melarang warga berkumpul di distrik industri Howrah hingga 16 Juni.

Setidaknya 70 orang ditangkap dengan dakwaan menggelar kerusuhan dan merusak ketertiban umum. Layanan internet dicabut selama 48 jam sejak kekerasan massal terjadi.

Presiden BJP Bengal Barat menggelar protes duduk dan menuduh Bangladesh ikut memicu kekerasan di negara bagian itu. Bengal Barat berbagi perbatasan dengan negara tetangga India tersebut.

Bangladesh yang dalam konstitusinya menetapkan Islam sebagai agama negara juga menegakan prinsip-prinsip sekuler. Sekitar 10 persen populasi negara itu beragama Hindu.

Para pemimpin BJP telah menginstruksikan para pejabat seniornya untuk "sangat amat berhati-hati" ketika membahas agama di muka umum. Sementara pemerintah India juga terus meningkatkan keamanan publik.

Sementara polisi di Uttar Pradesh menembakkan gas air mata untuk membubarkan unjuk rasa. Sebelumnya beberapa demonstrasi digelar di seluruh negara bagian India utara untuk memprotes politisi BJP yang menghina Nabi Muhammad dan istrinya, Aisyah.

Seorang sekretaris senior pemerintah di Negara Bagian Uttar Predesh, Avanish Awasthi mengatakan, sebagian besar protes berakhir dengan damai. Tetapi demonstran di beberapa kota melemparkan batu ke arah polisi dan melukai setidaknya satu petugas.

"Kami akan mengambil tindakan tegas terhadap mereka yang terlibat dalam pelemparan batu dan kekerasan. Termasuk mereka yang bekerja di belakang layar, dan menghasut kekerasan," kata Awasthi kepada wartawan.

Seorang perwira polisi senior di Uttar Pradesh, Prashant Kumar mengatakan petugas telah menangkap 136 orang yang terlibat dalam aksi protes. Mereka ditangkap dari enam distrik di sekitar Uttar Pradesh.

Kota-kota di seluruh India menyaksikan demonstrasi yang cukup besar pada Jumat (10/6/2022). Pada akhir pekan, pihak berwenang memutus layanan internet di beberapa distrik dekat megacity timur Kolkata, setelah pengunjuk rasa memblokir jalur kereta api dan mengerumuni kantor polisi.

Pekan lalu, BJP memecat juru bicaranya Nupur Sharma dan Naveen Kumar Jindal karena melontarkan pernyataan yang menghina Nabi Muhammad. Hal ini membuat negara-negara Muslim geram dan menuntut permintaan maaf dari pemerintah India. Sejumlah negara Muslim memanggil diplomat India untuk memprotes pernyataan anti-Islam yang dilontarkan politisi BJP dalam acara debat di televisi.

Sumber: Republika.co.id
Editor: Khairul






 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Kode Etik Internal Perusahaan Pers |Redaksi
Copyright 2012-2021 SULUH RIAU , All Rights Reserved