Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Internasional
Israel Tiba-Tiba 'Dukung' Pemerintahan Palestina, Ada Apa?
Senin, 10 Juli 2023 - 09:38:03 WIB
Foto: (REUTERS)

SULUHRIAU - Kabinet Keamanan Israel mengadopsi deklarasi untuk "mencegah runtuhnya Otoritas Palestina" sambil menuntut diakhirinya "aktivitas anti-Israel".

Hal tersebut diungkapkan kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Minggu (9/7/2023).

Pemungutan suara oleh para menteri Israel, yang tidak menyertakan rencana khusus, terjadi beberapa hari setelah serangan militer besar-besaran di kota Jenin di Tepi Barat yang diduduki yang menewaskan 12 warga Palestina serta satu tentara Israel.

Sebelumnya, Pemerintah sayap kanan Netanyahu pada Januari mengumumkan serangkaian sanksi terhadap Otoritas Palestina pimpinan Mahmud Abbas, yang secara nominal menguasai sebagian Tepi Barat, atas desakan agar pengadilan tinggi PBB mengeluarkan pendapat penasehat tentang pendudukan Israel.

Perdana Menteri Palestina Mohammed Shtayyeh mengatakan pada saat itu sanksi Israel ditujukan untuk "mendorong Otoritas Palestina ke tepi, secara finansial dan kelembagaan" dan bagian dari "perang baru melawan rakyat Palestina".

Kabinet keamanan Israel pada Minggu memilih rancangan keputusan yang diajukan oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang mengatakan "Israel akan bertindak untuk mencegah runtuhnya Otoritas Palestina," kata kantor perdana menteri dalam sebuah pernyataan, dilansir AFP.

Deklarasi tersebut juga menghadirkan serangkaian tuntutan kepada Otoritas Palestina untuk "menghentikan aktivitas anti-Israelnya di arena hukum-diplomatik internasional" serta "hasutan" dan "pembangunan ilegal di Area C" di Tepi Barat, yang berada di bawah kendali Israel.

Adapun, Hampir tidak mungkin bagi warga Palestina untuk mendapatkan izin konstruksi di Area C, yang mencakup sekitar 60% wilayah tersebut.

Tuntutan lain adalah untuk menghentikan "pembayaran kepada keluarga teroris", mengacu pada tunjangan yang diberikan oleh PA kepada keluarga Palestina yang dibunuh oleh pasukan Israel dan keluarga tahanan di penjara Israel, atau tahanan itu sendiri, termasuk mereka yang dihukum karena membunuh orang Israel.

Sebagai bagian dari sanksi yang diberlakukan pada Januari, Israel menahan pendapatan pajak puluhan juta dolar dari Otoritas Palestina atas dukungan keuangannya untuk militan.

Pemerintah Israel juga memerintahkan moratorium rencana pembangunan Palestina di beberapa bagian Tepi Barat, yang telah diduduki Israel sejak Perang Enam Hari 1967.

Pernyataan Minggu dari kantor Netanyahu mengatakan perdana menteri dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant akan memberikan "langkah-langkah untuk menstabilkan" Otoritas Palestina yang diperangi.

Media Israel mengatakan langkah-langkah yang diusulkan mungkin termasuk pembentukan zona industri untuk warga Palestina di Area C Tepi Barat dan langkah lain untuk mendukung ekonomi Palestina.

Sumber: cbcindonesia com
Editor: Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat