Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Pendidikan
Manfaatkan Aset Lokal, Dosen Sosiologi UNRI Berdayakan Warga Desa Pulau Terluar “Putri Sembilan"
Minggu, 20 Agustus 2023 - 17:50:57 WIB
Kelompok Jabatan Fungsional Dosen SosiologiUnri pengadian di Desa Putri Sembilan Pulau Terluar Rupat Utara, Bengkalis.

SULUHRIAU, Bengkalis- Besarnya potensi aset pulau terluar Desa Putri Sembilan, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, salah satu peluang meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.

Atas potensi itu, Dosen Sosiologi Universitas Riau melalui kegiatan Pengabdian yang didanai oleh PNBP FISIP bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bengkalis memberdayakan masyarakat Desa Putri Sembilan dengan Model ABCD (Assesment Based Community Development).

Mereka terdiri dari Kelompok Jabatan Fungsional Dosen Sosiologi yang diketuai oleh Drs. Yoskar Kadarisman, M.Si, Dr. Nurhamlin, MS, Rina Susanti, S.Sos., M.Si, dan Drs. Jonyanis, M.Si sebagai anggota dengan melibatkan dua mahasiswa akhir jurusan Sosiologi, yaitu Indra Arya Putra dan Oni Andriani Putri.

Kegiatan pengabdian diawali dengan pengidentifikasi potensi lima aset penghidupan Masyarakat Desa Putri Sembilan. Aset yang dominan dan unggul dilakukan pengembangan dan pelatihan, memproduksi olahan buah kedabu, sehingga mampu meningkatkan taraf perekonomian masyarakat.

Ketua Pengabdian Dosen Sosiologi Unri, Drs Yoskar Kadarisman mengatakan,  mengolah hasil hutan bukan kayu dari ekosistem mangrove yaitu buah Pedada (Soneratia Sp) atau oleh masyarakat setempat dikenal dengan Kedabu menjadi produk makanan yang memiliki nilai ekonomis berupa dodol, sirup, hingga selai.

Mungkin gambar 3 orang dan teks

Kegiatan pelatihan dilaksanakan selama 4 hari dari tanggal 13 Agustus 2023, puncaknya pada hari Rabu, 16 Agustus 2023 dilaksanakan pelatihan pengolahan buah Kedabu bersama kelompok Perempuan dan Kelompok Konservasi Lingkungan Pesisir Putri Sembilan, jumlah peserta 23 orang.

Ini dipilih karena masih banyak masyarakat desa yang tidak mengenali buah kedabu. Masyarakat tersebut dilatih untuk membuat dodol, selai, sirup kedabu. Sehingga masyarakat bisa memperkenalkan aset alam desa kepada orang luar.

Selain ketersediaan buah kedabu yang melimpah, faktor lain yang menjadi pertimbangan tim untuk menghadirkan inovasi dari buah kedabu adalah kandungan gizi dan vitamin yang baik.

Dimana, setiap 100 gram Pedada segar mengandung 56 mg vitamin atau setara dengan kandungan dalam satu buah jeruk, 77% karbohidrat dan 9% protein.

Pelestarian Mangrove

Desa Putri Sembilan yang terletak di Kecamatan Rupat Utara, yang juga merupakan salah satu pulau kecil terluar di Indonesia, saat ini terus menggencarkan aksi untuk pelestarian ekosistem mangrove.

Total luas mangrove di desa ini mencapai 307 hektar. Umumnya, mangrove berfungsi sebagai pelindung kawasan pesisir dari ancaman abrasi.

"keberadaan ekosistem mangrove seharusnya menjadi fokus bersama untuk terus dilestarikan," kata Yoskar, Minggu (20/8/2023). 

Mungkin gambar 5 orang

Yoskar Kadarisman berharap, pelatihan yang diberikan kiranya bisa dilanjutkan oleh masyarakat Desa Putri Sembilan.

“Harapan kami, ini bukan sekedar pelatihan yang berupa formalitas saja. Kami berharap masyarakat Desa Putri Sembilan bisa mengaplikasikan produksi olahan buah kedabu sehingga mampu meningkatkan taraf perekonomian," pungkasnya.

Dapat Respon dari Warga

Kegiatan pelatihan inovasi produk olahan buah kedabu mendapat respon positif dari masyarakat Desa Putri Sembilan, terlebih bagi kelompok perempuan yang berperan sebagai pelaku UMKM, Sumiatun salah satunya.

“Saya sebagai pelaku UMKM disini senang betul ade tim dari UNRI datang, apalagi ngasih pelatihan gini. Sebab, saya pernah pergi ke salah satu desa di Kabupaten Bengkalis, mereka ada membuat olahan dari mangrove juga tapi bukan dodol, jadi saya juga pengen tahu bagaimana cara membuatnya,” kata Sumiatun.

Rasa keingintahuan yang besar dari Sumiatun serta peserta lain ini terbukti saat proses pelatihan. Mereka sangat antusias bahkan turut andil dalam proses pembuatan dodol, sirup, juga selai.

Di akhir kegiatan, hasil olahan buah kedabu dikemas dan dibagikan kepada seluruh peserta pelatihan guna meyakinkan bahwa buah kedabu benar-benar memiliki nilai jual yang tinggi yang mampu meningkatkan UMKM dengan tetap memanfaatkan sumber daya yang ada. (rls)

Editor: Khairul





 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat