" />
 
Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Internasional
Cerita Anak Gaza, Buat Nama di Badan Agar Dikenali Kalau Mati
Rabu, 25 Oktober 2023 - 13:41:07 WIB
Foto: Orang tua di Gaza menuliskan nama anakdi kaki dan tangan anak-anak mereka. (Tangkapan Layar Video Reutes)

SULUHRIAU- Jika Shakespeare masih hidup saat ini, dia mungkin akan memikirkan kembali kalimat terkenalnya "Apalah Arti Sebuah Nama?".

Namun ini ternyata sangat berarti buat keluarga dan anak-anak Gaza, area kantong Palestina yang kini terkepung blokade dan serangan udara Israel.

Ahmed Abu Al-Saba, 35, misalnya. Ia menulis nama anak-anaknya di badan agar data diintifikasi. "Jika pesawat pendudukan Israel mengebom kami," katanya sebagaimana dimuat media Turki, Anadolu.

Al-Saba tak sendiri. Banyak orang tua lain melakukan itu. Ini bukan tanpa kebab. Setidaknya 2.055 anak-anak telah terbunuh oleh serangan Israel sejak Tel Aviv mengumumkan perang ke Hamas, penguasa daerah itu, dua pekan lalu.

"Ada banyak syuhada, terutama anak-anak, yang keluarganya sulit dijangkau," katanya Al-Saba lagi.

"Penjajahan tidak membeda-bedakan dan bom ada di mana-mana," katanya menyebut invasi Israel.

Orang tua di Gaza menuliskan nama anakdi kaki dan tangan anak-anak mereka. Hal ini bertujuan untuk mempermudah identifikasi saat anak meninggal dunia dalam serangan Israel.

Hal sama juga dimuat media AS, CNN International. Diceritakan bagaimana mayat anak-anak tergeletak di rumah sakit Gaza dengan salah satu kaki memperlihatkan tulisan dengan tinta hitam di kulit mereka.

"Kami menerima beberapa kasus di mana orang tua menuliskan nama anak-anak mereka di kaki dan perut," kata kepala unit gawat darurat Rumah Sakit Martir Al-Aqsa, Dr. Abdul Rahman Al Masri.

"Para orang tua khawatir apa pun bisa terjadi dan tidak ada yang bisa mengidentifikasi anak-anak mereka," tambahnya.

"Ini berarti mereka merasa menjadi sasaran kapan saja dan bisa terluka atau menjadi martir," ujar Al Masri.

Seorang warga juga mengatakan bagaimana anak-anak Gaza hilang tanpa tahu rimbanya karena serangan Israel. Beberapa ditemukan dengan kondisi memilukan mulai dari patah bagian tubuh hingga bagian badan yang hilang.

"Ini adalah fenomena baru yang baru saja dimulai di Gaza," kata seorang warga berbicara lirih.

"Banyak anak-anak yang hilang, banyak yang sampai di sini dengan tengkorak patah... dan tidak mungkin untuk mengidentifikasi mereka, hanya melalui tulisan itulah mereka dapat diidentifikasi," tambahnya.

Orang tua di Gaza menuliskan nama anakdi kaki dan tangan anak-anak mereka. Hal ini bertujuan untuk mempermudah identifikasi saat anak meninggal dunia dalam serangan Israel.

Dikutip dari Mail Online, beberapa video juga tersebar luas di media sosial. Terkait bagaimana anak-anak menulis nama mereka dengan spidol hitam di area badan.

Menurut akademisi Palestina Sami Al-Arian di X., keluarga-keluarga melakukan itu memang untuk mengidentifikasi diri. Israel, kata dia, telah membombardir wilayah itu denna senjata Amerika Serikat (AS) yang dipasok Presiden Joe Biden.

"Darah mereka yang tidak bersalah ada di tangan (Presiden AS Joe) Biden dan teman-temannya ... Di dunia mereka, anak-anak Palestina tidak layak untuk hidup, sementara penjahat Israel dilindungi dan dipuji," sindir seorang akademisi Palestina di media sosial X, Sami Al-Arian.

Konflik terbaru di Gaza dimulai sejak 7 Oktober, ketika Hamas memulai Operasi Banjir Al-Aqsa. Ini sebuah serangan mendadak multi-cabang yang mencakup serangkaian peluncuran roket dan infiltrasi ke Israel melalui darat dan laut sertaudara.

Dikatakan bahwa serangan tersebut merupakan pembalasan atas penyerbuan Masjid Al-Aqsa dan meningkatnya kekerasan yang dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina. Militer Israel kemudian melancarkan Operasi Pedang Besi terhadap sasaran Hamas di Jalur Gaza.

Sekitar 1.400 warga Israel telah terbunuh sejak 7 Oktober. Sementara total 5.000 lebih warga Gaza meregang nyawa karena bombardir Israel.

Sumber: Mail Online/CNBC Indonesia.com
Editor: Khairul




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat