Rabu, 19 Agustus 2026 Gerebek Rumah di Bukit Payung, Polisi Kampar Amankan 4 Pengedar Sabu | Ketua RT/RW Diberi HP, Nanti Warga Urus Surat Sistim Digitalisasi, tak Perlu Bolak-balik ke Kantor Lurah | Hadapi Potensi Bencana, BPBDPK Riau Rapatkan Barisan Damkar se-Provinsi | Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional | Gratis! Kemenkum Riau Gandeng BNI Daftarkan Hak Cipta Pelaku Kreatif dan UMKM | Perkuat Akses Keadilan, Kemenkum Riau dan Kejati Riau Bangun Sinergi Layanan Hukum bagi Masyarakat
 
 
☰ Internasional
Situasi Terkini Gaza, Israel Tembus Jantung Kota Khan Younis
Senin, 11 Desember 2023 - 09:14:59 WIB
Reuters

SULUHRIAU- Tank-tank Israel berusaha masuk menuju jantung Khan Younis pada Minggu (10/12/2023) dalam serangan baru yang besar ke kota utama Jalur Gaza selatan itu.

Hal tersebut dilakukan ketika otoritas kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas mengatakan sekitar 18.000 warga Palestina telah tewas dalam perang.

Para pemimpin Israel mengatakan puluhan pejuang Hamas telah menyerah, sehingga mendorong lebih banyak dari mereka untuk menyerah, namun kelompok militan Palestina membantahnya, dan menyebut klaim tersebut "salah dan tidak berdasar".

Penduduk Khan Younis mengatakan tank-tank tersebut telah mencapai jalan utama utara-selatan melalui kota tersebut setelah pertempuran sengit sepanjang malam yang memperlambat kemajuan Israel dari timur. Pesawat-pesawat tempur menggempur daerah sebelah barat serangan.

Udara bergemuruh disertai bunyi ledakan yang terus-menerus dan kepulan asap putih tebal membumbung di atas kota yang padat penduduknya, dipenuhi orang-orang yang mengungsi dari tempat lain di daerah kantong tersebut.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, yang gagal mendorong gencatan senjata di Gaza, mengatakan wilayah kantong itu sedang runtuh.

"Saya perkirakan ketertiban umum akan segera rusak dan situasi yang lebih buruk bisa terjadi, termasuk wabah penyakit dan meningkatnya tekanan untuk mengungsi secara massal ke Mesir," katanya, dilansir dari Reuters, Senin (11/12/2023).

Sebelumnya pada Minggu, di dekat kantor polisi pusat kota, suara tembakan senapan mesin terus terdengar. Jalanan di sana sepi saat pagi tiba.

"Itu adalah salah satu malam yang paling mengerikan, perlawanan sangat kuat, kami bisa mendengar suara tembakan dan ledakan yang tidak berhenti selama berjam-jam," kata seorang ayah empat anak yang mengungsi dari Kota Gaza dan berlindung di Khan Younis kepada Reuters.

Di ujung lain Jalur Gaza, di wilayah utara di mana Israel sebelumnya mengatakan pasukannya telah menyelesaikan sebagian besar tugas mereka, warga juga menggambarkan beberapa pertempuran paling sengit dalam perang tersebut sejauh ini.

"Saya yakin ini adalah pertempuran terkuat yang pernah kami dengar dalam beberapa minggu terakhir," kata Nasser (59) ayah dari tujuh anak yang mengungsi di Jabaliya setelah rumahnya dihancurkan di Beit Lahiya, wilayah utara lainnya.

Ledakan terdengar saat dia berbicara. "Kami tidak akan meninggalkan Jabaliya apapun yang terjadi. Kami akan mati di sini sebagai martir atau mereka akan meninggalkan kami sendirian."

Israel telah bersumpah untuk memusnahkan Hamas, yang telah memerintah Gaza sejak 2007, setelah para militan menerobos pagar pada 7 Oktober dan mengamuk di kota-kota Israel, menembaki keluarga-keluarga di rumah mereka, menewaskan 1.200 orang dan menyandera 240 orang.

Otoritas kesehatan Gaza mengatakan sekitar 18.000 orang dipastikan tewas dan 49.500 lainnya terluka dalam serangan Israel, dan ribuan lainnya hilang dan diperkirakan tewas di bawah reruntuhan. Jumlah korban tersebut tidak lagi mencakup jumlah korban di bagian utara wilayah kantong tersebut, yang berada di luar jangkauan ambulans dan rumah sakit yang tidak berfungsi lagi.

Menyerah dan Ditelanjangi

Pada hari Minggu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan puluhan pejuang Hamas telah menyerah, dan menyebutnya sebagai awal dari berakhirnya organisasi tersebut. "Menyerah - sekarang," katanya kepada mereka dalam pernyataan yang disiarkan televisi.

Hamas membantah para pejuangnya telah menyerah dan mengatakan mereka telah menghancurkan 180 kendaraan militer Israel selama pertempuran tersebut, tanpa memberikan bukti.

Dikatakan bahwa Israel tidak akan dapat memulihkan sisa sandera dengan paksa, hanya melalui negosiasi.

Gambar yang muncul di media sosial pada Jumat menunjukkan pria Palestina yang ditahan di Gaza berlutut di tanah dengan pakaian dalam memicu kemarahan yang meluas di negara-negara Arab.

Warga Palestina di antara 10 orang yang dibebaskan oleh militer Israel di Gaza mengatakan kepada Reuters bahwa mereka telah dianiaya secara fisik di dalam tahanan, termasuk oleh tentara yang memukuli mereka dengan sepatu di kepala dan tubuh mereka. Juru bicara militer Israel mengatakan pihaknya sedang menyelidiki tuduhan tersebut.

Setelah berminggu-minggu pertempuran terkonsentrasi di utara, Israel melancarkan serangan darat di selatan pekan lalu dengan serangan Khan Younis. Dengan pertempuran yang kini berlangsung di hampir seluruh Jalur Gaza, organisasi bantuan internasional mengatakan 2,3 juta penduduknya tidak punya tempat untuk bersembunyi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan mustahil memperbaiki situasi "bencana" di Gaza, di mana kebutuhan medis meningkat dan risiko penyakit meningkat sementara sistem kesehatan sangat berkurang.

Rumah sakit utama di Khan Younis, rumah sakit Nasser, dibanjiri korban tewas dan luka-luka. Pada Minggu tidak ada ruang tersisa di unit gawat darurat karena orang-orang membawa lebih banyak orang yang terluka dengan dibungkus selimut dan karpet.

Mohamed Abu Shihab meratap dan bersumpah akan membalas dendam atas putranya yang menurutnya telah dibunuh oleh penembak jitu Israel

Sebagian besar penduduk Gaza kini terpaksa meninggalkan rumah mereka, banyak di antara mereka yang melarikan diri beberapa kali hanya dengan membawa barang-barang yang bisa mereka bawa.

Israel mengatakan mereka melakukan apa yang mereka bisa untuk melindungi warga sipil, namun sekutu terdekatnya, Amerika Serikat, mengatakan bahwa mereka tidak memenuhi janji-janji tersebut.

Bencana Kemanusiaan

Pertempuran antara Israel dan gerakan Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon, yang dipicu oleh konflik Gaza, juga makin meningkat pada Minggu.

Pada konferensi internasional di Doha, ibu kota Qatar yang bertindak sebagai mediator utama dalam gencatan senjata selama seminggu yang membebaskan lebih dari 100 sandera, para menteri luar negeri Arab mengkritik Amerika Serikat karena memveto resolusi Dewan Keamanan PBB pada Jumat yang menuntut tindakan kemanusiaan berupa gencatan senjata di Gaza.

Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mengatakan perang tersebut berisiko meradikalisasi satu generasi di Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri Yordania mengatakan kampanye Israel bertujuan untuk mengusir warga Palestina dari Gaza dan memenuhi definisi hukum genosida, sebuah tuduhan yang dianggap keterlaluan oleh Israel.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan dia "tidak akan menyerah" dalam menyerukan gencatan senjata.

"Saya mendesak Dewan Keamanan untuk menekan upaya menghindari bencana kemanusiaan dan saya menegaskan kembali seruan saya agar gencatan senjata kemanusiaan diumumkan," kata Guterres.

"Sayangnya, Dewan Keamanan gagal melakukan hal ini, namun hal ini tidak membuat hal ini menjadi kurang penting".(CNBCIndonesia.com)






 
Berita Lainnya :
  • Gerebek Rumah di Bukit Payung, Polisi Kampar Amankan 4 Pengedar Sabu
  • Ketua RT/RW Diberi HP, Nanti Warga Urus Surat Sistim Digitalisasi, tak Perlu Bolak-balik ke Kantor Lurah
  • Hadapi Potensi Bencana, BPBDPK Riau Rapatkan Barisan Damkar se-Provinsi
  • Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional
  • Gratis! Kemenkum Riau Gandeng BNI Daftarkan Hak Cipta Pelaku Kreatif dan UMKM
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Gerebek Rumah di Bukit Payung, Polisi Kampar Amankan 4 Pengedar Sabu
    02 Ketua RT/RW Diberi HP, Nanti Warga Urus Surat Sistim Digitalisasi, tak Perlu Bolak-balik ke Kantor Lurah
    03 Hadapi Potensi Bencana, BPBDPK Riau Rapatkan Barisan Damkar se-Provinsi
    04 Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional
    05 Gratis! Kemenkum Riau Gandeng BNI Daftarkan Hak Cipta Pelaku Kreatif dan UMKM
    06 Perkuat Akses Keadilan, Kemenkum Riau dan Kejati Riau Bangun Sinergi Layanan Hukum bagi Masyarakat
    07 Perkuat Akses Hukum, Kemenkum Riau Genjot Pendampingan JDIH ke Pemda, DPRD dan Kampus
    08 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
    09 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    10 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    11 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    12 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    13 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    14 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    15 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    16 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    17 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    18 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    19 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    20 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    21 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    22 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat