Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Internasional
Ekuador Chaos! Presiden Umumkan Negara dalam Status Perang
Kamis, 11 Januari 2024 - 08:04:36 WIB
Anggota pasukan keamanan berjaga-jaga pada hari calon presiden mengikuti debat di Quito, Ekuador, 13 Agustus 2023. (REUTERS)

SULUHRIAU- Presiden Ekuador Daniel Noboa mengatakan negaranya sedang "berperang" dengan geng narkoba yang menyandera lebih dari 130 sipir penjara dan staf lainnya.

Insiden ini terjadi di tengah peningkatan kekerasan yang dramatis, di mana orang-orang bersenjata sempat mengambil alih siaran langsung TV dan terjadi ledakan di beberapa kota.

"Kami sedang berperang dan kami tidak bisa menyerah dalam menghadapi kelompok teroris ini," kata Noboa kepada stasiun radio Canela Radio pada Rabu (10/1/2024), seperti dikutip Reuters. Dia memperkirakan sekitar 20.000 anggota geng kriminal aktif di Ekuador.

Sehari sebelumnya, Noboa menyebut 22 geng sebagai organisasi teroris, dan menjadikan mereka target resmi militer. Presiden yang menjabat sejak November 2023 ini berjanji untuk mengatasi masalah keamanan yang semakin meningkat akibat peningkatan geng penyelundup narkoba pengangkut kokain melalui Ekuador.

Penyanderaan, yang dimulai pada Senin dini hari, dan kaburnya pemimpin geng Los Choneros Adolfo Macias dari penjara pada akhir pekan, mendorong Noboa untuk mengumumkan keadaan darurat selama 60 hari.

Dia memperketat keputusan tersebut pada Selasa pasca serangkaian ledakan di seluruh negeri dan pengambilalihan stasiun televisi TC saat siaran langsung oleh orang-orang bersenjata mengenakan balaclava.

Pemerintah mengatakan gelombang kekerasan terbaru ini merupakan reaksi terhadap rencana Noboa untuk membangun penjara baru dengan keamanan tinggi bagi para pemimpin geng. Noboa mengatakan bahwa desain dua fasilitas baru akan diumumkan besok.

"Kami melakukan segala upaya untuk memulihkan semua sandera," kata Noboa, menambahkan angkatan bersenjata telah mengambil alih upaya penyelamatan. "Kami melakukan segala yang mungkin, dan yang tidak mungkin, untuk membuat mereka aman dan sehat."

Badan penjara SNAI mengatakan ada 125 penjaga yang disandera, sementara 14 lainnya adalah staf administrasi. Sebanyak 11 orang telah dibebaskan pada Selasa.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan staf penjara menjadi sasaran kekerasan ekstrem, termasuk ditembak dan digantung. Namun video-video tersebut belum dapat diverifikasi keasliannya.

Deportasi Tahanan

Noboa juga mengatakan negaranya akan mulai mendeportasi tahanan asing, terutama warga Kolombia, pada pekan ini untuk mengurangi populasi dan pengeluaran penjara.

Ia menyebut ada sekitar 1.500 warga Kolombia yang dipenjara di Ekuador dan tahanan dari Kolombia, Peru dan Venezuela merupakan 90% dari orang asing yang dipenjara.

"Kami berinvestasi lebih banyak pada 1.500 orang tersebut dibandingkan pada sarapan pagi di sekolah untuk anak-anak kami. Ini bukan ekstradisi, ini berdasarkan perjanjian internasional sebelumnya," kata Noboa.

Sementara Menteri Kehakiman Kolombia Nestor Osuna mengatakan hukuman bagi warga Ekuador hanya akan diakui di Kolombia jika para tahanan tiba melalui repatriasi formal, yang disetujui oleh pihak berwenang Kolombia. Jika tahanan Kolombia diusir begitu saja, mereka hanya akan dipenjara jika masih ada tuntutan yang menunggu di negaranya.

"Jika ada pengusiran, kami akan melihat berapa banyak orang, jika mereka tiba di perbatasan, yang benar-benar perlu ditahan oleh pihak berwenang Kolombia," kata Osuna, mengungkapkan "solidaritas tulusnya" kepada rakyat Ekuador.

Kolombia mengatakan pada hari Rabu bahwa pihaknya akan meningkatkan kehadiran dan kontrol militer di sepanjang hampir 600 kilometer (370 mil) perbatasannya dengan Ekuador. (*)

Sumber: CNBCIndonesia.com
Editor: Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat