Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Ekbis
Jurang Antara Orang Kaya dan Miskin RI Makin Parah, Ini Buktinya
Jumat, 02 Februari 2024 - 10:56:56 WIB
Situasi salah satu sisi Kota Pekanbaru (Foto: FB)

SULUHRIAU - Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menunjukkan 98% lebih tabungan orang Indonesia berada di bawah angka Rp 100 juta.

Sementara mereka yang memiliki isi tabungan di atasnya hanya sekitar 1%. Bukti jurang kemiskinan antara si kaya dan si miskin makin melebar.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economic (CORE) Mohammad Faisal menilai ketimpangan ekstrem antara si kaya dan si miskin ini sebenarnya sudah berlangsung lama di Indonesia. Namun, belakangan ini ketimpangan tersebut makin buruk.

"Ini fenomena yang terjadi cukup lama dan memang makin memburuk, masalah ketimpangan kepemilikan uang di rekening bank menjadi salah satu petunjuknya," kata Faisal dikutip dari CNBC Indonesia, Jumat, (2/2/2024).

Berdasarkan data LPS per November 2023, jumlah rekening yang ada di seluruh Indonesia mencapai 554.606.241. Dari jumlah tersebut, rekening yang memiliki nominal di bawah Rp 100 juta mencapai 547 juta rekening atau setara 98,8% dari rekening yang ada.

Meski menjadi mayoritas dalam hal jumlah rekening, namun isi rekening wong cilik ini hanyalah sebanyak Rp 1.021 triliun atau 12,3% dari seluruh tabungan di RI yang nominalnya mencapai Rp 8.247 triliun.


Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan kelompok yang memiliki tabungan berisi Rp 5 miliar ke atas. Jumlah rekening dengan nominal tebal tersebut hanya berjumlah 135 ribu, namun isi tabungan mereka mencapai Rp 4.369 triliun atau mencakup 52,8% dari seluruh tabungan orang RI.

Faisal mengatakan data tersebut menunjukkan bahwa piramida sosial di Indonesia tergolong sangat tajam. Dia mengatakan pemilik rekening di atas Rp 5 miliar jumlahnya sangat sedikit, namun menjadi sangat dominan secara nilai.

"Kesenjangannya sangat-sangat lebar sekali, jadi wajar kalau kemudian 5% pertumbuhan ekonomi Indonesia itu lebih banyak didorong oleh kalangan atas ini," ujar dia.

Setali tiga uang, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai ketimpangan ekonomi di Indonesia memang semakin memburuk. Dia mengatakan tidak hanya dari segi nominal, namun pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan juga sama-sama timpang.

"Orang kaya misalnya bisa mengelola keuangannya, jadi tabungannya belakangan ini melambat bukan berarti dia jatuh miskin, tapi bisa jadi mereka melakukan pergeseran portofolio untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi," kata dia.

Bhima menilai ketimpangan isi rekening ini dapat dilihat dari komposisi kepemilikan rekening saat ini dibandingkan 5 atau 10 tahun lalu. Menurut dia, ketimpangan ekonomi yang terlihat pada data rekening bank sebenarnya adalah muara dari ketimpangan kepemilikan aset dan pengeluaran orang Indonesia yang semakin melebar.

"Ada pemburukan di pengeluaran, ketimpangan kepemilikan lahan yang akhirnya berakhir di sisi kepemilikan rekening," kata dia. (src)




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat