Sabtu, 20 Juli 2024
KPU Riau Gelar Bimtek Kode Etik Bagi Penyelenggara Pemilu, Ini Penekanannya | Ratusan Peserta Ikuti Jalan Sehat HPN PWI Riau di Kuansing | Kapolres Kampar Pimpin Sertijab Sejumlah Kasat dan Kapolsek Tambang | Cicin Lima Ulir Nyangkut di Kemaluan Pria Diduga Gara-gara Ini, Petugas Damkar Bantu Mencopotnya | 9.500 Anak di Tenayan Raya Jadi Target PIN Polio 2024 | Hari Pertama HPN Provinsi, Rombongan PWI se-Riau Makan Malam Bersama Bupati Kuanising
 
Sosial Budaya
1.301 Jamaah Haji 2024 Wafat di Tanah Suci, Mayoritas Tak Berizin

Sosial Budaya - - Senin, 24/06/2024 - 22:39:24 WIB

SULUHRIAU- Otoritas Arab Saudi menjelaskan, sebanyak 1.301 jamaah haji wafat disebabkan suhu panas ekstrem di Arab Saudi. Sementara 83 persen di antaranya tercatat tidak memiliki izin haji resmi.

"Sayangnya, jumlah kematian mencapai 1.301, dengan 83 persen di antaranya tidak resmi untuk menunaikan ibadah haji dan berjalan jauh di bawah sinar matahari langsung, tanpa tempat berlindung atau kenyamanan yang memadai," begitu laporan kantor berita Saudi Press Agency dikutip AFP, pada Senin (24/6/2024).
 
Jamaah haji yang wafat tercatat berasal dari 10 negara lebih, mulai dari Amerika Serikat (AS) hingga Indonesia, dan beberapa negara terus memperbarui jumlah totalnya.

Para diplomat Arab mengatakan, bahwa otoritas Mesir melaporkan 658 kematian, 630 di antaranya adalah peziarah tidak terdaftar. Penyebab kematian sebagian besar disebabkan oleh panas ekstrem, dengan suhu di Makkah tahun ini naik hingga 51,8 derajat celsius, sebagaimana laporan dari Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi.

Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) RI melaporkan bahwa sebanyak 234 jamaah haji Indonesia meninggal dunia di Makkah maupun Madinah.

Data ini diambil dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kemenag RI, yang diperbarui pada Senin (24/6/2024) pukul 09:00 WIB. Angka ini meningkat sebanyak 34 orang dibandingkan laporan pada Jumat (21/6/2024).

Sebagian besar jamaah yang wafat termasuk dalam kategori risiko tinggi (risti), sementara sebagian kecil lainnya dalam kategori non-risti. Lokasi wafat para jamaah tersebar di berbagai tempat seperti Makkah, Madinah, Arafah, Mina, dan Jeddah.

Berdasarkan data Siskohat Kemenag RI, jamaah haji meninggal asal Indonesia yang tertua adalah Syaimah Damanik (94) dari kloter KNO-1 dan Solehuddin Mawi (94) dari kloter SUB 38. Keduanya dilaporkan jamaah haji dalam kategori risti dan wafat di Mina. (nu.or.id)






 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Disclaimer |Redaksi
Copyright 2012-2024 SULUH RIAU , All Rights Reserved