Bentrokan Pendukung Paslon di Puncak Jaya: 94 Luka, 40 Rumah Dibakar
Kamis, 28 November 2024 - 10:48:28 WIB
 |
| Ilustrasi. (Arsip KPU Papua) |
SULUHRIAU- Sebanyak 94 warga terluka terkena panah akibat bentrokan antar pendukung pasangan calon di hari pemungutan suara di Puncak Jaya, Papua Tengah, Rabu (27/11/2024).
"Iya kejadian itu benar, aksi saling serang antar kedua kubu massa pendukung nomor urut 1 dan 2 dengan menggunakan alat perang berupa panah di perempatan kios Jimmy sampai menuju Kompleks kuburan 7," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo dalam keterangannya, Kamis (28/11/2024).
Benny menerangkan saat kericuhan terjadi, aparat gabungan TNI-Polri langsung merespons cepat dan mencoba melerai massa. Namun, massa dari arah bawah justru mencoba menyerang aparat gabungan.
"Aksi saling serang berhasil melerai namun aksi susulan kembali terjadi sehingga terjadi pembakaran rumah milik warga," ucap dia.
Situasi baru berangsur kondusif dua jam kemudian dan massa mulai kembali ke posko masing-masing.
Benny menyebut dalam peristiwa itu sebanyak 40 unit rumah dan 1 honai (rumah tradisional) menjadi sasaran pembakaran massa.
"Jumlah korban sebanyak 94 orang dan rencana akan dirujuk ke RSUD Jayapura sebanyak 14 orang guna dilakukan penanganan lebih lanjut," ucapnya.
Situasi Mulai Kondusif
Ia menambahkan, saat ini situasi di wilayah itu mulai kondusif.
"Situasi saat ini di Kabupaten Puncak Jaya berangsur kondusif, Polres Puncak Jaya kini siagakan personel gabungan TNI-Polri untuk mencegah aksi susulan," katanya.
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto memastikan dua kubu yang sempat terlibat kericuhan pada Pilkada Puncak Jaya, Papua Tengah 2024 sudah menghentikan konfliknya pada Rabu (27/11/2024) malam kemarin.
"Kedua kubu untuk menghentikan peperangan dan menarik mundur pasukan masing-masing," kata Bima, Kamis (28/11).
Bima mengatakan jajaran Forkompimda Papua Tengah telah turun tangan untuk mengintervensi kericuhan kedua kelompok ini pada Rabu (27/11) pukul 20.00 WIT.
Forkompimda Papua Tengah, lanjutnya, telah melakukan rapat mediasi dan dicapai kesepakatan dari kedua kubu yang bertikai tersebut. "Serta menyerahkan penyelesaian melalui proses hukum," kata dia.
Sebelumnya Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI menerima laporan terjadinya keributan antar pendukung pasangan calon yang berkontestasi di Pilkada Puncak Jaya, Papua Tengah.
"Memang masih pergerakan massa antara pendukung, panah-panahan masih terjadi, semoga sih tidak ada korban jiwa, untuk Kabupaten Puncak Jaya," kata Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja di Kantor Bawaslu RI, Rabu (27/11/2024).
Bawaslu Sebut Pilkada Puncak Jaya Ricuh, Pendukung Panah-panahan
Bagja merinci keributan terjadi di Kantor KPU dan Kantor PPK setempat. Meski demikian, ia mengaku masih belum bisa memastikan penyebab keributan.
Ia mengatakan Bawaslu masih mencari konfirmasi apakah ada pengambilan surat suara atau kotak suara dalam keributan itu.
"Sudah pemungutan suara, sudah terjadi pemungutan suara, dan terjadi keributan. Kondisi di Puncak Jaya demikian," katanya. (cnnindonesia.com)
Komentar Anda :