Kader Beringin Bertumbangan di Pilkada Riau 2024, Ini Kata Suparman
Kamis, 28 November 2024 - 19:29:02 WIB
.jpeg) |
| Politisi Golkar, Suparman |
SULUHRIAU, Pekanbaru- Pilkada 2024 ini seperti kurang mujur bagi Partai Golkar. Pasalnya, jagoannya yang bertarung bertumbangan.
Informasi yang dihimpun, dari 12 Pilkada Kepala Daerah Bupati/Walikota dan satu Pilkada Gubernur di Riau, Golkar hanya unggul di dua daerah yakni Indragiri Hilir dan Siak, sisanya beberapa calon petahana kalah dari calon lain.
Kendati saat ini hasil rekapitulasi suara masih berlangsung, namun hampir 99 persen data C-hasil atau C1 dari masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Riau sudah diunggah ke SiRekap Komisi Pemilihan Umum (KPU) rata-rata menunjukkan potensi bebagai kader dari partai berlogo beringin itu "tumbang".
Sedangkan dari hasil.hitungan cepat dan data berbagai lembaga survei terpercaya bahwa Golkar yang selama ini berjaya di Bumi Lancang Kuning tampaknya harus menelan pil pahit.
Salah satu contoh, Ketua DPD I Golkar Provinsi Riau, Syamsuar, yang mengikuti kontes Pemilihan Gubernur Riau sekaligus petahana juga kalah.
Menanggapi kondisi ini, politisi dan kader senior Golkar Riau, Suparman berpendapat, kegagalan Golkar dalam Pilkada kali ini bukanlah kesalahan partai melainkan orang yang mengurus partai.
"Sebetulnya ini bukan kekalahan partai tapi kekalahan orang yang mengurus partai. Beda orang (person) dengan partai," kata Suparman, Kamis (28/11/2024).
Ia lantas mengibaratkan kondisi Golkar saat ini serupa dalam bait lagu Lancang Kuning, di mana menurutnya ada pesan di dalam lagu tersebut bahwa nakhoda yang kurang faham lebih berbahaya daripada kondisi badai.
"Lagu Lancang kuning pas untuk Golkar Riau saat ini. Partai teruji, bagaimanapun hempasan badai tidak pernah tenggelam, tetapi harus faham menahkodai partai Golkar," katanya.
Suparman mengaku ia sudah sering mengingatkan kondisi partai Golkar saat ini dengan istilah 'Golkar Ku Sayang Golkar Ku Malang'.
"Pengurusnya tidak paham jalur berlayar, dia bawa saudaranya, dibawa orang baru, ditinggalkan orang lama, ditukar kamar dan orang lama, inikan mengganggu berlayarnya partai Golkar," pungkasnya. (src)
Komentar Anda :