Senin, 17 Agustus 2026 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap | Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
 
 
☰ Sosial Budaya
Tolak Usulan Trump Relokasi Warga Gaza ke Indonesia, MUI: Itu Cara Terselubung Usir Penduduk Palestina
Rabu, 22 Januari 2025 - 07:58:43 WIB
Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis.

SULUHRIAU- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis dengan tegas menolak usulan tim Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk merelokasi warga Gaza ke Indonesia.

KH Cholil Nafis menjelaskan bahwa ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan, baik dari sisi kemanusiaan maupun hak politik rakyat Palestina.

Menurutnya, masalah Palestina tidak hanya soal relokasi atau bantuan kemanusiaan, tetapi lebih kepada pengakuan terhadap hak mereka atas tanah air mereka.

“Ini kan baru rencana dari tim transisinya Donald Trump, dilihat apakah memungkinkan kalau direlokasi ke Indonesia. Saya dan kami di MUI tidak setuju,” ujar Kiai Cholil dikutip dari diskusi di acara Catatan Demokrasi tvOne, Selasa (21/1/2025).

Ia menambahkan, tidak hanya masalah teknis yang perlu dipertimbangkan, tetapi juga keinginan dan hak-hak rakyat Gaza itu sendiri. “Masalahnya, orang Palestina yang ada di Gaza juga belum tentu mau keluar dari tanah air mereka. Mereka mencintai tanah mereka, meskipun kondisi di sana sangat sulit,” katanya.

Ia menekankan pentingnya untuk memahami bahwa tanah Gaza adalah tanah air mereka yang sudah diakui oleh dunia, dan hal ini harus dihormati. Pemindahan paksa warga Palestina dari Gaza ke negara lain, seperti Indonesia, bukanlah solusi yang tepat.

“Jika kita berbicara soal kemanusiaan, tentu kita ingin membantu mereka. Tapi yang lebih penting adalah bagaimana kita bisa membantu mereka untuk tetap bertahan di tanah air mereka, yang telah lama mereka perjuangkan. Mereka tidak ingin pergi, mereka ingin tinggal di sana, meskipun dalam kondisi yang sangat berat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Kiai Cholil menyebut bahwa rencana relokasi ini bisa jadi merupakan bentuk bahasa halus untuk niat yang lebih buruk, yaitu mengusir rakyat Palestina dari tanah air mereka.

"Apa yang bisa mereka dapatkan jika mereka pergi dari tanah air mereka sendiri? Tanah yang mereka cintai, yang mereka anggap sebagai tempat suci mereka. Tanah air mereka itu harus dihormati. Relokasi ini bisa jadi hanya merupakan upaya terselubung untuk mengusir mereka dari tanah Palestina,” ungkapnya.

Selain itu, Kiai Cholil juga menyoroti kondisi warga Palestina yang tengah menghadapi berbagai bentuk kekerasan dan ancaman di wilayah mereka.

"Faktanya, mereka diserang, mereka bertahan dengan segala cara meskipun mereka tahu risiko yang mereka hadapi. Bahkan setahun lebih, anak-anak dan orang tua di Gaza menjadi korban serangan. Ini adalah kenyataan yang tidak bisa dipungkiri,” tuturnya.

Ia mengingatkan bahwa meskipun ada niat baik untuk membantu, kenyataannya masih banyak permasalahan yang harus diselesaikan di Palestina, dan bukan hanya dengan relokasi. Rakyat Palestina tidak bisa dipaksa untuk meninggalkan tanah mereka, karena hal tersebut menyangkut hak asasi manusia mereka.

“Sejarah mencatat bahwa mereka sudah berada di sana sejak zaman dahulu. Tanah mereka sudah diakui dunia sebagai tanah Palestina. Tidak bisa begitu saja kita suruh pergi hanya karena alasan kemanusiaan. Mereka mencintai tanah airnya, mereka berjuang untuk tetap tinggal di sana,” pungkasnya. (sio, src)




 
Berita Lainnya :
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  • Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    02 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    03 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    04 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    05 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    06 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    07 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    08 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    09 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    10 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    11 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    12 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    13 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    14 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    15 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    16 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    17 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    18 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    19 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    20 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    21 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    22 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat