Rabu, 30 September 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Gaya Hidup
Dari Thrift Shop ke OOTD Hits: Rahasia di Balik Gaya Vintage yang Jadi Favorit Gen Z
Rabu, 05 Februari 2025 - 15:12:43 WIB
Irham Khairi (Foto: instagram@kaairizz)

FASHION selalu berputar, dan saat ini kita melihat fenomena menarik: anak muda Gen Z justru makin tergila-gila dengan gaya dari masa lalu! Alih-alih memilih tren modern yang sleek dan minimalis, mereka lebih suka kembali ke era vintage, retro atau Y2K.

Dari celana high-waisted, jaket denim oversized, kaos band, hingga sneakers klasik yang dulu dipakai generasi sebelumnya—semuanya kembali booming. Tapi kenapa mereka lebih memilih fashion jadul dibandingkan tren modern? Apakah ini sekadar tren sementara atau ada alasan yang lebih mendalam?

Ternyata, ada banyak faktor yang membuat pakaian dari era 80-an, 90-an, dan awal 2000-an terasa lebih menarik bagi Gen Z. Yuk, kita bahas fenomena ini lebih dalam!

1. Fashion Bukan Sekadar Tren, Tapi Juga Ekspresi Diri

Bagi Gen Z, fashion bukan hanya soal mengikuti tren terbaru, tapi juga menjadi medium untuk menunjukkan identitas dan kepribadian.

Berbeda dengan fashion modern yang sering didikte oleh fast fashion dan influencer besar, gaya vintage dan retro menawarkan sesuatu yang lebih personal dan unik. Banyak anak muda yang berburu pakaian bekas di thrift shop untuk menemukan sesuatu yang tidak pasaran dan memiliki cerita tersendiri.

Dengan mengenakan pakaian dari era sebelumnya, mereka merasa memiliki koneksi dengan masa lalu—sebuah vibe yang lebih autentik dan timeless dibandingkan tren yang cepat berubah.

2. Nostalgia Era yang Nggak Pernah Mereka Alami

Uniknya, banyak dari Gen Z sebenarnya tidak mengalami langsung era 80-an atau 90-an. Tapi, mereka tetap merasa tertarik dengan fashion dari masa itu.

Salah satu alasannya adalah pengaruh budaya pop dan media. Film, serial, dan musik dari era tersebut kembali populer berkat platform streaming. Contohnya:
    •    Serial Stranger Things yang membawa estetika 80-an
    •    Tren musik pop-punk 2000-an yang bangkit lagi
    •    Selebriti seperti Bella Hadid, Zendaya, dan Agnez Mo yang sering tampil dengan gaya vintage

Bagi Gen Z, mengenakan pakaian retro bukan hanya soal gaya, tapi juga cara untuk menghidupkan kembali era yang mereka anggap menarik.

3. Gaya Retro & Y2K: Unik, Berani, dan Lebih Fleksibel

Salah satu daya tarik terbesar dari gaya vintage, retro, dan Y2K adalah fleksibilitasnya.

Gaya ini memungkinkan Gen Z untuk lebih bereksperimen dengan warna, potongan, dan aksesori yang lebih berani dibandingkan tren fashion modern yang cenderung minimalis.

Contohnya:

* Era 80-an & 90-an → Warna cerah, motif bold, oversized look
* Gaya Y2K (2000-an) → Nuansa futuristik, playful, edgy

Dengan gaya ini, mereka bisa mix & match sesuka hati, menciptakan fashion statement yang unik, dan tampil beda dari yang lain.

4. Fashion Vintage & Thrift Shopping: Lebih Ramah Lingkungan

Selain soal estetika dan ekspresi diri, ada alasan lain yang membuat fashion vintage semakin digemari: kesadaran lingkungan.

Gen Z lebih peduli dengan isu keberlanjutan dan menyadari bahwa industri fashion, terutama fast fashion, memiliki dampak besar terhadap lingkungan—mulai dari limbah tekstil hingga eksploitasi tenaga kerja.

Banyak anak muda yang mulai beralih ke thrift shopping atau membeli pakaian vintage untuk:

*Mengurangi limbah fashion
* Memilih pakaian berkualitas lebih baik
*Mendukung gaya hidup yang lebih berkelanjutan

Ini bukan hanya sekadar tren, tapi juga pergerakan menuju industri fashion yang lebih sadar lingkungan.

5. Meninggalkan Fast Fashion, Memilih Kualitas & Keunikan

Di era digital, di mana tren berubah sangat cepat, banyak orang mulai bosan dengan fast fashion yang cenderung menawarkan pakaian massal dengan kualitas kurang baik.

Sebaliknya, fashion vintage menawarkan:

*Kualitas lebih baik → Bahan lebih tahan lama
* Eksklusivitas → Tidak diproduksi massal
* Desain unik → Tidak semua orang punya

Banyak pakaian vintage berasal dari era ketika produksi tekstil masih mengutamakan kualitas dibandingkan kuantitas. Ini membuat pakaian dari masa lalu lebih awet dan eksklusif.

Kesimpulan: Fashion Vintage Bukan Sekadar Tren, Tapi Sebuah Pergerakan!

Jadi, kenapa Gen Z lebih memilih gaya vintage, retro, dan Y2K dibandingkan tren fashion modern?

* Ekspresi diri → Bukan sekadar tren, tapi identitas
* Nostalgia → Terinspirasi dari budaya pop
* Fleksibilitas → Bisa bereksperimen dengan berbagai gaya
* Kesadaran lingkungan → Lebih ramah lingkungan daripada fast fashion
* Kualitas & keunikan → Lebih tahan lama dan eksklusif

Bagi mereka, fashion bukan sekadar mengikuti arus tren, tapi juga cara untuk terhubung dengan budaya yang lebih luas.

Gaya vintage dan retro memberikan kebebasan untuk bereksperimen, menemukan sesuatu yang unik, dan pada saat yang sama, berkontribusi terhadap dunia yang lebih ramah lingkungan.

Jadi, kalau kamu termasuk salah satu yang suka gaya vintage, selamat! Kamu bukan hanya sedang mengikuti tren, tapi juga bagian dari gerakan yang lebih besar dalam dunia fashion.

Gimana menurutmu? Kamu lebih suka gaya vintage atau tren modern? Yuk, share pendapatmu di kolom komentar!

Penulis: Irham Khairi
Editor: Khairul




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat